
Warning!!!
21+++ Gak panas tapi bisa buat otak traveling, jadi kalau belum cukup umur jangan baca ya daripada nanti ikut traveling kejauhan 🙈🙈🙈
.
.
.
.
30 menit Nayla sudah selesai dengan ritual mandi nya, Nayla pun keluar hanya menggunakan bathrobe dan handuk yang di lilitkan di kepalanya.
Dengan santai nya Nayla membuka pintu kamar mandi dan betapa terkejut nya ia saat pintu terbuka. Nayla melihat Chen yang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi sambil menyandarkan satu tangan nya di dinding dan satu lagi di pinggang nya.
"Che--Chen." Ucap Nayla gugup.
"Nayla." Panggil Chen dengan suara serak.
"Ka kamu sudah bangun? Ma mau ke kamar mandi?" Tanya Nayla beruntun dengan jantung yang semakin berdetak kencang karena melihat tatapan mata Chen yang begitu mengerikan menurut Nayla.
"Nayla." Panggil Chen lagi dan kini terlihat napasnya semakin naik turun dan sesekali Chen memejamkan matanya kuat kuat.
__ADS_1
"Chen ka kamu kenapa? Apa ada yang sakit? Kepala kamu pusing? Mau aku buatkan teh? kopi? atau sup? Iya aku sering menonton drama drama korea kalau orang mabuk itu harus di kasih sup iya sup aku akan memasakkan mu sup. Kamu tunggu sebentar oke." Ucap Nayla mendadak panik karena melihat Chen seperti orang kesakitan.
Baru Nayla melewati Chen tiba tiba tubuhnya langsung di tarik oleh Chen ke dalam pelukannya. Tak memberikan kesempatan Nayla untuk protes, Chen pun langsung mencium bibir Nayla dengan kasar hingga membuat Nayla begitu terkejut.
"Eeemmmhhh emmmhh." Nayla mencoba memberontak sambil memukul mukul dada Chen serta mendorong nya namun kekuatan Nayla tidak sebanding dengan kekuatan Chen, ia kalah dan bahkan kini Chen semakin kasar memcumbunya.
"Chen lepaskan." Kata Nayla setelah Chen melepaskan ciuman nya. Namun kini ciuman Chen malah semakin turun hingga ke lehernya.
"Tubuh mu sangat harum Nay, aku menyukainya." Bisik Chen tepat di telinga Nayla sambil menghirup aroma leher Nayla hingga membuat sang empunya merinding sang menegang.
"Chen kamu mabuk lepaskan aku." Teriak Nayla terus mencoba melarikan diri namun Chen semakin kuat mencengkram tangan Nayla dan mengendus leher jenjang Nayla sehingga membuat Nayla menggelinjang karena kegelian.
"Nayla i want you." Bisik Chen lagi hingga membuat Nayla mendongakkan kepalanya untuk menahan geli.
Nayla terus memberontak dan berusaha melepaskan diri, namun karena ia sudah tidak berdaya akhirnya ia pun pasrah dab ikut hanyut dalam buaian Chen hingga tanpa sadar Nayla pun mengeluarkan suara.
Chen yang mendengar suara lenguhan Nayla pun tanpa sadar tersenyum tipis. Lalu ia segera menarik bathrobe yang di kenakan Nayla, tangan nya kini mulai menjelajahi bukit indah Nayla yang selalu ia sebut rata namun begitu padat berisi.
"Tubuhmu sangat indah sayang." Bisik Chen di telinga Nayla sambil terus memainkan mainan baru nya yang berada di bukit tersebut.
Nayla merasa tubuh nya semakin panas dan entah mengapa dirinya semakin menginginkan lebih dan lebih dari sekedar sentuhan.
Nayla akui bahwa Chen sangat pandai mempermainkan nya hingga membuatnya hanyut dalam rayuan nya, namun Nayla juga tidak bisa menolak karena usaha nya selalu sia sia.
__ADS_1
"Chen su sudah cu cukup." Ucap Nayla dengan napas tersenggal karena telah mendapatkan pelepasan pertama nya.
"Kita akan menggapai puncak bersama sayang." Kata Chen lalu ia mulai melepaskan ikat pinggang nya dengan buru buru dan segera melemparkan celana nya ke sembarang arah.
Nayla yang melihat tubuh Chen juga naked sama seperti dirinya pun langsung meneguk saliva nya dengan kasar. Sungguh Nayla takut dan sangat takut sekarang, jantung nya berdetak semakin tidak karuan. Dirinya ingin kabur namun tubuhnya berkata lain, tubuhnya juga menginginkan Chen tapi otak nya masih waras untuk tidak tergoda dengan Chen.
Melihat Nayla yang terus memandang adik nya membuat Chen langsung tersenyum bangga, lalu tanpa komando lagi, Chen segera kembali mencium bibir Nayla dengan kasar, ia terus mencumbu bibir Nayla lalu turun ke leher dan bermain kembali di dua bukit kembar Nayla. Di saat tangan satunya bermain dengan mulut dan lidahnya di puncak bukit, tangan satu lagi ia menuntun sang adik agar segera mencari pintu masuk rumah baru nya.
Nayla yang merasakan pintu selatan nya di ketuk dan berusaha di dobrak oleh adik sang kampret pun langsung terkejut dan berusaha memberontak namun lagi lagi ia kalah oleh kekuatan Chen hingga akhirnya Adik Chen berhasil mendobrak pintu rumah baru nya.
"Hiks hiks Sa sakit." Lirih Nayla sambil menggigit bibir bawahnya, air mata semakin deras membanjiri pelupuk matanya.
"Maaf telah menyakitimu sayang." Ucap Chen yang melihat Nayla menangis dan menahan sakit kemudian ia menciumi wajah Nayla dengan penuh cinta dan sayang, ia sampai memejamkan matanya beberapa kali saat merasakan sang adik kesempitan di rumah baru nya. Namun tak bisa Chen pungkiri ini adalah rumah ternyaman untuk sang adik nya.
"Sangat sempit dan nyaman." Erang Chen sambil memejamkan matanya dan perlahan menggerakkan tubuh nya untuk memulai olah raga nya. Awalnya Nayla merintih kesakitan namun lama lama ia pun ikut hanyut dan menikmati olah raga malam nya dengan Chen.
.
.
.
Mommy nulis apaan sih? Entahlah mommy sendiri juga tak paham 🙈🙈🙈🙈🤣🤣🤣
__ADS_1