Jodohku Seorang Cassanova

Jodohku Seorang Cassanova
menjemput Nayla


__ADS_3

"Nay," panggil Chen saat Hanna membuka pintu kamar nya.


"Dia baru saja tertidur," ucap Hanna pelan sambil membuang wajahnya.


Chen hanya menghela napasnya dengan kasar, lalu ia segera mengangkat tubuh Nayla dan membawanya keluar dari kamar Hanna.


"Terimakasih," ucap Chen sebelum ia keluar dari kamar Hanna.


Chen meletakkan tubuh Nayla dengan sangat hati-hati ke dalam mobil, tak lupa ia memasang kan selfbet agar tubuh Nayla tetap aman.


Setelah memastikan posisi Nayla nyaman, ia pun segera menancapkan gas nya menuju apartemen nya.


"eugh," lenguh Nayla saat merasa tubuhnya terguncang. Dengan perlahan Nayla mulai membuka matanya dan ia mendapati ternyata dirinya tengah berada di dalam sebuah mobil, Nayla langsung terbangun seketika dan menatap ke arah samping.


"Kampret!" Pekik Nayla terkejut.


"Kau sudah bangun?" Tanya Chen lembut tanpa menatap ke arah Nayla.


"Ba—bagaimana bisa aku di mobil mu?" Tanya Nayla.


"Aku yang mengangkat mu lah, siapa lagi memang nya." Jawab Chen santai.


"Kembaliin aku ke tempat Hanna, aku mau tidur di kos," ucap Nayla tegas.


"Kau punya suami, dan suami mu tak mengizinkan kau menginap di tempat teman mu!" Ucap Chen dingin dan datar.


"Oh," balas Nayla juga dengan nada datar nya.

__ADS_1


"Kenapa cuma Oh?" Tanya Chen langsung menatap ke arah Nayla sesaat.


"Lalu? Aku lelah berdebat dengan mu." Ucap Nayla pelan lalu ia menatap ke arah luar jendela dan diam.


"Nay," panggil Chen pelan setelah ia berhasil menepikan mobilnya.


"kenapa berhenti?" Tanya Nayla sedikit takut karena kini mobil Chen berhenti di sebuah taman yang gelap gulita dan minim cahaya lampu.


"Nay," panggil Chen lagi kini dirinya sedang menatap Nayla dengan dalam.


"Hem," jawab Nayla masih enggan menatap Chen.


"Apa kau marah padaku?" Tanya Chen serius.


"Menurut mu?" Tanya Nayla balik.


"Nay, apa kau menyesalinya?" Tanya Chen.


"Menurut mu?" Tanya Nayla balik, bukan kah Chen yang menyesal. Batin Nayla.


"Tidak." Jawab Chen dengan yakin membuat Nayla langsung menatap ke arah Chen dengan intens.


"Kalau kau menyesal kau akan menolak ku saat aku mengajak mu bermain lagi waktu di kamar mandi," ucap Chen sukses membuat wajah Nayla terasa sangat panas.


"Terpaksa," jawab Nayla sambil mengalihkan pandangan nya.


"Tatap mata aku Nay, katakan kalau memang kamu terpaksa melakukan nya!" Ucap Chen dengan tegas.

__ADS_1


"Apa yang mau kau dengar hah?" Tanya Nayla langsung menatap mata Chen.


"Bukankah kau yang menyesal telah melakukan nya dengan ku? Bukan kah kau yang menyesal karena menyentuh ku, karena itu artinya kau kalah. Kau akan meninggalkan dunia mu, iyakan? Kau menyesalinya kan!" Seru Nayla dengan suara tinggi dan tanpa sadar hingga membuat matanya berkaca kaca.


"Tidak!" Jawab Chen dengan cepat, "aku tidak pernah menyesalinya sama sekali." Katanya.


Nayla terdiam dan semakin menatap mata Chen dengan dalam, Nayla berkedip hingga membuat air matanya langsung luruh. Nayla tak menemukan kebohongan di mata Chen, apakah itu artinya memang Chen sudah mulai mencintainya? Batin Nayla.


"Tatap mata aku Nay, lihat dan rasakan ketulusan ku." Ucap Chen dengan tegas, kini tangan nya sudah meraih tangan Nayla dan menggenggam nya dengan erat.


"I love you," ucap Chen dengan suara pelan namun Nayla mampu mendengarnya. Tentu saja Nayla terkejut namun ia tidak mau begitu saja percaya dengan ucapan Chen meskipun dia tidak melihat adanya kebohongan di mata Chen.


"Nay, aku mengaku kalah, aku kalah atas permainan ku sendiri. Nay, ayo kita mulai semua dari awal, aku janji akan menepati ucapan ku. Aku janji tidak akan menyakiti mu lagi, meskipun aku bukan pria baik baik namun aku janji akan berusaha menjadi yang terbaik untuk kamu." Ujar Chen tulus.


"Chen," panggil Nayla pelan.


"Iya," jawab Chen.


"Ka—kamu gak salah minum obat kan?" Tanya Nayla sedikit terbata saat baru menyadari keadaan Chen.


"Maksud nya?" Tanya Chen menyerngitkan dahinya.


"Ka—kamu mendatangi kosan Hanna yang isinya perempuan semua dengan pakaian seperti itu? kau mau menjual tubuhmu?" Ucap Nayla kesal sendiri.


"Ini sudah tengah malam, dan sudah tidak ada perempuan lain di sana, hanya teman mu saja." Kata Chen santai.


"Hanna melihat mu seperti ini? Kau gila!" Seru Nayla.

__ADS_1


"Iya aku gila Nay, aku gila karena mikirin kamu sampai aku tidak sadar dengan apa yang ku pakai!" Tegas Chen menatap wajah Nayla serius.


__ADS_2