Jodohku Seorang Cassanova

Jodohku Seorang Cassanova
Merindukan mu


__ADS_3

Hari berganti hari dengan begitu cepat, tanpa terasa sebulan sudah Chen pergi dan hingga kini belum juga kembali. Nayla sangat merindukan Chen, namun ia juga bingung mengapa begitu susah untuknya menghubungi Chen. Sudah hampir seminggu ini Chen tidak juga memberinya kabar.


'*Salahkah bila aku ingin di perjuangkan?'


'Salahkah aku bila aku ingin di pertahankan?'


'Salahkah aku bila ingin kau disini bersama ku selalu?'


'Mengapa harus aku yang memulai?'


'Mengapa harus aku yang selalu bertindak?'


'Mengapa hanya aku yang merasa kehilangan*?'


Nayla terisak di keheningan malam sambil menatap taman yang begitu gelap dari balkon kamar nya. Saat ini dirinya tengah berada di Rumah Utama karena mertua Nayla baru kembali dari China.


Sudah dua hari ini juga Nayla telah berhenti bekerja di Pranata Grup karena ia mengalami flek dan dokter menyarankan agar dirinya bedres.

__ADS_1


'Kamu dimana? Apakah kau tidak merindukan ku?'gumam Nayla lagi sambil mengusap perut nya yang kini sudah mulai terlihat sedikit membuncit.


Nayla menarik napasnya dalam sebelum akhirnya ia masuk ke dalam kamar dan beristirahat. Masih seperti malam-malam sebelumnya, Nayla selalu tidur dengan mengenakan pakaian Chen bahkan dalaman sekalipun ia juga memakai milik Chen. Aneh memang tapi entah mengapa setiap kali ia memakai miliknya sendiri sangat tidak nyaman. namun saat ia mencoba memakai milik suaminya rasanya begitu nyaman dan membuatnya ketagihan untuk selalu memakai nya.


...🦋🦋🦋...


"Apakah kau sudah menemukan pria itu?" tanya Chen begitu tajam kepada Billy.


"Belum Tuan, terakhir kami menemukan lokasi nya di ujung barat. Tapi sekarang dia menghilang lagi." ujar Billy.


"Lalu bagaimana dia? Apakah baik-baik saja?" tanya Chen datar.


"Sudah lah, kita disini sudah satu bulan dan aku sudah meninggalkan Nayla selama itu. Bahkan sudah satu minggu ini aku tak memberikan nya kabar," Chen mengusap kasar wajahnya, ia sangat merindukan sang istri namun permasalahan yang ia hadapi juga sulit.


"Apakah kita akan kembali ke Indonesia sekarang Tuan?" tanya Billy.


"Kita tunggu perkembangan selanjutnya satu minggu lagi. Baru setelah itu kita kembali ke Indonesia." kata Chen dingin.

__ADS_1


...🙄🙄🙄...


"Mom!" teriak Nayla dengan tertatih menuruni tangga sambil memegang perut nya.


"Mom! Dad!" panggil Nayla lagi namun ia tidak mendapat sautan dari sang empunya.


'Mengapa rumah ini begitu sepi? bahkan pelayan pun tidak ada." gumam Nayla dalam hati dan terus mencari keberadaan sang mertua.


"Aahhh sakit banget," Nayla meringis tidak kuat melanjutkan berjalan nya, akhirnya ia putuskan untuk duduk di lantai bersandar pada dinding yang berada di ruang tengah.


"Astaga Nayla!" pekik Yeon terkejut melihat Nayla duduk di lantai dan memegang perut nya.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Yeon dan langsung ikut bersimpuh di depan Nayla.


"Mom, sakit ... " lirih Nayla lalu ia menajamkan matanya.


"Nayla, Nay sayang bangun Nak. Nayla!" Yeon semakin terkejut kala melihat darah kembali mengalir di antara sela kaki Nayla. Yeon pun segera memanggil suaminya yang berada di taman yang sedang melakukan breafing untuk acara 4 bulanan kandungan Nayla nanti.

__ADS_1


Adinata yang mendengar teriakan sang istri pun langsung berlari menghampiri istrinya dan ia juga tak kalah terkejut kala melihat keadaan menantu nya seperti itu. Akhirnya mereka segera membawa Nayla ke rumah sakit untuk ke sekian kali nya. Yeon terus berdoa dan berharap semoga kecemasan dan ketakutan nya tidak terjadi.


__ADS_2