Jodohku Seorang Cassanova

Jodohku Seorang Cassanova
Terpuruk


__ADS_3

Yeon sudah kembali dengan membawa roti di tangan nya, namun saat ia memasuki kamar perawatan Chen, ia tidak menemukan keberadaan sang putra nya.


"Chen, apakah kau di dalam?" tanya Yeon mengetuk pintu kamar mandi, namun tidak ada tanggapan apapun.


"Chen!" teriak Yeon lagi namun sama tidak ada jawaban. Yeon pun langsung membuka pintu kamar mandi dan mengecek seluruh ruangan itu dan hasilnya sama, ia tidak menemukan dimana anaknya.


Yeon segera berlari keluar dan mencari keberadaan Chen hingga berkali kali juga ia menghubungi Adinata untuk memberi kabar.


"Ya Tuhan, dimana kamu Nak?" gumam Yeon dalam hati.


...🥺🥺🥺...


"Nayla, Nay sayang ... Nayla ... " Chen terus memanggil mencari keberadaan sang istri, namun Nayla bak di telan bumi. Ia menghilang entah kemana. Chen mencari ke apartemen nya, rumah utama bahkan kosan dan Nayla tidak ada. Bahkan para sahabat Nayla juga tidak ada yang mengetahui dimana Nayla berada.

__ADS_1


"Sayang dimana kamu?" Chen terisak sambil menjambak rambut nya frustasi. Nayla menghilang. "Harusnya aku kuat, harusnya aku tidak boleh pingsan agar tidak kehilangan kamu hiks hiks."


Tadi sewaktu Chen memasuki kamar perawatan Nayla, Chen sudah tidak menemukan keberadaan Nayla. Kamar itu bahkan sudah di tempati oleh penghuni baru.


Kini Chen tengah berada di dalam kamar Nayla yang berada di kosan nya. Sebenarnya sebelum dirinya ke paris, Chen sudah membeli kosan itu, dan siap pindah ke sana. Namun karena kabar dari rumah sakit Paris yang mengatakan Sisil kecelakaan itu membuat ia menunda surprise nya untuk Nayla.


Nasi sudah menjadi bubur, semua terlambat untuk di sesali. Andai dulu ia tetap menjalankan rencana nya untuk memberikan Nayla surprise tentu semua kejadian takkan separah ini. Chen begitu frustasi karena tidak menemukan dimana Nayla.


Tok... tok ... tok ..


"Nayla!" seru Chen senang namun senyum itu langsung lenyap kala ternyata yang mengetuk pintu adalah Billy sang asisten nya.


"Ada apa?" tanya Chen datar.

__ADS_1


"Maaf Tuan, Nona Sisil ingin bertemu," ucap Billy sopan.


"Pergilah, aku tidak ingin di ganggu. Jangan temui atau hubungi aku kecuali itu menyangkut Nayla!" ucap Chen lalu ia kembali masuk ke dalam kamar dengan membanting pintu hingga membuat Billy sedikit terkejut.


'Sayang, kamu dimana?' gumam Chen pelan. kini dirinya tengah memeluk bingkai foto pernikahan nya dengan Nayla yang ternyata Nayla pajang di atas meja samping tempat tidur nya.


'Kau sangat cantik saat tersenyum, kau terlihat sangat imut dan menggemaskan," gumam Chen tertawa getir dengan berderai air mata saat menatap foto-foto Nayla.


'*Teruslah tersenyum dan tertawa seperti itu sayang, dimana pun kamu berada aku yakin kamu akan bahagia. Aku akan selalu menunggu mu dan akan terus mencari mu."


"Ku mohon jangan lupakan aku, bila suatu saat nanti kita bertemu, semoga tidak ada kebencian lagi di antara kita. Semoga hanya kerinduan yang akan terpancar di mata indah kamu*."


'Mengapa kisah kita begitu singkat? mengapa saat kita memutuskan untuk bersama malah seperti ini? Begitu banyak kerikil untuk menguji perjalanan kita.'

__ADS_1


Chen terus bergumam dan menangisi Nayla,Ia peluk erat guling yang beraroma tubuh Nayla seolah itu adalah Nayla. Ia berharap bahwa kini Nayla ada di samping nya dan tengah ia peluk.


"Aku berharap ini adalah mimpi, aku berharap saat aku bangun aku masih menggenggam tangan mu dengan erat," isak tangis Chen terakhir kali sebelum akhirinya ia tertidur.


__ADS_2