
Saat Chen tengah fokus dengan pekerjaan nya, tiba tiba ia di kejutkan oleh pintu yang di buka paksa dari luar.
Dan saat ia tau siapa yang membuka nya, ekspresi wajahnya langsung berubah jadi datar.
"Ada apa kau kesini?" Tanya Chen dengan wajah datar nya.
"Chen, aku sangat merindukan mu. Aku sudah mencari mu selama ini." Ucap Sisil sambil terus berjalan mendekati Chen.
"Untuk apa kau mencari ku? Bukan kah kau sudah bahagia dengan nya?" Tanya Chen masih dengan ekspresi datar.
"Chen, dia b@jing@n. Aku baru sadar bahwa ternyata cuma kamu yang benar benar tulus sama aku hiks hiks." Sisil menangis di depan Chen membuat hati Chen sedikit nyeri.
"Dia selingkuh Chen. Kamu benar dia itu b@jing@n aku minta maaf. Harusnya aku dulu mendengarkan mu. Harusnya dulu aku tidak memilih nya hiks hiks maafkan aku Chen maafkan aku hiks hiks." Ucap Sisil.
"Chen aku mohon maafkan aku." Kata sisil sambil menatap wajah Chen sangat dalam.
"Cih baru sadar sekarang." Cibir Chen.
"Chen, masihkah tawaran itu berlaku untuk ku hiks hiks. Aku--" ucap Sisil namun segera di potong oleh Chen.
__ADS_1
"Maaf tapi aku sudah menikah." Ucap Chen sambil menunjukkan jari manis nya yang sudah bersemat cincin pernikahan.
"Apa kau bahagia dengan pernikahan mu Chen?" Tanya Sisil dengan mata sayu. Sisil tau semua cerita Chen yang di jodohkan orang tua nya dari Choi.
"Chen, aku yakin disini masih ada nama aku kan?" Tanya Sisil sambil menyentuh dada bidang Chen. Kini Sisil sudah duduk di pangkuan Chen dan Chen tidak menolak nya.
"Chen, aku sangat merindukan mu. Aku masih sangat mencintaimu. Maafkan aku bila pernah khilaf dan berpaling darimu. Tapi percayalah hatiku masih sepenuhnya atas nama mu." Ucap Sisil.
"Apa kau mencoba merayuku?" Tamya chen.
"Tidak!" Jawab Sisil cepat. "Aku hanya ingin kita kembali bersama. Aku tau kau tidak sungguh sungguh menerima pernikahan ini. Kamu di jodohkan dan kamu hanya akan bersama nya selama satu tahun kan?" Ucap Sisil sambil kini tangan nya mulai membuka kancing kemeja Chen dengan lembut.
"Choi yang memberitahu ku." Jawab Sisil sambil mulai menggerakkan pinggulnya agar adik Chen terbangun dari tidur nya.
"Choi bilang kamu masih sering memikirkan ku, apakah itu benar Chen?" Tanya Sisil dengan suara menggoda di telinga Chen hingga membuat tubuh Chen semakin menegang.
"Chen, apa kau sudah pernah menyentuh istrimu?" Tanya Sisil dengan cepat Chen menggelengkan kepalanya.
Sisil semakin membusungkan dadanya dan kini ia berhasil melepaskan kancing kemeja Chen sepenuhnya. Gerakan pinggul Sisil semakin intens hingga tanpa sadar Chen merem melek merasakan adiknya mulai bereaksi.
__ADS_1
Sudah hampir satu bulan Chen tidak bisa menuntaskan hasratnya lantaran ia tidak bisa terangsang dengan j@l@ng di club itu. Namun kini ia langsung bereaksi dengan godaan sisil. Benarkah Chen masih mencintai Sisil? batin nya.
"Apa kau tak merindukan ku Baby?" Tanya Sisil kini mulai menjilati kuping Chen hingga membuat Chen mendesah pelan.
"Chen. aku sangat merindukan mu." Ucap Sisil lagi sambil meraih tangan Chen dan ia letakkan di dada nya.
"Dan juga adik kamu." Ucap nya lagi, Sisil bisa merasakan bahwa adik Chen sudah beraksi dengan goyangan pinggulnya hingga membuatnya menyunggingkan senyum diam diam.
"Shit! Aku sudah tidak tahan lagi bicth!" Umpat Chen lalu ia segera bangkit dari duduk nya sambil menggendong Sisil dan membawanya ke dalam kamar.
Brug.
Chen melemparkan tubuh Sisil ke ranjang dan ia segera membuka ikat pinggang dan celana bahan nya. Lalu dengan kasar ia segera mencumbu Sisil dengan kasar dan liar.
.
.
.
__ADS_1
Dah ah, mommy gak kuat nerusin. Otak mommy traveling nya jauh banget. Kalau di terusin takut kena cekal sama NT 🤣🤣🤣😂