Jodohku Seorang Cassanova

Jodohku Seorang Cassanova
Bertengkar


__ADS_3

"Shiming ayo kesini." Teriak Nayla saat sudah berada di bibir pantai, namun Shiming masih bergeming di tempat nya.


Merasa panggilan nya tak di hiraukan, akhirnya Nayla menghampiri Shiming dan menarik nya ke bibir pantai.


"Nay, kita gak bawa baju ganti loh nanti basah." Kata Shiming berusaha menjauh dari pantai.


"Ihh gapapa seru tau, ayo." Kata Nayla terus berusaha menarik Shiming agar mau kena air.


"Hahaha ayo Shiming ayo." Kata Nayla begitu riang hingga tiba tiba.


Brug.


Shiming terjatuh dan karena tangan Nayla masih menariknya otomatis Shiming juga menarik Nayla hingga kini mereka berdua terjatuh di bibir pantai dan membuat baju mereka basah.


Deg!


Jantung Nayla tiba tiba berdetak kencang kala matanya bertemu dengan mata Shiming, begitu pun dengan Shiming juga merasakan hal yang sama dengan Nayla.


Byurr..


Suara deburan ombak di tambah suasana pantai yang begitu sepi membuat kedua nya terhanyut, tiba tiba Shiming menarik tengkuk Nayla hingga membuat dahi mereka kini menyatu.


Deg deg deg deg


Jantung Nayla semakin berdetak tidak karuan, spontan ia pun menutup matanya kala tangan Shiming semakin menekan tengkuknya. Hingga tiba tiba sebuah suara merusak moment mereka dan membuat kedua nya kelabakan.


"Ehem!"

__ADS_1


"Kampret!"


"Chen!"


Ucap shiming dan Nayla bersamaan lalu mereka segera beranjak dan berdiri.


"Shiming, apakah kau sudah jatuh miskin hingga tidak mampu menyewa kamar sehingga kau berbuat seperti itu di tempat umum begini?" Tanya Chen sukses membuat amarah Nayla naik.


"Kami tidak sengaja terjatuh tadi." Jawab Shiming sambil mengibas ngibaskan pasir yang mengenai celana nya.


"Hah, kau pikir aku percaya? Kau berniat untuk mencumbu istriku?" Ucap Chen dengan rahang mengeras.


"Astaga Chen, kau pikir otakku sama dengan otak mu." Sungut Shiming kesal.


"Hah, kucing di beri ikan mana ada yang menolak." Cibir Chen.


"Oh ya benarkah? Buktinya kau hampir di cium sama laki laki lain yang bukan suami kamu. Kalau saja tadi aku tidak datang apa kalian akan melakukan yang lebih." Cibir Chen.


Plaakk!


Nayla menampar kuat pipi Chen hingga membuat pipi Chen yang putih mulus bak keramik baru kini memerah.


"Kau--" Ucap Chen sambil memegang pipi nya yang terasa panas.


"Aku gak semurahan itu Chen!" ucap Nayla dengan mata berkaca kaca.


Setelah berkata seperti itu Nayla segera berlari meninggalkan Chen dan Shiming yang masih mematung di tempat nya.

__ADS_1


"Kalau cemburu bilang bro." Ucap Shiming sambil menepuk bahu Chen lalu pergi menyusul Nayla.


"Hah yang benar sjaa aku cemburu? Tidak mungkin." Kata Chen tertawa getir.


"Sssshhh tapi lumayan panas juga tangan tu cewek. sial!" Umpat Chen lalu kembali ke mobil nya.


"Tuan, anda menghindari nona Sisil hanya untuk mendapatkan tamparan seperti ini?" Tanya Billy yang sedari tadi melihat pemandangan mereka bertiga.


"Billy." Tekan Chen memberikan tatapan tajam kepada Billy.


"Baik Tuan saya mengerti." Ucap Billy sambil menelan Saliva nya dengan kasar.


Chen mengamati Shiming yang masih berkeliling kesana sini mencari keberadaan Nayla yang belom juga ia temukan.


Dalam hati Chen juga sebenarnya khawatir namun ia enggan untuk ikut mencari. Namun otak dan hati nya berbeda pendapat hingga membuatnya mengerang frustasi.


"Shittt!" Umpat Chen sambil mengusap wajahnya kasar.


"Kembali ke pantai." Ucap Chen kepada Billy.


Chen ikut membantu Shiming mencari keberadaan Nayla di sepanjang pantai, bahkan kini nomor Nayla sudah tidak aktif lagi.


Sedangkan kini Nayla tengah menikmati rendaman air panas di sebuah hotel yang tidak jauh dari pantai tersebut.


"Biar sajalah mereka mencari ku, sekali sekali aku harus memberi pelajaran kepada kampret itu. enak aja menyamakan ku sama pelac*r sialan itu." Kata Nayla sambil mengusap usap lengan nya dengan busa.


"Kita lihat seberapa hebat kamu bisa menemukan ku." Ucap nayla terkekeh sendiri.

__ADS_1


__ADS_2