Jodohku Seorang Cassanova

Jodohku Seorang Cassanova
Bonchap 1


__ADS_3

"Mom!" teriak Saka di pagi hari begitu menggelegar.


"Astaga Saka pelan pelan Nak turun nya jangan lari begitu," ucap Nayla menggelengkan kepala nya saat melihat Saka menuruni tangga dengan terburu buru.


"Mom, apakah hari ini kita jadi menjenguk Kakak?" tanya Saka antusias. Nayla tersenyum lalu ia mengangguk pelan.


Setiap liburan semester, Saka, Nayla dan Chen pasti akan selalu pergi ke Bandung untuk menjenguk Cahaya. Saka begitu antusias akan hal itu, karena ia sangat merindukan sosok sang Kakak.


"Ayo Mom," ajak Saka menarik tangan Nayla tidak sabar.


"Hey, kita sarapan dulu baru habis itu berangkat oke!" ucap Nayla terkekeh.


"Baiklah," ujar Saka lemas.


Selama perjalanan menuju kota Bandung, Saka hanya tertidur di jok belakang. Karena ia begitu antusias setiap kali hendak menjenguk Cahaya maka ia pasti tidak akan bisa tidur malam nya. makanya ia akan bangun pagi pagi sekali dan akan tertidur saat di mobil.

__ADS_1


"Ck anak kamu benar benar persis sama kaya kamu," ucap Nayla menggelengkan kepalanya saat melihat Saka tidur dengan mendengkur.


"Hey, mengapa hanya anak aku? jelas sekali kau yang mengandung sayang," ucap Chen tak terima selalu di kata seperti itu.


Chen terkadang suka heran, mengapa bila ada hal baik mengenai anak nya akan selalu di bilang anak Mommy, tapi bila hal buruk pasti akan di bilang anak Daddy. Walau kenyataan memang benar adanya. batin Chen.


"Aku mengandung juga hasil dari kecebong kamu," jawab Nayla santai.


"Tapi kamu menikmati saat saat kecebong itu masuk Kan?" tanya Chen menyeringai.


"Oh ayolah Sayang, bahkan kau selalu menagih nya hingga saat ini," ucap Chen terkekeh. Memang benar adanya bahwa akhir akhir ini Nayla selalu mengajaknya olah raga setiap malam. Tentu saja Chen sangat menyukai nya dan dengan senang hati melayani sang ratu.


"Chen tutup mulut kamu, apa kau tidak malu bila di dengar anak kamu!" seru Nayla dengan wajah yang sudah sangat merona.


"Tenang lah Sayang, nanti saat kita tiba di Bandung, kau bisa meminta nya lagi. Aku yakin kecebong ku dengan senang hati akan memasuki istana mu. Terlebih di sana cuaca nya akan sangat mendukung," ucap Chen pelan seperti berbisik.

__ADS_1


"Astaga Chen!" Nayla menutup wajah nya dengan kedua tangan nya hingga sukses membuat Chen tergelak.


Setelah beberapa saat, perjalanan trasa begitu cepat berlalu. Tanpa terasa Kini mobil yang di tumpangi Chen sudah sampai di rumah Nayla yang di kota Bandung.


Saka pun sudah bangun dari tadi, ia langsung turun untuk menemui sang Kakak.


"Kakak!" teriak Saka mencari keberadaan Cahaya.


"Saka ucapkan salam dulu Nak," ucap Nayla seketika membuat Saka yang hendak berteriak kembali langsung membalikkan tubuhnya menghadap Nayla dan terkekeh.


"Hehehe maaf Mom, Saka lupa," ujar nya sambil menggaruk tengkuk yang tidak gatal.


"Assalamualaikum, Abah, emak!" teriak Saka mengetuk pintu rumah namun tidak juga kunjung di buka.


"Mom, Dad sepertinya mereka tidak ada di rumah," ucap Saka sedih, padahal biasanya saat ia tiba dari Jakarta maka Cahaya beserta Abah dan emak nya sudah menunggu di depan pintu menyambut kedatangan nya. Tapi kali ini Saka harus menelan kekecewaan karena tidak di sambut bahkan Saka sudah berteriak dan tidak ada jawaban sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2