Jodohku Seorang Cassanova

Jodohku Seorang Cassanova
Mengurus orang mabuk


__ADS_3

"Mom!" Seru Nayla terkejut senang kala melihat kedatangan mertua nya di apartemen.


Pantas saja ia mencium aroma masakan yang membuatnya terpaksa membuka matanya, karena ternyata ada sang mertua yang sedang memasak di dapur nya.


Sudah seminggu berlalu sejak kejadian di pantai dan Chen jarang kembali ke apartemen, bahkan berbicara saja tidak pernah lagi.


"Sayang, kamu sudah bangun." Ucap Yeon sambil melepaskan avron nya.


"Kapan Mom sampai disini? Mengapa tak membangunkan Nayla?" Tanya Nayla mencium tangan lalu pipi mertua nya.


"Mom dari siang disini. Mom lihat kamu kelelahan pulang kuliah makanya Mom tidak membangunkan mu." Jawab Yeon.


"Ah begitu, apakah Mom sendiri kemari?" Tanya Nayla sambil matanya terus menelisik mencari seseorang.


"Tadi Mom di antar Chen kemari, lalu ia kembali ke hotel karena ada hal yang akan di bahas dengan Dad." Ujar Yeon.


"Kamu pasti lapar, ayo kita makan. Mom sudah masak spesial buat anak perempuan Mom yang cantik." Kata Yeon sambil mengambilkan nasi di mangkuk kecil untuk Nayla.


"Biar Nayla saja Mom." Ujar Nayla tidak enak.


"Tidak apa apa. Mom ingin memanjakan kamu sayang, Mom sangat merindukan mu." Ucap Yeon dan Nayla hanya bisa mengangguk pasrah.


Nayla dan Yeon akhirnya makan malam berdua dengan nikmat dan sesekali bercanda. Lalu mereka melanjutkan obrolan mereka sambil menonton tv, hingga tiba tiba terdengar suara pintu yang terbuka dengan kencang hingga membuat kedua wanita itu terkejut.


Brak.


"Astaga Dad!" Pekik Yeon saat melihat suaminya tengah membopong anak nya.


"Mom bantu Dad." Ujar Adinata sambil terus berusaha berjalan menuju kamar Chen.


"Hahahaha Mom aku bisa melihat mu hahaha." Chen terus mengoceh sambil terus tertawa seperti orang gila.

__ADS_1


Brug.


"Astaga pinggang Dad seperti nya kambuh." Ucap Adinata sambil memegang pinggang nya yang berasa nyeri akibat anak nya sendiri.


"Dad, jelaskan sama Mom, bagaimana bisa Chen mabuk seperti itu?" Tanya Yeon marah.


"Mom, tadi kami menghadiri jamuan makan malam dengan Tuan Lee." Kata Adinata. "Nanti Dad jelaskan di jalan ayo kita pulang." Imbuh Adinata sambil menggandeng tangan sang istri.


"Dimana Billy? Mengapa dia tak membantu Dad?" Tanya Yeon.


"Ah Billy dia aku suruh membelikan obat untuk Chen." Ucap Adinata.


"Nayla, tolong kamu urus suami kamu ya, Mom dan Dad akan pulang dulu." Ucap Adinata sambil tersenyum penuh arti kepada nayla.


Nayla tidak menjawab, ia hanya tersenyum dan mengangguk saja. Setelah mertua nya pergi, Nayla hendak ke kamar untuk melihat keadaan Chen namun lagi lagi suara bel pintu mengurungkan niatnya.


Klik.


"Nona Nayla ini obat yang di berikan okeh Tuan besar. Kata beliau anda harus meminum kan nya dua butir agar Tuan Chen bisa istirahat dan mabuk nya cepat hilang." Ujar Billy sambil memberikan sebuah obat kepada Nayla.


"Hem bila bersedia tolong anda sekalian bersihkan tubuh Tuan Chen karena ia sangat menyukai kebersihan dan ia paling tidak bisa melihat tubuh nya kotor atau bau alkohol." Ujar Billy.


"What! Kau gila Bill?" Seru Nayla tak percaya.


"Hanya mengelap nya saja Nona dan menggantikan nya pakaian." Kata Billy. "Saya harus segera pergi Nona karena Tuan dan Nyonya besar menunggu saya di bawah." Imbuh Billy lalu ia segera berlari menuju lift.


"Yaaa! Billy Bil Billy sialaaaan!" Teriak Nayla namun tidak di hiraukan oleh Billy.


Nayla akhirnya segera menutup pintu nya dan berjalan menuju ke kamar, Nayla menatap Chen dengan tatapan yang entah ia sendiri tak tau apa.


Nayla lalu menghembuskan napasnya panjang sebelum akhirnya ia mulai membuka pakaian Chen satu persatu.

__ADS_1


"Nay Nay kelinci kecil ku hahaha." Racau Chen sambil tertawa dengan mata terpejam.


"Kelinci kecil ku sekarang sudah mulai mencintaiku hahahaha, dia tidak mau aku nakal lagi iya kan hahaha." Kata Chen meracau.


"Kampret sialan, seberapa banyak sih kamu minum sampe bisa mabuk parah kaya gini ah." Seru Nayla kesal karena begitu susah membuka pakaian Chen.


"Sabar Nay sabar anggap pahala. Meskipun dia kampret dia tetep suami kamu Nay oke." Ucap Nayla menyemangati dirinya sendiri.


Dengan telaten dan lembut Nayla mengelap tubuh Chen dengan waslap, dan sesekali Nayla harus menelan Saliva nya kala ia harus mengelap bagian perut Chen dan dada bidang Chen. Bohong bila Nayla tidak terpesona, karena nyatanya chen memiliki tubuh yang atletis dan sangat menggoda iman nya.


"Pantas saja kau begitu sombong dan bangga jadi kampret ternyata kau memiliki roti sobek sebanyak ini." Gerutu Nayla kesal.


"Kelinciku kemari lah." Ucap Chen sambil merentangkan tangan nya ke atas namun Nayla malah menjauh.


Setelah selesai mengelap bagian atas nya, kini tiba saat nya Nayla harus membuka ikat pinggang dan celana panjang Chen, namun baru ia menyentuh ikat pinggang nya tangan nya sudah bergetar hebat.


"Aaaa aku gak bisa. Dah lah biarin aja gak usah di ganti." Kata Nayla lalu ia beranjak dari duduk nya dan mengambilkan obat pereda mabuk yang di berikan Billy tadi.


"Chen, bangun lah." Kata Nayla sambil menepuk nepuk pipi Chen.


"Eeuygghh. Nayla Nay." Chen hanya melenguh tanpa membuka matanya.


"Haiss kalau begini gimana?" Tanya Nayla pada dirinya sendiri.


Nayla pun akhirnya membuka mulut Chen lalu ia memasukkan pil itu ke dalam mulut Chen dan memaksa mengangkat kepala Chen agar terbangun.


"Ayo bangun sebentar, ini minum." Kata Nayla sambil menahan napasnya karena hanya kepala saja tapi nyatanya sangat berat.


glek.


Satu tegukan sudah cukup bagi Nayla. Akhirnya ia meletakkan kembali kepala Chen ke bantal dan menyelimuti nya dengan selimut.

__ADS_1


"Huh mabuk aja terus. Kirain kemarin di bilangin begitu udah tobat taunya hadeuh emang dasar kampret ya kampret aja." Ujar Nayla kesal.


"Mending aku mandi." Ucapnya lalu ia melangkah menuju kamar mandi.


__ADS_2