
"Aku tidak akan menceraikan Nayla sampai kapan pun! Bahkan sampai aku mati sekalipun," ucap Chen dengan tegas dan lantang.
"Kamu tidak mau menceraikan anakku tapi kamu selalu menyakitinya!" pekik Ratna yang kini sudah mengeluarkan air mata.
"Maafkan aku Mah, tolong beri kesempatan sekali lagi, aku janji tidak akan menyakiti Nayla. Aku mohon," ucap Chen memohon sambil memegang kedua kaki Ratna.
Seumur hidup baru kali ini Chen merendahkan harga dirinya sampai berlutut dan menyembah seseorang seperti ini. Bahkan kepada orang tua kandung nya saja dia tidak akan mau, namun dia sungguh mencintai Nayla, dia tidak mau berpisah dengan istri nya. Sebisa mungkin ia akan mempertahan kan rumah tangga nya.
"Sayang, ku mohon beri aku kesempatan aku mohon maaf kan aku," ucap Chen kini mulai bangkit dan menggenggam tangan Nayla dengan erat.
"Chen aku tidak mau di madu! Aku tidak mau Chen!" Teriak sisil yang sedari tadi diam kini mulai merasakan sesak di dada nya kala melihat Chen berlutut dan memohon seperti itu.
__ADS_1
"Diam!" Bentak Chen menatap tajam ke arah Sisil membuat Sisil seketika memundurkan langkahnya.
"Nay, ku mohon aku bisa jelasin semua nya aku mohon Nay. Aku gak mau kita berpisah, kita akan hidup bahagia kan Nay ku mohon," Chen kembali berkata lembut kepada Nayla sambil terima.
"Kamu jahat Chen kamu jahat, aku benci sama kamu aku benci!" Teriak Sisil lalu ia pergi meninggalkan ruangan Nayla berharap Chen akan mengejarnya, namun perkiraan nya salah karena nyatanya tidak ada yang perduli dengan keberadaan nya.
"Sayang, ku mohon. Aku kan menjelaskan semuanya tapi ku mohon jangan tinggalkan aku," kata Chen di sela tangisnya.
"Ka—kamu yang meninggalkan ku Chen," ucap Nayla lirih sambil menggigit bibir nya.
"Lebih baik kamu pergi dari sini!" ucap Ratna dingin sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Chen dan Nayla.
__ADS_1
"Aku tidak rela anak yang telah ku lahirkan dan besarkan harus terus kamu sakiti seperti ini!" Seru Ratna.
"Mah, aku mohon jangan pisahkan kami. aku janji akan memperbaiki semuanya. Aku janji tidak akan menyakiti Nayla lagi aku mohon. Mom Dad bantu Chen ku mohon hiks hiks," Chen terisak sambil memeluk Nayla dengan erat, ia tidak mau di usir dan di pisahkan dengan Nayla.
"Cih bajingan kaya kamu bisa menangis juga rupanya," decih Ratna akhirnya mengeluarkan kata kasar karena sudah terlalu kecewa dengan menantu nya.
"Mah aku akui aku memang b@jingan, tapi aku sudah berubah, aku tidak akan menyakiti Nayla lagi. Nayla segalanya buat aku, Chen mohon Mah tolong maafin Chen," ucap Chen terus memohon namun hati Ratna sudah terlalu kecewa dan enggan memaafkan Chen yang terus dan terus menyakiti putri nya.
"Jeng, saya akui anak saya memang sudah keterlaluan, tapi saya mohon beri dia kesempatan sekali saja Jeng. Saya pastikan Chen tidak akan mengulangi kesalahan nya lagi. dan bila dia sampai membuat Nayla menangis lagi saya sendiri yang akan turun tangan. Saya rela kehilangan anak saya satu-satunya demi Nayla. Saya mohon Jeng beri kami kesempatan sekali lagi," ucap Yeon akhirnya ikut angkat bicara.
"Mah," lirih Nayla dengan napas yang semakin tidak beraturan, "Nay gak kuat," ucapnya semakin lemah.
__ADS_1
"Sayang kamu kenapa?" Seketika Chen langsung bangkit dan ia bisa melihat napas Nayla yang semakin memburu dengan tangan yang mencengkram erat bagus perut nya. Peluhnya berjatuhan bahkan bibir nya ia gigit dengan kuat.
"Nayla!" Seru Ratna lalu ia segera mendorong tubuh Chen hingga ia tersungkur, Ratna langsung membuka selimut Nayla dan semua orang terkejut dengan apa yang mereka lihat, begitupun Chen.