
"Kenapa kalian baru datang?" Tanya Yeon saat melihat Chen dan Nayla baru datang.
"Iya, bukan kah kemarin kau bilang akan datang jam 11 an mengapa sudah hampir acara kalian baru sampai?" tanya Adinata.
"Mom, Dad tadi itu Chen se eemmtt." Nayla menatap tajam ke arah Chen yang tiba tiba membekap mulut nya dengan tangan.
"Nayla terlalu lama berdandan, jadi maafkan kami." Ucap Chen masih dengan membungkam mulut Nayla.
"Sialan kenapa malah aku yang di salahkan, Padahal jelas jelas kita telat datang karena aku menunggu nya mandi dua kali. Emang dasar suami kampret. Dia yang buat kesalahan aku yang di kena sasaran, awas aja nanti. Tunggu pembalasan Nayla." Gumam Nayla dalam hati sambil menatap tajam ke Arah Chen.
"Diam dan nurut." Bisik Chen di telinga Nayla sambil melepaskan bungkaman nya.
"Makanya lain kali kalau mau olah raga lima jari lihat sikon dulu." Bisik Nayla juga di telinga Chen hingga membuat Chen geram.
"Lain kali aku akan pastikan aku tak akan melakukan nya lagi karena aku akan membuatmu ikut olah raga dengan ku." Ucap Chen dengan menyeringai.
Glek!
Nayla menelan saliva nya saat mendengar ucapan Chen.
"Kita lihat saja nanti, siapa yang akan kalah duluan." Ucap Nayla pura pura berani.
"Kalian berdua bisik bisik apa sih?" Tanya Ratna penasaran.
__ADS_1
"Ah tidak apa apa Mah." Ucap Nayla.
"Baiklah Chen silahkan kalian buka acaranya." Ucap Adinata sambil melihat jam di tangan nya.
Chen pun mulai membuka acara dengan memberikan pidato ringan namun padat dan jelas. Bohong bila Nayla tidak terpesona melihat Chen yang begitu berwibawa dan berkharisma hari ini.
Untuk sesaat Nayla merasa bahwa Chen adalah sosok laki laki paling sempurna.
"Bagaimana cucu Mom, apakah sudah otw?" Bisik Yeon di telinga Nayla sehingga membuat lamunan Nayla ambyar.
"Mom." Rengek Nayla membuat Yeon terkekeh.
"Tidak apa apa. Kalian puas puasin saja masa pacaran nya, Mom tidak akan memaksa untuk buru buru memiliki anak. Tapi kamu juga jangan KB ya sayang." Ucap Yeon lagi.
Setelah memberikan beberapa pidato, Chen dan Adinata menghampiri Nayla dan orang tua nya. Mereka melanjutkan berbincang bincang hingga tiba tiba seseorang datang dan langsung memeluk Chen dengan erat sehingga membuat sang empunya terkejut.
"Chen!" Ucap Yeon menatap tajam ke arah anaknya.
"Mom, Chen tidak tau ini siapa." Ucap Chen sambil berusaha melepaskan pelukan wanita itu, setelah terlepas ia segera membalikkan tubuhnya dan--
Deg!
Jantung Chen berdetak semakin tidak karuan kala melihat seorang wanita yang sangat ia kenal kini berada di depannya.
__ADS_1
"Sisil." Gumam Chen pelan sambil menatap Sisil dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Selamat ya atas peresmian hotel baru nya, aku seneng banget karena kamu akhirnya berhasil membangun hotel dengan nama kita." Ucap Sisil senang sambil menggenggam tangan Chen.
Entah mengapa Nayla merasa sangat sesak di dadanya kala melihat pemandangan ini.
"Apa maksud nya Chen?" Tanya Yeon menatap tajam ke arah Chen.
"Mom A--" ucap Chen segera terpotong karena Sisil lebih dulu berbicara.
"Tante, apa kabar?" Tanya Sisil sok ramah namun Yeon hanya diam dan menatap sisil dengan tatapan datar.
"CNN HOTEL itu bukan kah nama kami berdua? Chen n Naysila. Iya kan beb?" Tanya Sisil sambil langsung merangkul lengan Chen dengan manja.
"Ayo sayang kita makan saja." Ucap Ratna yang begitu kecewa dengan menantu dan besan nya, ia segera membawa putri nya pergi dari sana.
"Kamu benar benar berhasil membuat orang tua kamu malu Chen!" Ucap Yeon penuh penekanan pada Chen sebelum akhirnya pergi.
"Mom!" Teriak Chen namun Yeon tidak memperdulikan nya.
"Kenapa kau bisa disini?" Tanya Chen dengan wajah datar nya.
"Hehehe maafkan aku beib, maaf karena aku baru kembali. Aku berusaha mencari kamu beberapa bulan ini, namun tidak ketemu. Sampai akhirnya aku bertemu mereka dan mereka memaksa ku ikut kemari." Ucap Sisil menunjuk seseorang yang tengah berjalan ke arah mereka.
__ADS_1