
Nayla langsung merebahkan tubuhnya di sofa kala pulang dari rumah Jenar, matanya menatap langit langit apartemen sambil memikirkan nasib pernikahan nya.
"Bertahan, lepaskan, bertahan, lepaskan, bertahan, lepaskan." Gumam Nayla.
"Astaga lama lama aku bisa jadi gila. Ah iya apakah Shiming masih di indo yah?" Tanya nya pada diri sendiri. Lalu Nayla segera merogoh hape nya di tas dan mencari nomor telfon Shiming.
Nayla Calling Shiming 📞
Tuutttt....
Tuuuttt...
"Hallo." Jawab Shiming di seberang sana.
"Hallo." Jawab Nayla sedikit gugup.
"Ada apa Nay?" Tanya Shiming.
"Shiming apakah kau masih disini? Em maksud ku di Indonesia?" Tanya Nayla.
"Iya aku masih disini, ada apa?" Tanya Shiming.
"Ah enggak, hemm begini bisakah kita bertemu? Kapan kau akan kembali ke China?" Tanya Nayla.
__ADS_1
"Oh lusa aku pulang. Bagaimana kalau malam ini aku jemput kamu." Ucap Shiming.
"Benarkah?" Ucap Nayla senang. "Baiklah jam 7 aku tunggu di apartemen Kampret, kau tau kan dimana." Kata Nayla.
"Kampret?" Tanya Shiming bingung.
"Ah Chen maksud ku." Kata Nayla.
"Hahaha Nayla kau itu lucu sekali sih." Ucap Shiming tertawa karena mendengar nama panggilan Chen.
"Baiklah, nanti jam tuju aku ke sana." Kata Shiming.
"Oke aku tunggu." Kata Nayla lalu sambungan telfon terputus.
Karena jam sudah jam lima, maka Nayla segera bergegas untuk mandi dan bersiap.
Setelah menimang nimang baju mana yang akan ia kenakan, akhirnya pilihan Nayla jatuh pada dres biru langit pas selutut berlengan pendek. Tak lupa Nayla juga memakai tas dan sepatu yang sepadan dengan pakaian nya.
"Kau mau kemana?" Tanya Chen yang entah sejak kapan sudah berdiri di belakang Nayla.
"Astaga kampret!" Ucap Nayla terkejut. "Kau mau membuat ku terkena serangan jantung!" Imbuhnya kesal.
"Kau mau kemana?" Tanya Chen sekali lagi tanpa memperdulikan gerutuan Nayla.
__ADS_1
"Jalan." Jawab Nayla santai.
"Sama siapa? Kemana?" Tanya Chen lagi.
"Sama siapa? Bukan urusan kamu. Dan kemana? Juga bukan urusan kamu." Jawab Nayla ketus.
"Nayla!" Seru Chen geram.
"Apa sih. Kamu mau pergi kemana pun sama siapa pun apa pernah kamu izin ke aku hah? Enggak kan. Jadi aku mau pergi sama siapa dan kemana saja gak usah ikut campur." Ucap Nayla lalu ia segera beranjak keluar karena rupanya Shiming tengah menunggu nya di lobi apartemen.
Chen pun diam dan tidak perduli dengan Nayla. namun saat ia hendak ke kamar mandi pikiran nya selalu terbayang bayang kemana dan dengan siapa Nayla akan pergi. Akhirnya Chen mengurungkan niatnya untuk mandi. Ia langsung mengambil Hape dan dompet serta kunci mobil nya yang sudah ia letakkan di atas meja. Ia bergegas langsung mengejar Nayla yang rupanya sudah menaiki lift.
"Shitt!" Umpat Chen.
Setelah menunggu akhirnya lift satu lagi tiba dan ia segera masuk ke dalam lift. Saat Chen sudah berada di lantai bawah ia sudah tidak menemukan Nayla. Namun matanya memicing kala melihat sebuah mobil yang ia kenali.
"Bukankah itu mobil yang di kenakan Shiming kemarin malam?" Gumam Chen lalu ia segera merogoh hape nya untuk menghubungi Shiming namun nihil, Shiming tidak mengangkat nya.
.
.
.
__ADS_1
Mommy sempetin buat nulis meskipun lagi sibuk bgt karena anak sakit.
So kalian jangan pelit like dan komen yah 😘🥰