Jodohku Seorang Cassanova

Jodohku Seorang Cassanova
Billy & Sisil


__ADS_3

Chen mulai mengerjapkan matanya saat setelah ia tertidur kurang lebih 15 jam. Chen mengalami dehidrasi dan kurang tidur, memang selama Nayla belum sadar, Chen hanya tidur satu dua jam saja.


Chen langsung terbangun saat menyadari bahwa dirinya sempat pingsan, ia langsung menyabut selang infus yang di tangan nya dan segera mencari keberadaan Nayla.


"Mom, dimana Nayla?" tanya Chen saat melihat Yeon memasuki ruangan nya.


"Nak, kamu istirahat dulu ya. Pulihkan dulu kesehatan kamu, baru kamu bisa menemui Nayla oke," ucap Yeon lembut dan kembali menuntun Chen ke tempat tidur.


"Tapi Nayla baik-baik saja kan Mom? aku ingin bertemu dengan nya," kata Chen pelan karena sejujurnya kini tubuhnya masih sangat lemah.


"I—iya," jawab Yeon sedikit terbata membuat Chen mengerutkan dahinya curiga.


"Mom, bolehkan Chen meminta tolong?" tanya Chen lemah.


"Apa Nak? Katakan," kata Yeon.


"Chen ingin memakan roti srikaya," ucap Chen.

__ADS_1


"Baiklah, Mom akan membelikan mu ke bawah, kau tunggu sebentar disini oke," ucap Yeon dan Chen hanya mengangguk sambil menatap Yeon yang berjalan keluar kamar perawatan nya.


Setelah memastikan Yeon pergi, Chen pun segera keluar dan menuju ruangan Nayla.


Dengan langkah tertatih, kini akhirnya Chen sudah sampai di depan kamar perawatan Nayla, Chen bisa mendengar suara bergemuruh orang bercengkerama. Dengan senyum terus mengembang ia pun segera membuka pintu kamar Nayla dan—


"Sayang—" ucap Chen terkejut begitupun dengan semua orang yang berada di kamar itu.


...🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️...


"Nona, apa anda akan terus mengurung diri di dalam seperti itu?" teriak Billy yang sudah beberapa hari ini menemani Sisil di apartemen.


"Nona, anda salah alamat, harusnya anda berterimakasih kepada Tuan Chen dan Nona Nayla. Anda itu pelakor anda harus sadar diri akan hal itu!" ucap Billy keceplosan karena dirinya sudah sangat jengah menangani Sisil.


Ceklek!


Sisil langsung membuka pintu kamar nya dan menatap Billy dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Coba katakan sekali lagi!" ucap Sisil dingin.


"Coba katakan sekali lagi!" teriak Sisil.


"Tidak penting, lebih baik anda sekarang makan. Biar saya bisa cepat istirahat " kata Billy dengan wajah datar.


"Apa maksud mu mengatakan aku pelakor? Aku ini istri sah nya Chen, dan kau lihat bahkan sebentar lagi aku akan melahirkan!" pekik Sisil tak terima atas ucapan Billy.


"Terserah anda mau beropini apa, yang jelas saya mohon jaga kesehatan anda. Karena hidup anda sudah sangat keras dan butuh tenaga extra," kata Billy santai.


"Nona Nayla adalah istri satu-satunya Tuan Chen. Anda itu hanya mantan tuan Chen dan masa lalu nya. Harusnya anda sadar diri dan berterimakasih kepada Nona Nayla. Bukan malah terus menjadi orang ketiga seperti ibu terus," ucap Billy.


"Aku pelakor? Aku mantan? lalu bayi yang ku kandung anak siapa?" tanya Sisil menggigit bibir bawahnya menahan tangis.


"Mana saya tau, anda tuba-tiba datang dan membuat masalah di rumah tangga Nona Nayla dan Tuan Chen. Lebih baik anda banyak makan biar ingatan anda segera pulih jadi anda bisa tau dengan siapa saja anda tidur," cibir Billy.


Plakk.

__ADS_1


"Jaga mulut kamu ya, aku bukan pelacur!" teriak Sisil lagi lagi membuat Billy menghela napas nya dengan kasar.


__ADS_2