Jodohku Seorang Cassanova

Jodohku Seorang Cassanova
grup GGC


__ADS_3

Selesai mandi, kini Chen membantu Nayla mengeringkan rambut nya dengan hair dryer, Chen terlihat begitu sabar mengeringkan rambut Nayla dan sesekali ia memainkan nya.


"Chen sudahlah aku laper." Kata Nayla lemas, pasalnya tadi sewaktu mandi mereka melakukan olah raga lagi sehingga membuat Chen tidak jadi berangkat kerja karena kesiangan.


"Baiklah, aku akan memasak untuk mu." Ucap Chen lalu meletakkan hair dryer di atas meja dan mengambil sisir untuk merapikan rambut Nayla.


'Apa yang harus aku lakukan bila pernikahan ini berakhir?' batin Nayla saat Chen keluar dari kamar.


Sembari menunggu Chen memasak, Nayla membuka chat grup obrolan nya dengan para sahabat nya.


...(GGC) Gadis Gesrek Chek πŸ₯³...


Nayla : Guys ...


Chaca : Tumben baru nongol lo, kemana aja?


Hanna : Orang sombong baru muncul.


Nayla : Bukan begitu, sorry akhir akhir ini aku lagi banyak kerjaan.


Chaca : Kerjaan apaan lo


Hanna : Mikirin malam pertama ya Nay?


Chaca : Serius lo Nay?


Nayla : Udah semalam 😭😭😭


Chaca & Hanna : Alhamdulilah 🀣


Nayla : Kok malah Alhamdulillah sih? πŸ˜ͺ


Chaca : Iyalah akhirnya populasi perawan di grup kita berkurang satu lagi 🀣🀣


Nayla : Chaca sialan 😭


Hanna : Eh Nay, aku penasaran gimana rasanya?

__ADS_1


Chaca : gede gak Nay πŸ™ˆ kuat berapa jam Nay? 🀣


Hanna : Apanya Cha?


Nayla : Sumpah aku nyesel banget buka grup. Niat mau curhat minta solusi malah di ledek begini.


Chaca : Hahaha


Hanna : Ih seriusan apanya yang gede Cha? Nay?


Nayla : Gak usah dengerin Chaca, dia kan otak nya gesrek


Chaca : Hahaha sialan kayaknya otak gue normal deh otak si Hanna aja yang terlalu cetek 🀣


Jenar : Kalian berisik banget sih, ganggu orang tidur aja.


Chaca : Beuhh bumil baru bangun tidur.


Jenar : Gara gara kalian asli berisik banget hape dari tadi kluntang klunting terus. Ada apa?


Jenar : Innalillahi


Chaca : Si Nayla masih idup Je tenang aja 🀣


Jenar : Gimana rasanya Nay?


Nayla : Jeje kenapa kamu ikut ikutan sih.


Jenar : Jiwa keppo ku meronta Nay πŸ™ˆπŸ€£


Chaca : Nah kan, hahaha ayo nay cerita


Hanna : Iya Nay cerita yang tadi gimana pertanyaan Chaca tadi.


Nayla : Anjrit sialan!


Jenar : Pertanyaan apaan emang?

__ADS_1


Hanna : Gede enggak nya.


Chaca : Hanna sialan hahaha


Jenar : Kayaknya obrolan ini khusus 21++++++ deh, aku yang masih di bawah umur pamit undur diri dulu ya, walaikumsalamπŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈ


Chaca : Gue yakin dia bakal nyari laki nya hahaha


Nayla : Ah aku juga pamit, si kampret udah manggil. Tadi dia lagi masak.


Hanna : Uuhhh Nay suami kamu so sweet banget, dia mau masak sedangkan istrinya sibuk nge ghibahin dia πŸ™ˆπŸ€£πŸ˜‚


Nayla : Eh aku gak ghibah in dia yah


Chaca : Cuma ngomongin doang yah hahaha


Nayla : BODO AMAT!


nayla segera keluar dari obrolan mereka lalu berjalan menuju meja makan.


"Makan lah," ucap Chen sambil menuangkan nasi ke dalam mangkuk Nayla.


"Kamu masak ini semua?" Tanya Nayla.


"Hemm, hanya ini yang bisa ku masak." Ujar Chen lalu ia juga menyendok nasi ke mangkuk nya.


"Segini banyak nya kamu bilang hanya ini woaahh," ucap Nayla kagum, ia tidak menyangka bahwa ternyata suaminya bisa memasak juga.


"Setelah ini kita ke rumah utama." Ucap Chen sambil memakan makanan nya.


"Untuk apa?" Tanya Nayla mengerutkan dahinya.


"Meminta penjelasan sama Dad dan Billy sialan itu." Ujar Chen marah membuat Nayla terdiam.


"Aku yakin ini pasti akal akalan Dad juga Billy untuk mengerjai ku, mereka sengaja membuatku mabuk dan menyuruh mu memberikan ku obat sialan itu. Untung kau hanya memberikan ku satu, coba kalau dua aku gak jamin kamu masih bisa duduk disini." Jelas Chen panjang lebar membuat Nayla langsung menelan saliva nya dengan kasar.


'Apakah dia menyesalinya karena sudah melakukan itu dengan ku?' batin Nayla tanpa sadar matanya mulai berembun dan berkaca kaca.

__ADS_1


__ADS_2