
Nayla tengah duduk seorang diri di sebuah taman yang di penuhi oleh anak anak bermain, Nayla merasa sangat nyaman saat berada disini, namun kenyamanan itu mendadak hilang tatkala ada seseorang yang duduk di samping nya.
"Ada apa?" Tanya Nayla dingin.
"Kenapa?" Tanya nya begitu lembut sehingga membuat Nayla langsung menatap ke arah pria di samping nya.
"Shiming!" Ucap Nayla tak percaya, ia mengira bahwa yang duduk di samping nya adalah Chen yang menyusul nya. Namun ternyata dugaan nya salah membuat Nayla tertawa getir.
'Dasar Nayla bodoh, mana mungkin ia akan menyusul mu kemari,' batin Nayla.
"Kenapa? Apakah dia menyakitimu lagi?" Tanya Shiming.
"Tidak." Jawab Nayla dengan cepat.
"Kau tak bisa membohongi ku Nay," ucap Shiming pelan.
"A—aku," kata Nayla pelan.
"Katakan," ucap Shiming lembut seketika membuat air mata Nayla kembali menetes membasahi pipinya.
"Shiming, apakah aku salah kalau aku menginginkan pernikahan ini berlanjut? Apakah aku salah bila ternyata aku sudah mencintai nya? apakah aku salah bila menginginkan dia juga mencintai ku? dan apakah aku salah bila mengharapkan hubungan kami selamanya." Ucap Nayla dengan terisak, Shiming pun langsung menarik Nayla membawanya ke dalam pelukan nya.
"Tidak ada yang salah dengan keinginan kamu Nay, hanya saja dia terlalu menutup mata sehingga tidak bisa melihat bidadari di samping nya." Ucap shiming sambil mengusap rambut Nayla.
__ADS_1
"Shiming, dia dia sudah berhasil memiliki ku, tapi kenapa aku tidak bisa memiliki nya hiks hiks." Kata Nayla.
"Apakah kalian sudah melakukan itu?" Tanya Shiming melepaskan pelukan nya dan menatap wajah Nayla.
Nayla hanya mengangguk lemah dan kembali menangis saat mengingat bahwa Chen seperti menyesal atas kejadian itu.
"Lalu?" Tanya Shiming.
"Dia marah dan dia menyesali nya, bukankah itu berarti dia memang tidak menginginkan aku? Lalu untuk apa aku bertahan hiks hiks," ujar Nayla.
"Apa kau yakin dia marah karena hal itu?" Tanya Shiming.
"Shiming a—aku," ucap Nayla terhenti saat tiba tiba ada seseorang yang menariknya dengan kencang hingga membuat tubuhnya tersentak kaget.
"Berapa kali aku mengatakan padamu, jangan lagi mendekati istriku!" Ucap Chen dingin dan menatap tajam Shiming.
"Aku hanya tak sengaja lewat sini dan melihat Nayla sendirian, apa aku salah menemani nya disini?" Tanya Shiming santai.
"Chen A—" ucap Nayla.
"Kamu pergi begitu saja dari rumah utama meninggalkan ku dan orang tua ku begitu sana hanya untuk menemui laki laki lain Nay!" Bentak Chen marah, ia sudah sedari tadi melihat interaksi Nayla dan Shiming dan berpelukan dan jangan lupakan bagaimana Shiming mengusap manja rambut Nayla dan itu membuat hati Chen langsung panas dan di kuasai amarah.
"Bukan, aku tidak sengaja bertemu Shiming disini," jawab Nayla dengan cepat.
__ADS_1
"Kalau kau tak mau istrimu dekat dengan laki laki lain maka buat lah istrimu nyaman di dekatmu, maka dia tidak akan pernah dekat lagi dengan laki laki lain." Ucap Shiming dengan senyum sinis.
"Kau—" ucap Chen menunjuk wajah Shiming dengan telunjuknya.
"Chen sudah cukup!" Ucap Nayla tegas.
"Kenapa kamu menyusul ku?" Tanya Nayla menatap ke wajah Chen.
"Jelas aku harus mencarimu karena—" Chen menggaruk tengkuknya yang tiba tiba gatal, ia bingung harus menjawab apa.
"Karena apa?" Tanya Nayla datar.
"Karena— emm karena di suruh Mom, iya di suruh Mom." Ucap Chen sedikit terbata.
"Ayo pulang!" Chen langsung menarik tangan Nayla agar mengikuti nya pulang namun dengan cepat Nayla menepis tangan Chen.
"Lepas!" Seru Nayla. "Aku tidak akan pulang, aku akan kembali ke kosan Hanna." Ucap Nayla pelan.
"Enggak!" Kata Chen dengan cepat, bagaimana bisa Nayla ke kosan Hanna, lalu bagaimana nanti dengan dirinya, batin Chen.
"Kenapa? Kamu bisa puas membawa para permpuan itu ke apartemen mu, maka aku tidak akan mengganggu mu lagi." Ucap Nayla datar, "Shiming bisa tolong antarkan aku?" Tanya Nayla lembut menatap Shiming.
"Tentu," jawab Shiming lalu ia menahan tawa saat melihat ekspresi Chen.
__ADS_1
"Turunin gengsi mu sedikit bro, jangan sampai penyesalan itu datang." Bisik Shiming lalu ia segera menyusul Nayla yang sudah berjalan lebih dahulu.