Jodohku Seorang Cassanova

Jodohku Seorang Cassanova
Pernyataan cinta


__ADS_3

Deg.


Jantung Nayla berdetak begitu cepat kala Chen menatap matanya dengan serius intens.


Nayla bisa melihat bahwa Chen memang berkata jujur, namun entah mengapa Nayla masih begitu susah membalas ucapan Chen.


"Aku gila Nay, kamu benar aku memang gila. Aku gila karena baru menyadari bahwa aku mencintai mu, aku gila saat aku melihat mu dengan Shiming, aku gila saat tidak menemukan mu di rumah, aku gila saat kau memilih menginap di rumah teman mu di bandingkan pulang dengan ku. Aku gila Nay aku gila!" Seru Chen dengan napas memburu.


"Katakan bahwa kamu membohongiku," ucap Nayla dengan bibir bergetar hebat dan menunduk.


"Nayla tatap mata aku," kata Chen sambil menangkup kedua pipi Nayla dengan tangan nya agar menatap ke arah nya.


"Apa kamu melihat kebohongan di mata ku?" Tanya Chen saat mata mereka bersitatap.


Nayla tidak menjawab, ia hanya mampu menggelengkan kepalanya lalu memejamkan mata hingga setetes air mata lolos begitu saja membasahi pipi mulusnya.


"Nay, plis beri aku kesempatan satu aja untuk bisa membuktikan keseriusan ku, bukan karena Mom atau Dad tapi karena memang aku menginginkan mu, aku membutuhkan mu untuk menemani ku seumur hidup ku, menemani hari hari tua ku dan menjadi ibu dari anak anakku," ucap Chen begitu tulus.


"Apa kau bisa meninggalkan dunia mu?" tanya Nayla dengan memicingkan sebelah matanya.


"Wanita, minuman, club—" ucap Nayla namun segera di potong oleh Chen.

__ADS_1


"Aku bisa meninggalkan para wanita dan club, tapi minuman aku akan mencoba nya Nay," ucap Chen serius membuat Nayla menghembuskan napasnya dengan kasar.


"Aku tidak suka bau alkohol," lirih Nayla.


"Aku akan berusaha Nay," ucap Chen meyakinkan.


"Baiklah, begini saja setiap kali kau minum aku juga akan minum. Seberapa pun kau minum aku juga akan meminum sebanyak yang kau minum," ucap Nayla datar.


"Enggak!" Kata Chen dengan cepat, Chen kembali teringat saat Nayla tengah mabuk dulu dan Chen tidak mau itu terjadi lagi.


"Kenapa?" Tanya Nayla dengan dahi mengkerut.


"Kalau begitu berjanjilah kamu tidak akan minum lagi di belakang ku." Ucap Nayla datar.


"Baiklah aku janji, aku tidak akan minum lagi." Kata Chen pada akhirnya.


"Janji," ujar Nayla mengulurkan jari kelingking nya dan Chen pun langsung menerima nya dengan senyum mengembang, lalu ia segera menarik Nayla ke dalam pelukan nya.


"Jangan pernah sakiti aku Chen, hatiku rapuh, kamu adalah yang pertama buat aku. Aku tidak pernah berpacaran atau dekat dengan laki laki manapun," lirih Nayla.


"Aku janji, aku janji tidak akan pernah menyakiti mu kecuali di tempat tidur," ucap Chen yakin.

__ADS_1


"Yaaa!" Pekik Nayla langsung memukul dada Chen karena ucapan Chen membuat wajahnya bersemu.


"Apa? Aku berkata jujur sayang," ucap Chen lagi lagi membuat wajah Nayla semakin terasa panas tatkala mendengar Chen memanggilnya sayang.


"Dasar mesum," gumam Naylla pelan namun masih bisa di dengar oleh Chen.


"Mesum kepada istri sendiri tidak ada yang melarang kan?" Bisik Chen di telinga Nayla.


"Dan juga aku sangat menyukai suara mu yang begitu sexy saat mendesah manja di bawah ku," bisik Chen.


"Chen, berhenti berkata mesum, aku mau pulang." Ucap Nayla yang sudah mau dan merasakan wajahnya semakin terasa panas.


"Apa kau tidak mau mencoba di dalam mobil sayang? disini sangat sepi," bisik Chen lagi lagi membuat Nayla gemas dengan memukul dada bidang nya.


"Chen!" Seru Nayla malah membuat Chen tertawa terbahak bahak.


"I love you sayang," ucap Chen lalu ia mengecup tangan Nayla sekilas.


"I love you too," balas Nayla namun ia langsung memalingkan wajahnya menatap ke luar jendela. Ini adalah ucapan pertama bagi nya, ia tidak pernah berpacaran dan tidak pernah mendapatkan ucapan seperti itu membuat wajahnya langsung bersemu merona.


"Kamu sangat menggemaskan," Ucap Chen sambil mengecup pipi Nayla sekilas lalu ia segera melajukan mobil nya kembali.

__ADS_1


__ADS_2