Jodohku Seorang Cassanova

Jodohku Seorang Cassanova
Bertamu di kamar mandi


__ADS_3

"Morning honey," ucap Chen dengan suara serak khas bangun tidur.


Chen begitu senang karena saat ia membuka matanya hal pertama yang ia lihat adalah wajah cantik sang istri.


"Hemm," Nayla hanya berdehem dan tersenyum tipis.


"Mau mandi bersama?" Tanya Chen dengan seringai nakal di wajahnya.


"Aku masih lelah, kau saja sana yang mandi," keluh Nayla sambil kembali menutup wajahnya dengan selimut.


Bukan tanpa alasan Nayla mengucapkan itu, mereka baru saja selesai bermain jam 4 pagi dan sekarang jam 7 pagi, Chen mengajaknya mandi, oh Tuhan, Nayla sangat tau arti mandi bersama dengan Chen itu seperti apa. Maka dari itu Nayla menolaknya.


Namun bukan Chen namanya bila ia tak bisa merayu sang istri, tanpa bertanya lagi, Chen langsung bangun dan mengangkat tubuh polos Nayla lalu membawa nya ke kamar mandi.


"Yaaa! Turunkan aku Chen!" Teriak Nayla memberontak karena dirinya sangat terkejut akibat ulah Chen.


"Sssstt, diam sayang. Kau bilang kalau lelah kan? Biar aku yang membantu mu mandi oke," ucap Chen lalu dengan perlahan ia duduk kan tubuh Nayla di closed dan ia langsung menyiapkan air hangat di dalam bathtup untuk nya berendam nanti.


"Chen, kau itu sangat keterlaluan!" Seru Nayla yang langsung memalingkan wajah nya saat baru menyadari bahwa posisi tubuh mereka berdua sama sama naked.


"Why?" Tanya Chen menyerngitkan dahinya.

__ADS_1


"Ah sudahlah," kata Nayla.


"Hey lihat sini," kata Chen berusaha menangkup kedua pipi Nayla.


"Gak mau," kata Nayla ketus.


"Kenapa?" Tanya Chen.


"Chen kau benar benar membuatku malu! Itu kamu—" ucap Nayla terhenti karena tak sanggup melanjutkan kata-katanya.


Chen yang mendengar ucapan Nayla seketika langsung melirik ke arah sang adik sehingga membuatnya tergelak.


"Bukan kah dia hebat?" Tanya Chen dengan menaik turunkan alisnya.


"Bukankah kau menyukai nya? Dia begitu hebat dan kuat bukan," Imbuh Chen dengan menyeringai.


"Chen apaan sih ah," kata Nayla yang merasa pipinya semakin terasa panas.


Chen yang gemas dengan Nayla pun, langsung mengangkat tubuh Nayla kembali dan memasukkan nya ke dalam bathtup perlahan.


"Chen kau mau apa!" Seru Nayla saat melihat Chen juga ikut masuk ke dalam bathtup.

__ADS_1


"Tentu saja mandi, memangnya apalagi?" tanya Chen santai.


"Iya tapi kenapa kau ikut mandi disini, kau bisa pakai shower kan!" Ucap Nayla.


"Aku ingin mandi disini bersama mu," ucap Chen berbisik di telinga Nayla.


"I love you," bisik nya lagi lalu Chen pun mulai menyerbu bibir Nayla yang kini telah menjadi candu nya.


"Chen—" satu desahan lolos dari bibir Nayka kala ia merasa tangan Chen mulai merayap bermain di bukit squishy nya.


"Aku sangat menyukai nya sayang, begitu pas di tangan ku dan—" ucap Chen berbisik dengan suara parau.


"Dan begitu kenyal," imbuhnya lalu kini ciuman Chen mulai turun ke leher Nayla dan mulai meninggalkan beberapa bekas biru keunguan di sana.


"Chen berhen—ti." Ucap Nayla dengan napas yang sudah turun naik menahan gejolak gairah.


"Aku tidak bisa berhenti Nay, aku begitu mencintaimu," Ucap Chen sambil kini melahap bukit squisy Nayla hingga membuat Nayla semakin mendesah dan menggelinjang.


"Dia juga sangat menyukaimu Nay," ucap Chen sambil mendekatkan adiknya di depan pintu rumah Nayla, hingga membuat Nayla tersentak dan terus mengeluarkan suara yang begitu sexy di telinga Chen.


Dan akhirnya adik Chen bertamu lagi ke rumah Nayla, 🙈🙈🏃‍♀️

__ADS_1


__ADS_2