
"Ada apa Nay?" Tanya Shiming, saat ini mereka sedang duduk berdua di sebuah Caffe.
"Tidak, aku hanya ingin berterimakasih karena kamu cepat tanggap sama kode yang ku berikan." ucap Nayla.
"Hahaha." Shiming tertawa mendengar ucapan Nayla. "Kau tau Nay, selain Sisil sepertinya baru kamu yang bisa membuat Chen semarah itu." Ucap Shiming.
"Hah benarkah? shiming boleh aku bertanya sesuatu?" Tanya Nayla.
"Silahkan." ucap Shiming sambil meminum coffe nya.
"Siapa Sisil?" Tanya nayla pelan.
"Dia hanya masa lalu Chen. Apa kau cemburu?" Tanya Shiming.
"Tidak." Jawab Nayla menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Kau tidak bisa membohongi ku Nay." Ucap Shiming. "Kau mencintai suami mu?" tanya Shiming dengan sedikit senyum.
"Apakah salah?" Tanya Nayla lirih.
"Tidak salah sama sekali, karena menurut ku dia juga mencintai kamu." Ucap Shiming santai.
"Tidak. Dia tidak akan pernah mencintai aku Shim." Ucap Nayla.
"Shiming, apa kau tau tentang perjanjian yang kami buat?" Tanya Nayla karena dulu Nayla pernah mendengar Chen bercerita lewat telfon namun ia tidak tai dengan siapa.
"Yah, kami tau." Jawab Shiming.
"Kami?" Tanya Nayla.
__ADS_1
"Aku dengan Choi." Jawab Shiming.
"Lalu apa yang akan kau lakukan?" Tanya Shiming.
"Aku ingin meminta bantuan kamu." Kata Nayla.
"Apa?" Tanya Shiming.
"Berkencan lah dengan ku." Ucap Nayla membuat Shiming terkejut.
"Hah!" Kata Shiming. "Nayla--"
"Kau tau Shim, dia itu sangat sulit untuk berhenti. Aku butuh bantuan kamu. Bila dia tidak bisa berhenti juga maka aku akan melepaskan nya." Ucap Nayla yakin.
"Kenapa harus aku?" Tanya Shiming.
"Karena hanya kau laki laki yang dekat dengan ku." Ucap Nayla cemberut. "Kau tau aku tidak pernah punya teman laki laki. Bahkan pacaran saja belum pernah, eh malah di jodohkan dengan kampret seperti itu."
"Tentu saja dia sangat beruntung, hanya saja dia kurang bersyukur. Otak dia itu udah terkontaminasi dengan berbagai bentuk sel@ngk@ng@n." Ucap Nayla sukses membuat Shiming semakin terbahak bahak.
"Astaga Nay hahaha." Shiming tidak bisa menahan tawa nya. Menurut nya Nayla benar benar polos dan lucu.
'Si Chen benar benar beruntung mendapatkan gadis sebaik kamu Nay, tapi kamu yang sial karena harus mendapatkan laki laki seperti dia.' Gumam Shiming dalam hati.
"Oke oke aku mengerti Sekarang. Selama dua hari aku akan membantu mu. Karena lusa aku harus sudah kembali ke China." Ucap Shiming.
"Oke, terimakasih Shiming. Kau memang sahabat terbaik si kampret." Kata Nayla terkekeh.
Setelah mengatur rencana, Shiming pun mengantarkan Nayla kembali ke apartemen, sepanjang perjalanan Shiming hanya menjadi pendengar yang baik untuk Nayla. Shiming sedikit terkesan dengan tingkah polos dan lugu Nayla. Namun ia juga takjub karena Nayla ingin berusaha mempertahankan hak nya.
__ADS_1
"Masuk lah." Ucap Shiming saat mengantarkan Nayla sampai depan pintu Unit nya.
"Hem, kamu hati hati yah." Kata Nayla tersenyum.
Ceklek!
Tiba tiba pintu terbuka hingga membuat Nayla dan shiming terkejut, ralat pura pura terkejut maksud nya.
"Astaga kampret! Hobi banget sih buat orang jantungan." Kata Nayla sambil memegang dada nya.
"Darimana kalian?" Tanya Chen datar menatap Shiming dan Nayla bergantian.
"Makan." Jawab Nayla ketus.
"Baiklah, Shiming terimakasih atas makan malam nya. Kamu hati hati yah pulang nya." Ucap Nayla lembut sambil tersenyum manis ke arah Shiming.
"Hem, kamu juga istirahat lah. Besok pagi aku jemput." Ucap Shiming.
"Minggir!" Seru Nayla karena tubuh Chen memenuhi pintu.
"Darimana kalian?" Tanya Chen pada Shiming saat Nayla sudah masuk.
"Makan. Bukan kah tadi Nayla sudah menjawab?" Tanya Shiming pura pura bingung.
"Shiming! Kau tentu tau maksud ku." Ucap Chen.
"Hahaha, sorry bro kami hanya sekedar makan saja." Kata Shiming.
"Cih, alasan basi." Cibir Chen.
__ADS_1
"Chen, aku punya sedikit kata kata untuk mu." Ucap Shiming.
"Pertahankan apa yang kau miliki saat ini sebelum akhirnya kau kehilangan nya. Jangan kau kejar sesuatu yang belum pasti akan menjadi milikmu." Ucap Shiming lalu ia pergi meninggalkan Chen yang masih diam mencerna ucapan Shiming.