
"Nayla!" Panggil Hanna saat melihat Nayla turun dari mobilnya.
"Maaf ya Han soal kemarin," ucap Nayla tidak enak.
"Minta maaf soal apa?" Tanya Hanna.
"Soal kedatangan ku dan Chen ke kosan." Kata Nayla pelan.
"Yaelah santuy aja Nay," ucap Hanna terkekeh.
"Aku gak nyangka kalau dia akan menjemput ku ke tempat kamu," ujar Nayla.
"Kamu gak tau Nay, setelah kalian pergi kamar ku mendadak heboh sama anak anak, apalagi si Gisel ruh hadeuh rempong nya minta ampun." cerita Hanna.
"Lah kata Chen tidak ada yang tau kalau dia masuk kosan? bagaimana bisa Gisel heboh?" Tanya Nayla bingung.
"Haduh Nay, mereka semua di dalam kamar dan mengintip dari jendela nya. Setelah kalian pergi baru mereka pada keluar hadeuh. Lagian juga suami kamu ngapain sih gak pake baju begitu astaga buat mata suci ku ternoda saja " Ucap Hanna terkekeh.
"Yeee ternoda pala nya yang ternoda. kamu aja udah sering nonton begituan kan sama Aa kamu itu." Sungut Nayla kesal membuat wajah Hanna merona malu.
__ADS_1
"Aahh Nayla bisa aja." kata Hanna. "Dah ah yuk ke kelas." Ajaknya lalu ia segera menggandeng Nayla menuju kelas.
Sedangkan di sebuah hotel CNN tempatnya di ruang kerja Chen, ia sedang di pusingkan oleh kedatangan mantan kekasih nya dan juga sahabat nya.
"Jadi intinya apa maumu?" Tanya Chen sambil memijit pelipisnya yang pusing.
"Aku mau kau menikahi ku," kata Sisil tegas membuat Chen langsung tertawa terbahak bahak.
"Menikahi mu? Hahaha kau bercanda," Chen tertawa mengejek ke arah sang mantan.
"Kalau kau tidak mau menikahi ku maka bersiaplah aku akan menghancurkan CNN dan karir mu." Kata sisil dengan senyum menyeringai.
"Hahaha lakukan apa yang bisa kau lakukan sebelum akhirnya aku yang melakukannya untukmu," ucap Chen dingin.
"Kau yang meninggalkan ku, dan kau juga yang kini ingin menjebak ku? kau lucu sekali sil," ucap Chen.
"Aku gak mau tau, pokoknya kamu harus tanggung jawab atau aku akan bicara langaung dengan istri mu," kata Sisil mengancam.
"Kau—" seru Chen langsung berdiri dan beranjak dari kursinya.
__ADS_1
"Chen, aku mohon anak ini tidak bersalah. Aku janji setelah anak ini lahir maka aku akan meninggalkan mu. Aku hanya menginginkan status anak ini jelas saja aku mohon Chen." ucap Sisil dengan mengatupkan kedua tangannya di dagu.
Kini tak ada pemaksaan lagi di wajah Sisil, ia akan memohon dengan bersungguh sungguh kepada Chen agar mau menikahi nya.
"Apa kau yakin dia anakku?" Tanya Chen dengan mencengkram dagu Sisil dengan kuat hingga membuat sang empunya kesakitan.
"I—iya Chen auw lepas sakit!" Ucap Sisil terisak.
"Bukan kah kau juga pernah bermain dengan Choi mengapa kau tidak meminta pertanggung jawaban juga padanya?" tanya Chen santai.
"Enak aja!" Sungut Choi dengan kesal karena dirinya di ikut sertakan.
"Chen kami sudah tidak melakukan nya lama. Dan yang terakhir itu dengan mu." Ucap Sisil lirih.
"Hahahaha kenapa kau menjadi begitu murahan Baby," ucap Chen dengan senyum meremehkan Sisil.
"Chen—" kata Sisil dengan bibir bergetar, ia tidka menyangka Chen akan menghina nya sedalam itu.
"Why? apa aku salah? Kau bahkan tidak malu lagi saat melakukan itu dengan banyak laki kaki. Dan sekarang kau meminta pertanggung jawaban dari ku yang baru melakukan nya dengan mu dua kali haahaha apa kau pikir aku akan percaya bahwa itu anakku?" Tanya Chen memandang remeh Sisil.
__ADS_1
Brak!
Pintu terbuka dengan lebar dan kencang membuat Chen, Choi dan Sisil terkejut dan langsung menatap ke arah pintu.