Jodohku Seorang Cassanova

Jodohku Seorang Cassanova
Gara gara kampret


__ADS_3

"Euugghh," Nayla melenguh saat mendengar alarm jam telah berbunyi.


Saat Nayla membuka mata, pandangan nya langsung tertuju pada dada bidang seseorang yang ia yakini adalah Chen suaminya.


Melihat dada bidang Chen yang tak tertutup ban membuat Nayla kembali menelan saliva nya dengan kasar, memori nya seketika melayang ke beberapa jam yang lalu saat gawang nya berhasil di bobol oleh suaminya.


Masih teringat dengan jelas di pikiran Nayla betapa dia begitu berisik mendesah dan menikmati permainan Chen hingga hampir jam 4 pagi baru selesai.


Entah apa yang Nayla rasakan saat ini, perasaan nya campur aduk. Kini dirinya sudah tidak perawan lagi, dan ia harus siap bila suatu saat nanti dirinya akan hamil. Namun, satu yang terus menghantui pikiran Nayla, akan kah pernikahan nya terus berlanjut?


Hanya kurang 2 bulan lagi masa perjanjian mereka akan berakhir, akankah dia akan menjadi janda setelah ia mengorbankan keperawanan nya? batin Nayla.


'Apa yang harus ku lakukan hiks,' batin Nayla mulai meneteskan air matanya.


Di antara mereka belum saling mencintai, namun mereka sudah melakukan hal itu.


Nayla merasa sakit, sesak dan hancur. Chen akan meninggalkan nya dan ia akan menjadi janda yang sudah bolong.


Chen yang merasakan tangan nya seperti basah akhirnya membuka matanya dan ia melihat Nayla tengah melamun sambil menangis di pelukan nya.


Tangan Chen terulur untuk mengusap air mata Nayla, hingga membuat Nayla terkejut.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Chen lembut.


"Tidak!" Jawab Nayla dengan cepat, lalu ia segera menghapus air matanya.


Nayla langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan hendak turun dari atas tempat tidur, namun ternyata tak semudah yang ia bayangkan.


"Auwwhh ssshshh." Nayla meringis kala hendak menurunkan kaki nya dari tempat tidur, bagian intim nya begitu sakit dan perih, spontan Nayla pun langsung menoleh ke belakang dan menatap tajam ke arah Chen.


"Sakit?" Tanya Chen sedikit khawatir.


"Udah tau pake nanya!" ketus Nayla lagi lagi air matanya lolos begitu saja kala mengingat dirinya akan segera menjadi janda bolong.


Chen yang melihat nayla menangis pun mengira karena bagian intim Nayla begitu sakit.


"Jangan mendekat!" Seru Nayla tersedu sedu.


"Kenapa?" Tanya Chen bingung. "Aku hanya ingin membantu mu." Imbuh nya.


"Kamu mau membantu ku? Tapi setidak nya pakai celana mu!" Seru Nayla langsung memalingkan wajahnya kala melihat Chen setengah duduk di samping nya dengan keadaan polos.


Wajah Nayla terasa panas dan merona, hingga membuat Chen diam diam mengulum senyum nya lalu ia semakin berencana untuk menggoda kelinci kecilnya.

__ADS_1


Dengan cepat Chen langsung beranjak berdiri tepat di depan Nayla dan membuang selimut Nayla hingga membuat Nayla menjerit terkejut.


"Kampret gilaaaa!" Teriak Nayla dengan wajah yang semakin merah malu.


Tangannya berusaha menutupi bagian tubuhnya yang polos namun dengan cepat Chen menarik tangan Nayla agar tak menutupi mainan baru nya.


"Untuk apa di tutupi? Meskipun semalam aku dalam pengaruh obat, tapi aku masih mengingat semua nya, aku sudah melihat seluruh tubuh mu sayang." Bisik Chen di telinga Nayla.


"Aku akan membantu mu mandi." Ucap Chen lalu ia segera menggendong tubuh Nayla ke kamar mandi.


"Kampret aku lepasin, aku bisa sendiri!" Seru Nayla sambil memukul mukul dada Chen.


"Ssstt kalau kamu terus memberontak kamu akan membangunkan adikku Nay." Bisik Chen seketika membuat Nayla langsung diam memeluk leher Chen.


Chen mendudukkan tubuh Nayla di atas closed lalu dirinya menyiapkan air hangat untuk Nayla berendam, percayalah Nayla rasanya ingin sekali mengumpat Chen yang sedari tadi bolak balik mondar mandir dengan keadaan polos kek tahu bulat tanpa bumbu sehingga membuat aja wajahnya semakin merah bak kepiting rebus.


"Ayo." Kata Chen lalu ia mengangkat tubuh Nayla lagi dan meletakkan di bath tup dengan perlahan.


Nayla begitu terkejut kala melihat Chen juga ikut masuk ke dalam bathtup.


"Kampret ngapain kamu ikut masuk!" Seru Nayla.

__ADS_1


"Tentu saja mandi memangnya apa lagi." Jawab Chen santai lalu mulai menyabuni tubuhnya dan juga tubuh Nayla.


__ADS_2