Jodohku Seorang Cassanova

Jodohku Seorang Cassanova
Temu kangen


__ADS_3

"Hey kau gila!" bentak Chen dengan napas memburu kala wanita itu melepaskan genggam tangan nya dan membuat sang bayi nyaris terjatuh.


"Aku mohon, rawatlah dia," ucapnya lalu ia segera berlari keluar dari gedung perkantoran.


"Hemm, tuan apakah anda yakin akan merawatnya?" tanya Billy ragu dan memandang bayi mungil yang berada di tangan sang Tuan majikan.


"Billy kau juga gila! bagaimana bisa aku mengurus bayi ini!" sungut Chen dengan kesal.


"Lalu akan Tuan apakan bayi ini?" tanya Billy mengerutkan dahinya.


"Entahlah, aku tidak tau. Ah iya kita akan ke rumah Mom kan, kita minta solusi padanya," ucap Chen lalu membawa bayi itu masuk ke dalam mobil.


Saat mobil yang di kendarai Billy mulai keluar dari area perkantoran, Billy dan Chen mengerutkan dahi mereka saat melihat depan gedung kantor nya tengah ramai orang dan beberapa mobil berhenti.


"Ada apa Bil?" tanya Chen.


"Entahlah Tuan, sepertinya ada kecelakaan," jawab Billy yang sebenarnya juga penasaran.

__ADS_1


"Kau lihatlah, ini masih di kawasan kantor, aku tidak ingin nama kantor ku rusak," ucap Chen datar. Billy pun segera keluar dari mobil untuk melihat kerumunan tersebut.


Mata Billy membola dengan sempurna kala melihat seorang wanita tergeletak tak berdaya dengan berlumur darah, ia pun segera kembali ke mobil untuk memberitahu Tuan Chen.


"Tu—Tuan," ucap Billy terbata.


"Ada apa?" tanya Chen mengerutkan dahinya menatap Billy.


"Sebaiknya anda turun dan lihat siapa yang kecelakaan," ucap Billy lalu Chen pun segera turun dan melihat seperti yang Billy sarankan.


Chen hanya diam di tempat, ia juga terkejut sama seperti Billy, namun ia juga bingung apa yang harus ia lakukan.


"Tuan, apakah kita akan mengikutinya ke Rumah Sakit?" tanya Billy yang hendak menyalakan mesin mobil nya.


"Tidak perlu, kita langsung pergi ke Rumah utama!" ucap Chen datar.


Setelah beberapa saat, mobil yang di kendarai Chen dan Billy sudah sampai di rumah utama. Chen segera turun beserta Billy yang menggendong bayi mungil tadi. Saat di depan pintu, Chen seperti mendengar suara bayi lain dari dalam, bayi siapa itu? batin Chen.

__ADS_1


Ceklek!


"Surprise!" seru seorang wanita cantik dengan membawa seorang bayi mungil yang menyambutnya pulang hingga membuat matanya berkaca kaca. Chen tidak menyangka hari ini telah tiba, hari dimana sang pujaan hati telah kembali kepadanya.


"Sa—Sayang," ucap Chen lirih dan terisak. Ia pun segera memeluk istrinya dengan erat dan penuh sayang hingga melupakan baby mereka berada di tengah tengah dan menangis dengan kencang.


"Chen kau gila!" sentak Nayla karena Chen anaknya menangis.


"Maaf sayang, Maafkan Daddy," ucap Chen langsung mengambil bayinya dari gendongan Nayla.


"Daddy sangat merindukan kalian," ucap Chen terus menciumi anak nya.


"Aku juga sangat merindukan mu," ucap Chen lalu ia memeluk Nayla lagi.


"Kami juga sangat merindukan mu, maafkan keegoisan ku selama ini," ucap Nayla membalas pelukan Chen.


"Kita mulai semuanya dari awal, aku janji tidak akan membuat kamu menangis lagi, kecuali menangis bahagia," kata Chen lalu ia kembali menciumi wajah Nayla yang sangat amat ia rindukan.

__ADS_1


"Hem kita mulai lagi semuanya dari awal," kata Nayla tersenyum lalu ia kembali memeluk tubuh Chen. Namun di saat moment bahagia itu berlangsung Nayla mendengar ada suara tangis bayi lain yang membuatnya langsung mengalihkan pandangan matanya ke arah sumber suara.


Mata Nayla membulat dengan sempurna kala ia melihat Billy berdiri di ambang pintu dengan membawa seorang anak bayi.


__ADS_2