
Sesampainya di dalam kamar, Nayla segera menghempaskan tubuhnya di kasur. Chaca dan Hanna saling berpandangan lalu mereka menyusul Nayla dan duduk di samping Nayla.
"Nay, lo kalau mau nangis. nangis aja." Kata Chaca pelan.
"Hah aku nangis kenapa?" Tanya Nayla sambil menyerngitkan dahinya.
"Lo gak bisa bohong sama gue Nay!" Cibir Chaca kesal. Memang benar, mata Chaca itu tajam.Setajam mulut tetangga. Chaca bisa melihat mana yang bohong dan mana yang jujur. dan Chaca tau kalau saat ini Nayla sedang menahan cemburu dan marah sama kelakuan suaminya.
"Chacaaaaa!" Nayla langsung menjerit sambil memeluk Chaca dengan erat, membuat Chaca dan Hanna menghela napasnya dengan berat.
"Nay, lo udah jatuh cinta sama dia?" tanya Chaca.
"Gak tau. tapi aku marah lihat cewek itu Cha. aku aku takut." Ucap Nayla terisak.
"Lo takut kehilangan dia?" Tanya Chaca.
"Bukan." Jawab Nayla sambil menyeka air mata nya.
"Terus?" Tanya Hanna.
__ADS_1
"Aku takut jadi janda huaaaaa." Nayla kembali menangis kala membayangkan dirinya akan menjadi janda bila Chen menceraikan nya secepat ini.
"Aku gak nyangka bahwa aku akan menjadi janda secepat ini Cha, Han." Ucap Chaca.
"Setan!" Kata Chaca menoyor kepala Nayka dengan gemas.
"Perasaan lo gimana sih sama dia, heran gue. Lo gak sakit hati gitu dia di peluk peluk sama cewek gak jelas." Kata Chaca gemas.
"Enggak." Jawab Nayla cepat. "Aku bodo amat kalau mereka mau pelukan atau bahkan mau main celap celup juga bodo amat, yang aku pikirin cuma aku takut dia nyerein gue secepet ini. Kalian tau kan kita masih kuliah, gak lucu banget kalau kuliah tapi status nya janda astaga." Ucap nayla menggelengkan kepalanya.
"Lo gak mau jadi janda tapi lo juga gak mau mempertahankan dia. Emang kalian itu sama sama kampret sih gue rasa." Ucap chaca kesal.
Setelah makan, mereka bertiga kembali naik ke kasur setelah mengganti pakaian nya. Mereka memutuskan untuk begadang menonton drama korea kesukaan nya. Sudah lama sejak Nayla menikah mereka tidak pernah lagi tidur bertiga. Padahal dulu mereka sering tidur bertiga kala Chaca menginap di kosan.
"Anjir bikin pengen hahahaha." Ucap Chaca saat melihat ada adegan kissing di drama tersebut.
"Setan kamu Cha!" Kata Hanna kesal.
"Halah gak usah sok polos. Kalian berdua udah gak sepolos dulu ya kan hahaha." Kata Chaca tertawa membuat wajah Hanna dan Nayla Merona bersamaan hingga membuat tawa Chaca semakin pecah.
__ADS_1
"Eh Cha, kamu udah ciuman sama om duren?" Tanya Nayla. "Gimana rasanya." Chaca langsung diam dan menatap Nayla dengan dalam.
"Lo sendiri gimana rasanya di cip@k sama kampret Nay?" Tanya Chaca dengan wajah serius membuat Nayla mencebik kesal.
"Hahaha." Hanna tertawa melihat Nayla dan Chaca.
"Oke oke gini biar adil, kuy ceritain firstkiss kalian." Ucap Hanna membuat Nayla dan Chaca langsung menatap ke arahnya.
"Ayolah aku penasaran. Cuma ciuman pertama ya bukan malam pertama." Ucap Hanna kesal.
"Anjrit Hanna." Ucap Chaca menggelengkan kepalanya.
Hanna hanya tersenyum menatap ke langit langit kamar, pikiran nya melayang saat ciuman pertamanya yang di ambil oleh sang kekasih.
"Astaga Hanna gak usah mikir mesum disini juga kalii." Ucap Nayla tertawa di sambung Chaca.
"Iks kalian itu ya ngeselin." Ucap Hanna kesal namun ia juga tertawa.
Akhirnya mereka pun menghabiskan waktu hingga jam 3 pagi sampai akhirnya mereka tertidur pulas. Dan saat itu pula ada seseorang yang memasuki kamar mereka bertiga.
__ADS_1