
Weekend ini, Nayla dan Chen mengadakan pesta kecil kecilan dengan para sahabat nya. Semua sahabat nya dia undang, terutama si kampret Choi dan Shiming.
Tentu saja Yeon dan Adinata ikut hadir, kala Yeon tau saat Cahaya sudah tidak tinggal dengan Chen dan Nayla.
"Selamat datang kembali di Indonesia," ucap Arya mengangkat gelasnya di udara untuk bersulang menyambut kedatangan Chen dan Nayla.
"Thanks," ucap Chen tersenyum, ia tidak tau sejak kapan ia, Arya, Dimas dan Arlan menjadi dekat seperti ini. Itu di karena kan mereka masih memiliki hubungan bisnis dsn juga hubungan persahabatan antara istri mereka.
"Ah apakah Tuan Choi dan Dr.Shiming sudah berkeluarga?" tanya Dimas kepada duo kampret.
"Mungkin sebentar lagi," jawab Shiming tersenyum ramah.
"Saya tidak akan menikah!" jawab Choi santai membuat semua menatap ke arah Choi.
"Kenapa?" tanya Arlan.
"Hey bung, menikah itu hanya akan menyusahkan mu! aku masih ingin bebas dan menikmati hidup," ujar Choi sambil menyesap minuman nya.
"Tapi dengan menikah kau akan memiliki keluarga, dan kau bisa memiliki tujuan hidup yang jelas!" sungut Chen kesal.
"Hahaha aku pun sekarang juga sudah memiliki tujuan hidup, yaitu membahagiakan para wanita yang menemaniku," ucap Choi terkekeh membuat semua menggelengkan kepalanya.
...🌿🌿🌿...
"Ahhh aku seneng banget karena kamu akhirnya menetap disini," ucap Jenar.
__ADS_1
"Iya, gue juga seneng banget akhirnya kita bisa kumpul kumpul lagi," kata Chaca.
"Hehehe aku pun juga seneng akhirnya bisa kembali ke tanah air." Nayla menatap penuh haru kepada para sahabat nya.
"Oh iya Nay, mana anak perempuan kamu?" tanya Jenar melihat lihat ke sembarang arah.
"Dia sudah di bandung, kau tau dia sangat ingin bersekolah di sana. Dia ingin mandiri, jadi dia ingin masuk pesantren," ucap Nayla sedih kala mengingat Cahaya yang kini jauh darinya.
"Sabar Nay, aku tau apa yang kamu rasakan. tapi dia memiliki kemauan yang kuat dan juga bagus. Aku yakin dia akan menjadi sosok gadis yang cantik dan sholeha nantinya, sesuai dengan namanya Cahaya," ujar Jenar tersenyum.
"Amin," ucap Nayla lalu mereka kembali bercerita dan tertawa bersama.
...🥰🥰🥰...
"Saka, apa kau tidak memiliki cita cita untuk mengambilkan Cara cake itu?"tanya Cara menatap Saka dengan penuh harap.
"Saka ... " rengek Cara mengedipkan matanya berkali kali.
"Haisss!" Saka mendengus kesal, lalu ia pun berjalan mengambilkan cake sesuai kemauan Cara.
"Cara, kenapa kau menyuruh Saka?" tanya Javie sambil memakan es krim nya.
"Gapapa, Cara lagi pengen aja," jawab Cara santai.
"Ini," ucap Saka memberikan beberapa potong cake kepada Cara.
__ADS_1
"Woaah terimakasih Saka," ucap Cara tulus dengan mata berbinar.
"Saka ikhlas gak nih?" tanya Cara.
"Ikhlas!" jawab Saka datar.
"Dih, kalau ikhlas sambil senyum dong, kalau cemberut begitu berarti gak ikhlas. Nanti kalau gak ikhlas perut Cara sakit, kalau perut Cara sakit nanti Cara gak bisa sekolah. Kalau Cara gak sekolah nanti Cara jadi bodoh, kalau Cara bodoh nanti Cara—" ucap Cara langsung terhenti saat mulutnya di bekap oleh Saka.
"Ikhlas Carameeeel," tekan Saka dengan memaksa senyum. "Mending sekarang Cara makan, dan HABISKAN."
"Oh dengan senang hati," kata Cara lalu dengan cepat menghabiskan makanan nya.
"Sabar," ucap Javiee dan Vier bersamaan lalu tertawa.
.
.
.
...The end 🥳🥳🥰🥰🥰...
Banyak yang nanya karena masih banyak teka teki nya kok udah end?
Jawaban nya: yang penting kisah Chen dan Nayla sudah bahagia yah. Dan masalah Cahaya dan Saka akan di bahas di sebelah nanti 🥳🥳🥳
__ADS_1
Mau tau sebelahnya di mana? klik bab selanjutnya 🤣🤣