
"Aaaww sshhh." Nayla meringis kala merasakan pusing luar biasa di kepalanya.
Ia mulai mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya lampu di kamarnya.
Nayla menatap sekeliling dan kosong, ia tidak menemukan siapapun, memang nya siapa yang ia harapkan. Batinnya.
Ceklek!
Pintu kamar nya terbuka dan Chen masuk dengan membawa sebuah nampan yang ia yakini berisi sebuah makanan dan minuman.
"Kau sudah bangun?" tanya Chen lembut membuat Nayla mencebik kesal.
"Makan lah." Kata Chen sambil menyerahkan nampan nya kepada Nayla.
Bukannya memakan sup yang di bawa oleh Chen, Nayla malah menatapnya dengan tatapan yang sulit di mengerti oleh Chen.
"Maaf kalau aku sudah membuat mu terluka." Ucap Chen tulus.
"Hahaha aku terluka? Why?" Tanya Nayla sambil menahan tawanya.
"Sebaiknya kamu makan sup ini agar pengar mu segera hilang." Ucap Chen. "Dan aku mohon jangan pernah lagi datang ke tempat seperti itu." Pinta Chen.
"Kenapa?" Tanya Nayla datar. Kepalanya masih sangat pusing akibat mabuk semalam.
"Karena itu tidak baik untuk kamu Nay!" Ucap Chen.
__ADS_1
"Hahaha apa perduli mu?" Tanya Nayla.
"Nayla!" Seru Chen yang merasa ucapan nya tidak di dengarkan oleh Nayla.
"Apa sih? Kamu jangan lupa perjanjian kita. URUS URUSAN MASING MASING. suka suka aku mau kemana dimana dan sama siapa." jawab Nayla santai.
"Ah iya kemana ponsel ku, apakah Shiming sudah kembali ke China?" Tanya Nayla sambil matanya mencari cari tas nya namun tak ada.
"Nayla!" Geram Chen.
"Apa sih, kau bisa puas bercinta dengan kekasih mu lalu mengapa kau melarang ku untuk dekat datang ke Club lagi!" Seru Nayla kesal.
"Sekali lagi aku melihat mu datang ke tempat seperti itu aku sendiri yang akan membuat mu kapok dengan sendiri nya." Ucap Chen tajam.hh
Seperginya Chen dari kamar, Nayla kembali terdiam sambil menatap sup yang berada di pangkuan nya.
"Setidaknya dia sudah punya niat baik." Ucap Nayla lalu ia segera memakan sup itu karena memang perut nya sudah terasa sangat lapar.
"Seenaknya aja dia nyuruh aku gak boleh dateng ke sana lagi, sedangkan dia tiap pulang kerja selalu ngapel ke sana hahaha lucu sekali suamiku itu."
"Dia pikir dia itu siapa mau mengatur ku begitu."
"Awas aja nanti, aku pastiin kamu akan memohon padaku kampret!"
Nayla terus bergumam sendiri sampai tidak menyadari bahwa sup itu kini telah tandas.
__ADS_1
"Ini mangkok nya bocor apa aku yang kecepatan makan nya." Kata Nayla lalu ia segera meletakkan mangkuk itu ke meja dan ia melangkahkan kakinya ke kamar mandi.
...Hotel...
Chen tengah mengadakan meeting dengan beberapa karyawan nya. Namun saat di tengah tengah meeting tiba tiba pintu di buka kasar oleh seseorang dengan wajah cemberut manja nya.
"Shiitt!" umpat Chen geram.
"Billy." Ucap Chen dingin. billy yang mengerti pun langsung menarik tubuh perempuan itu keluar.
"Chen, aku mau bicara sama kamu. Yaaa Chen!" Teriak nya sambil terus meronta.
Chen adalah type orang yang sangat benci kala ada yang mengganggu saat diinya tengah serius bekerja. bagi Chen time is money dan money bisa memuaskan nya. Tentu saja.
"Baiklah kita lanjutkan." Ucap Chen lalu kembali memimpin meeting nya.
"Billy lepaskan!" Sisil terus meronta agar Billy melepaskan tangannya.
Dan saat sudah di depan pintu utama Billy langsung menghempaskan tangan Sisil dengan kasar hingga membuat Sisil tersungkur ke lantai.
"Silahkan pergi Nona. Saya sudah mengantarkan anda sampai pintu keluar." ucap Billy datar.
"Billy kau sudah berani kurang ajar sama saya hah!" sentak Sisil kepada Billy.
"Pergi dari sini sekarang atau saya akan melakukan hal yang lebih dari ini." Ucap Billy dingin.
__ADS_1