Jodohku Seorang Cassanova

Jodohku Seorang Cassanova
Rindu


__ADS_3

"Mom, bagaimana kalau Chen pulang kemari?" Tanya Nayla saat ini ia sedang menikmati makan malam bertiga dengan mertua nya.


"Tidak akan sayang, kalau pun ia pulang pasti security akan menelfon untuk mengkonfirmasi bahwa dia pulang." Jawab Yeon santai.


"Kamu tidak perlu khawatir Nay, ia tidak akan mengira bahwa kamu berada disini, bahkan Billy juga berada di pihak kita." Jawab Adinata membuat Nayla sedikit tenang.


"Hem, Nayla sudah selesai. Nayla pamit ke kamar dulu ya Mom, Dad." ucap Nayla pamit undur diri untuk ke kamar nya.


"Istirahat lah sayang dan jangan kamu pikirkan lagi anak sialan itu." Ucap Yeon ikut kesal dengan anak nya.


Nayla hanya tersenyum tipis tidak menjawab ucapan Yeon, dan ia langsung menuju kamar nya.


Saat sampai di dalam kamar, Nayla kembali mengedarkan pandangan nya ke seluruh penjuru kamar. matanya menatap lekat lekat pada bingkai foto pernikahan nya dengan Chen. Tidak terasa pernikahan nya sudah hampir satu tahun. Sebenarnya Nayla mempercayai Chen, Nayla yakin bahwa itu bukan anak Chen, tapi Nayla ingin memberikan pelajaran untuk Chen sekaligus ia ingin melihat seberapa tulus Chen padanya.


Niat Nayla bersembunyi juga ingin melihat seberapa besar perjuangan Chen untuk menemukannya.

__ADS_1


'Aku yakin, kalau kita berjodoh kita akan kembali bersatu lagi.' gumam Nayla pelan sambil mengusap foto pernikahan nya dengan Chen.


———


Sedangkan Chen, kini tengah berada di dalam apartemen nya bersama kedua sahabat kampret nya. siapa lagi kalau bukan Choi dan Shiming.


"Cepat temukan Nayla sebelum aku yang menemukan nya lebih dulu." Ucap Shiming santai.


"Jangan bilang kau mau menikung teman mu Shiming!" Seru Choi terkejut.


"Ada yang salah?" Tanya Shiming santai.


"Tidak perlu kau ingatkan aku sudah tau. Tapi masalah nya bisa tidak kamu membuatnya bahagia?" Tanya Shiming. "Come on Chen, kau sudah memiliki calon anak dengan Sisil. Biar la Nayla bersama ku." Ucap Shiming berhasil memancing amarah Chen.


"Sudah ku katakan itu bukan anak ku, mengapa kalian tidak ada yang percaya padaku hah!" Seru Chen kesal.

__ADS_1


"Aku percaya Chen, karena aku juga pernah menyumbangkan sp*rma ku ke rahim nya." ucap Choi santai sambil memakan kacang.


"Dan aku yakin, masih banyak penyumbang lainnya. jadi itu bukan sepenuhnya anak kamu." Imbuh Choi membuat shiming berusaha menahan tawanya.


"Aarrkkhh!" Pekik Chen frustasi mengapa dirinya bisa memiliki teman segila ini. Dan mengapa dirinya harus menyadari kesalahan nya sekarang.


"Sudah la Chen, sekarang intinya hanya satu. Kamu berubah, tepati janji kamu kepada Nayla dan juga Bibi Yeon." Ucap Shiming tulus.


"Aku yakin, bila kamu benar bersungguh-sungguh menepati janji kamu maka Nayla juga akan menepati janji nya untuk terus bersama mu. anggap saja ini ujian untuk kamu yang sedang berusaha menuju gerbang kebahagiaan." Imbuhnya.


"Ketika seorang Dokter Shiming otaknya lagi lempeng." Ucap Choi terkekeh.


"Siapa!" Ucap Shiming memukul bahu Choi.


Chen hanya diam mencerna ucapan Shiming. Ia juga membenarkan perkataan Shiming, ia harus menepati janji nya kepada Nayla dan juga kepada Mom Yeon.

__ADS_1


"Kalian menginapkan disini?" Tanya chen lesu, ia tidak ingin sendirian karena bila ia sendiri maka ia akan kembali teringat dengan Nayla.


"Baiklah, sesuai perintah baginda raja." Ucap Choi yang sudah setengah mabuk.


__ADS_2