Jodohku Seorang Cassanova

Jodohku Seorang Cassanova
Pemakaman Sisil.


__ADS_3

"Uhh anak Mommy sudah pada cantik dan ganteng yah," ucap Nayla saat melihat kedua anak nya selesai mandi dengan encus nya.


"Sayang," panggil Chen lalu tiba-tiba ia memeluk Nayla dari belakang.


"Ada apa? kau tidak ke kantor?" tanya Nayla karena sudah jam 8 dan Chen belum siap siap dengan pakaian kerja.


"Aku ingin libur, aku masih sangaaaaaattttt merindukan istriku," ucap Chen sambil menciumi tengkuk Nayla.


"Iks kamu ini ga malu itu sama anak-anak," kata Nayla memukul lengan Chen.


"Biarlah, mereka juga tau bahwa Daddy nya sangat merindukan Mommy nya," ucap nya lagi, lalu tiba tiba Hape Chen berdering membuat Chen mau tak mau melepaskan pelukan nya kepada Nayla.


"Sebentar," ucap Chen lalu ia mengangkat telfon yang ternyata dari Billy.


"Ada apa?" tanya Chen singkat.


"Apakah Tuan dan Nyonya akan menghadiri pemakaman Nona Sisil?" tanya Billy.


"Nanti akan ku pikirkan lagi," jawab Chen lalu ia mematikan ponsel nya dan kembali menghadiri Nayla.

__ADS_1


"Billy menelfon, dia tanya apakah kita akan menghadiri pemakaman ibu nya Cahaya atau tidak," ucap Chen lebih dulu sebelum Nayla bertanya.


"Lalu?" tanya Nayla.


"Aku bilang aku akan pikirkan setelah bicara padamu," kata Chen kembali memeluk Nayla dari belakang.


"Pergilah," ucap Nayla pelan.


"Tidak! kecuali kamu ikut," ucap Chen.


"Tapi—" kata Nayla terputus kala Chen kembali menciumi lehernya sehingga membuat tubuhnya merinding.


"Baiklah, kita pergi sekarang. Kamu bersiaplah," ucap Nayla.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, kini akhirnya Chen dan Nayla sudah sampai di sebuah tempat pemakaman umum tempat peristirahatan Sisil.


Nayla duduk di tepi makam Sisil untuk mengirimkan doa untuk Sisil. Nayla memang membenci Sisil tapi itu dulu, ia yakin sebenarnya Sisil adalah orang baik, hanya saja keadaan yang membuatnya jadi seperti ini. Tanpa sadar Nayla malah terisak saat masih membaca doa untuk Sisil.


'Aku sudah memaafkan mu, dan aku juga meminta maaf bila mungkin aku ada salah padamu. Tenang lah, aku janji akan melindungi Cahaya seperti anakku sendiri. Dia akan menjadi kakak yang baik untuk Saka. Dan kelak dia akan sering menemui mu disini. Dan akan ku pastikan dia akan aman bersama kami, selama aku masih bernapas aku yang akan menjamin bahwa Cahaya tidak akan jatuh ke tangan nya, percaya padaku!' ucap Nayla dalam hati lalu ia menghapus air matanya dan pergi menyusul Chen dan Billy yang sudah menunggu di mobil.

__ADS_1


"Sudah?" tanya Chen saat melihat Nayla berjalan mendekatinya.


"Hem, ayo kita pulang," kata Nayla tersenyum lalu ia masuk ke dalam mobil.


"Tuan, ada yang ingin saya bicarakan kepada Anda," ucap Billy sambil melirik ke arah spion.


Kini, Chen dan Nayla duduk di kursi belakang, dan Billy yang menyetir. Sewaktu berangkat Chen dan nayla membawa supir, dan supir itu kini membawa mobil Billy.


"Katakan," jawab Chen santai sambil terus memeluk Nayla.


"Sewaktu saya mengurus Nona sisil dari di rumah sakit dan pemakaman, saya merasa seperti ada yang tidak beres Tuan," ujar Billy.


"Tidak beres bagaimana maksud kamu?" tanya Chen mengerutkan dahinya.


"Ada beberapa pria berbadan tegap yang terus mengintai kita Tuan, dan juga suster di rumah sakit bilang bahwa ada yang menanyakan keberadaan bayi Nona Sisil," jelas Billy seketika membuat tubuh Nayla menegang dan napasnya sesak.


"Cahaya anakku Bill, jangan katakan apapun dan pada siapa pun! Cahaya anakku hanya anakku!" seru Nayla tiba-tiba hingga membuat Chen dan Billy terkejut.


.

__ADS_1


.


Nanti sore mommy kasih bonus lagi, jam 18:00 stay tune yah 🥳🥳🥳


__ADS_2