Jodohku Seorang Cassanova

Jodohku Seorang Cassanova
Rumah sakit


__ADS_3

"Anak kamu benar-benar keterlaluan Dad!" seru Yeon marah kepada Adinata.


"Mengapa hanya anak aku? Anak Mom juga lah," ucap Adinata tidak mau di salahkan.


"Awas saja anak itu nanti, kalau sampai terjadi sesuatu dengan Nayla dan bayi nya. Aku tidak akan mau menganggapnya anak lagi!" ucap Yeon mengepalkan tangan nya kuat.


Ceklek.


"Dokter bagaimana keadaan menantu saya?" tanya Yeon begitu cemas.


"Alhamdulilah semua baik-baik saja. Hanya saja memang keadaan nya sedikit lemah, di mohon untuk tidak membuat Nona Nayla stres ya. Karena itu akan memicu kontraksi lagi seperti tadi," ucap Dokter.


"Baiklah Dok, terimakasih." ucap Yeon.


"Sama-sama, kalau begitu saya permisi." ujar Dokter sebelum akhirnya pergi.


Yeon dan Adinata pun segera memasuki ruangan Nayla. Yeon mengusap lembut kepala Nayla dengan penuh sayang, ia begitu menyesal karena telah menjodohkan gadis sebaik Nayla untuk anak nya.


Tidak seharusnya Nayla masuk ke dalam dunia anak nya. Tidak seharusnya Nayla tersiksa karena ulah anak nya seperti ini. Tanpa sadar Yeon terisak sendiri membuat Adinata langsung memeluknya.


"Sudahlah, cucu dan menantu kita baik-baik saja." ucap Adinata lembut.

__ADS_1


"Tidak seharusnya kita menikahkan mereka Dad, kasian Nayla hiks hiks." ucap Yeon menangis di pelukan Adinata.


"Nasi sudah menjadi bubur, sudahlah Mom. Dad yakin mereka akan segera kembali bersatu dan bahagia." Ucap Adinata.


"Telfon anak kamu sekarang Dad!" ucap Yeon dingin dan langsung melepaskan pelukan suaminya.


Adinata tidak bisa berkata tidak kepada sang istri, terlebih saat ia melihat aura kemarahan sudah terpancar di wajah istri nya.


Adinata langsung menelfon Chen, namun sudah beberapa kali telfon nya tidak di angkat. Hingga akhirnya Adinata menghubungi Billy.


"Hallo Tuan," ucap Billy di ujung telfon sana.


"Dimana anak itu?" tanya Adinata dingin.


"Katakan Billy!" seru Adinata.


"Tuan Chen sedang menemani Nona Sisil Tuan," ucap Billy pelan membuat Adinata mengusap wajah nya dengan kasar.


"Beritahu anak itu, pulang ke Indonesia hari ini juga!" kata Adinata tegas.


"Baik Tuan, saya akan memberitahu Tuan Chen," ujar Billy.

__ADS_1


"Kalau dia masih berat untuk kembali, katakan yang sebenarnya padanya. Tidak perlu lagi menutupi kalau pada akhirnya dia akan kehilangan juga!" ucap Adinata datar membuat Billy mengerutkan dahinya di seberang sana.


Setelah menerima panggilan dari Tuan Adinata, Billy pun segera menemui Chen yang berada di ruang perawatan Sisil.


Yah, kepergian Chen waktu itu adalah karena Sisil. Sisil yang hendak pergi membuka lembaran baru di Paris ternyata pesawat nya mengalami kecelakaan saat akan landing. Dirinya dan bayi nya selamat namun kedua orang tua nya meninggal di tempat.


Dan entah mengapa nomor Chen lah yang di telfon pihak bandara dan rumah sakit untuk menjadi wali dari Sisil.


Dengan terpaksa Chen pergi ke paris untuk melihat keadaan Sisil dan mencari dimana keberadaan laki-laki yang di duga ayah dari bayi Sisil.


Setelah sebulan lebih koma, kini akhirnya Sisil mulai sadar namun dirinya mengalami amnesia. Ia tidak mengingat apapun dan hanya mengingat bahwa dirinya tengah hamil karena memang perut nya yang sudah terlihat lumayan besar.


.


.


.


Maafkan mommy kalau update nya sedikit, dan jarang yah.


Mommy sibuk banget di dunia nyata tuh, dan juga suami mommy sering cemburu kalau mommy keseringan main hape buat nulis πŸ˜‚sekali lagi maafkan yah πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

__ADS_1


Sekarang mommy mau tanya, kalian lebih suka mommy update sedikit tapi rutin setiap hari begini. Atau update banyak tapi beberapa hari sekali? misal 2-3hari sekali update nya? atau setiap hari meskipun sedikit.


__ADS_2