
Kini Chen dan Nayla tengah berada di rumah utama, seperti yang Chen ucapkan tadi ia ingin menanyakan maksud dan tujuan sang ayah mengapa sampai memberikan nya obat laknat itu. Tidak kah sang ayah tau bahwa itu sangat melukai harga dirinya? Seorang Chen memperkosa istri nya sendiri karena diberi obat sialan, apa menurut sang Ayah dia tidak mampu sampai harus di berikan obat sialan itu, batin Chen.
"Woah tumben anak Mom datang ke mari ada apa?" Tanya Yeon pura pura tidak mengetahui maksud anak nya.
"Mom, dimana Dad?" Tanya Chen to the point.
"Dad? Bukan kah Dad mu sedang di hotel," ucap Yeon.
"Mom, jangan membohongi ku, aku tau Dad pasti di rumah karena kalian akan segera pulang sore ini." Ucap Chen dingin.
"Haiss kamu ini benar benar yah!" Geram Yeon.
"Nayla sayang, kamu sudah makan? Yuk ikut mom," ajak Yeon kepada Nayla namun dengan cepat tangan Nayla di cekal oleh Chen.
"Stay here," ucap Chen sambil matanya menatap tajam ke arah Nayla.
"Ta—" ucap Nayla terhenti.
"Chen jangan menatap menantu mom seperti itu!" Seru Yeon sambil menatap tajam ke arah anak nya.
"Mom, Chen datang kemari ingin menemui Dad, Chen tau pasti Mom dan dad sudah sekongkol kan." Ucap Chen kesal.
__ADS_1
"Sekongkol apa?" Tanya Yeon.
"Mom!" Seru Chen dengan suara sedikit tinggi hingga membuat Nayla sedikit terkejut.
"Jangan berbicara dengan nada tinggi kepada Mom mu!" Seru Dad yang tiba tiba datang.
"Sudah ku duga pasti Dad di rumah." Ucap Chen kesal. Sudah bukan rahasia lagi bila kedua orang tua nya membuat masalah pasti salah satu dari mereka akan bersembunyi.
"Ada apa?" Tanya Dad.
"Mengapa Dad memberikan aku obat sialan itu?" tanya Chen.
"Dad!" Seru Chen.
"Baiklah baiklah, Dad hanya ingin kamu serius menjalani pernikahan kamu! Ingat Chen umur kamu itu sudah tidak muda lagi, mau sampai kapan kau terus bermain main seperti itu hem?" Tanya Dad dingin.
"Dan juga Dad mengetahui surat perjanjian sialan antara kalian berdua. Apa menurut kalian pernikahan itu bisa di jadikan permainan hah!" Bentak Dad meluapkan emosi nya.
"Mom juga Dad sudah bersusah payah membujuk orang tua Nayla agar mau menikahkan anaknya dengan B@jing@n tengik kaya kamu, harusnya kau bersyukur akan hal itu karena kau bisa mendapatkan bidadari seperti Nayla bukan malah terus terusan menyakiti nya seperti itu! Apa kau tidak memikirkan bagaimana malu nya Mom dan Dad saat kau terus menyakiti Nayla Hah!" Chen hanya terdiam membenarkan setiap ucapan sang ayah, lalu matanya melirik ke samping yang ternyata Nayla tengah menundukkan kepalanya juga ke bawah sambil merem@s ujung dres nya.
"Mom sama Dad sudah tua, kami ingin segera memiliki cucu, dalam 2 bulan kau tidak bisa juga membuat istri mu hamil dan kau masih terus bermain dengan para j@l@ng mu jangan salahkan Dad bila semua kekayaan akan dad serahkan kepada Nayla, dan silahkan kau hidup sendirian tanpa harta sepeserpun dari kami!' Ucap Dad.
__ADS_1
"Dad!" Seru Chen tak terima.
"Pilihan ada di tangan mu Chen," ucap Dad.
"Na—Nayla tidak mau ha—hamil." Ucap Nayla terbata dan ternyata matanya sudah mengalirkan air membasahi wajah mulus nya.
"Nayla," panggil Mom lembut.
"Na—Nayla tidak mau hamil Mom, Nayla membenci Chen. Dia—" Nayla tak sanggup meneruskan ucapan nya karena kini dirinya sudah terisak.
"Maaf Mom, Dad Nayla permisi." Ucap Nayla lalu ia segera beranjak dari duduknya dan berlari keluar rumah. Ia merasa sudah di permainkan disini. Hati Nayla sangat sakit, untuk apa Nayla hamil bila itu hanya paksaan dan tuntutan dari orang tua Chen, bukan dari kemauan Chen sendiri.
Chen memang tidak menginginkan dirinya jadi untuk apa Nayla sampai hamil, bahkan Chen hanya terpaksa menyentuhnya semalam, jadi untuk apa Nayla bertahan lagi. Sudah cukup bagi Nayla bertahan selama ini.
.
.
.
Kaki mommy lagi sakit karena kesleo gak bisa buat jalan, jadi mommy gak bisa nulis banyak, otak mommy terfokus sama rasa sakit di kaki jadi buat mikir nulis tuh susah bgt 😭😭
__ADS_1