Kaisar Cahaya Kultivasi Iblis

Kaisar Cahaya Kultivasi Iblis
Chapter. 100 [S 3]


__ADS_3

Bukit hijau lonceng pemanggil dewa, berubah menjadi suatu tempat pertarungan antar pejabat surgawi yang saling di antara mereka semua membela pengikut mereka masing-masing tanpa memikirkan apa yang telah mereka lakukan sekarang ini. 


Dewa kultivasi, sesuai dengan namanya terus membuka pesona lebih tinggi dan menggunakan beberapa metode pernafasan yang berbeda dan belum pernah ia tunjukkan selama ini pada siapapun. Dewa bela diri juga tidak berhentinya ia mengayunkan pedangnya secara brutal tanpa henti sama sekali tidak memikirkan siapa lawannya sekarang ini, apakah semakin kuat atau sebaliknya yang ada di pikirannya hanyalah menang dan menang lagi! 


Untuk sekarang ini, luka di sekujur tubuh mereka sudah mengeluarkan begitu banyak darah dan memunculkan daging di luarnya. Satu ayunan pedang mereka jika diayunkan di alam manusia, pastinya akan membuat gunung terbelah dan akan menghujani negara tersebut dengan magma yang keluar dari dalamnya. 


Wu Shen serius memegangi perutnya yang terluka parah akibat tusukan pedang dewa beladiri yang sangat panas dan tajam tidak diperkirakan, terus saja mengeluarkan darah cukup banyak bahkan sempat memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya. 


Begitu juga dengan dewa beladiri yang mendapati luka di bagian bahu juga dengan luka sayatan pedang di sekujur tubuhnya, tidak luput dari bercucurnya darah yang tiada hentinya bahkan mampu mewarnai bukit tersebut dengan darahnya hingga seluruhnya berwarna merah menyala. 


"Saya sangat tidak mengira jika, seorang manusia yang diberikan kekuatan oleh para dewa untuk melawan iblis yang menyerang negaranya, akan berani bertindak sejauh ini!" Dewa beladiri berkata dan akhirnya ia kembali memuntahkan seteguk darah dari mulutnya. 


"Anda selalu mengatakan, untuk melakukan apapun demi keadilan para pengikutnya dan tidak ada yang boleh terluka karena ketidakadilan yang diberikan dan yang saya lakukan sekarang ini, bukankah ini adalah hal yang benar?" Wu Shen menancapkan pedangnya di atas tanah sebagai penyangga untuknya berdiri. 


Dewa beladiri: "Saya tidak pernah menyalahkan anda dalam hal apapun tapi, apa menurut anda kaisar cahaya itu layak mendapatkan hukuman yang setimpal?"


Wu Shen mengepalkan tangannya dengan sangat kuat dan kembali mengangkat pedangnya yang menancap di atas tanah. "Sudahkah anda cukup untuk menghina pengikut saya? Sampai kapan anda akan puas dengan mulut anda yang terus saja mengeluarkan sebuah penghinaan?" 


"Apa anda, benar-benar menginginkan untuk lenyap dari alam semesta ini?" 


Dewa bela diri kembali mengeluarkan pesonanya lebih tinggi dan mengerikan dari yang sebelumnya. Begitu juga dengan Wu Shen yang juga mengeluarkan pesonanya dan mencoba memikirkan metode pernafasan yang baik untuk melawan dewa bela diri ini. 


Pertarungan kembali dimulai! Diantara pejabat surgawi lainnya, tidak ada yang bisa menghentikan pertarungan mereka. Ini adalah hal yang sangat bodoh dan percuma! Bagaimana bisa kita menghentikan bisa dewa petarung seperti ini!? Mereka sangat tidak peduli dengan apa yang terjadi dan guncangan yang semakin terasa di alam surga. Ini adalah pertarungan antar dewa petarung, kami hanyalah para pejabat surgawi di kelas rendah jadi, kalian para pejabat surgawi yang berada di kelas petarung jangan membuat kekhawatiran yang semakin menjadi-jadi! 


Ledakan besar terjadi di tengah-tengah pertarungan ini! 


Para hakim dewa yang mendengar guncangan di bukit lonceng pemanggil dewa, meledakkan tempat pertarungan mereka! Tidakkah kalian merasa sudah cukup dengan guncangan yang terjadi di alam surga!? 

__ADS_1


Dewa petarung disini, seharusnya melindungi dan bukanlah untuk saling melukai seperti ini!? 


Berapa banyak darah yang telah anda keluarkan saat dalam pertarungan kalian sendiri!?


Wu Shen memegangi tubuhnya yang berlumuran darah melihat dewa bela diri yang dengan perasaan marah, membanting pedangnya, berjalan tidak sempurna pergi dari bukit tersebut. Biarpun saya memenangkan pertarungan ini, tapi sepertinya luka di sekujur tubuh ini, akan sulit disembuhkan. Terasa panas dan lebih sakit dibandingkan sebelumnya. 


Pegunungan Cang Qiong, sekte Guan Qin. Xiao Xing Chen akhirnya bisa terbangun dan merasakan tubuhnya kembali ringan dan merasa jika ia bisa duduk sekarang. Akhirnya, saya bisa menggunakan pantat saya sekarang ini. 


Apakah anda bisa menaruh pantat anda dengan tenang? Ingat kembali! Anda telah mengatakan hal bodoh pada shifu anda dan benar-benar tidak bisa dimaafkan! Kali ini Anda benar-benar mengatakannya jika anda telah hidup kembali dan bukan pada waktu yang sekarang ini! 


"Apakah setelah ini, saya akan baik-baik saja?" 


Xiao Xing Chen membuka sebagian dari pakaian yang melilit tubuhnya dan melihat luka akibat hukuman yang dijatuhkan padanya. Luka tusukan pedang dewa, sepertinya tidak akan menghilang dan akan berbekas. Bagaimana bisa saat itu, saya bisa sampai di kolam batu kembar tiga dan mendapatkan hukuman disana?


Kakek Qong Jie tiba-tiba memulai array komunikasi….. 


"Kakek Qong Jie! Bisakah anda tidak menghubungi saya sehari saja!?" Xiao Xing Chen balas membentak. Ia sama sekali tidak sadar jika ia sudah tidak sadarkan diri selama berhari-hari dan kakek Qong Jie sama sekali tidak menghubunginya selama itu. 


"Jangan bercanda! Saya disini untuk membicarakan hal yang sangat penting disini! Jika saja ini bukanlah hal yang penting, saya tidak akan pernah repot untuk melakukan hal ini!" Kakek Qong Jie semakin membentak ketika Xiao Xing Chen mencoba untuk melawannya. 


"Iya, iya baiklah apa yang ingin kakek bicarakan dengan saya?" 


Qong Jie mendengus dan mengatakan: "Xin Dao sekarang ini, sedang mengincar anda. Ia akhirnya memutuskan untuk membunuh anda dengan tangannya sendiri setelah anda mengalahkan pelayannya Ning QiuYa juga dengan kaisar Yan Feng." Jelas Qong Jie. 


"Maksud anda, Xin Dao sekarang ini sedang mencari keberadaan saya?"


"Tapi, hanya untuk berjaga-jaga saja. Jika anda menginginkan semua yang menjadi bagian hidup Anda selamat, maka anda harus bersembunyi jangan ada bersama diantara mereka! Buatlah anda sendiri di suatu tempat agar mereka bisa selamat!" 

__ADS_1


Xiao Xing Chen menggigit bibirnya dan memalingkan wajahnya. Mengapa saya yang seperti ini, akan selalu mendatangkan malapetaka untuk orang-orang disekitar saya? Sampai kapan iblis-iblis itu berhenti mengincar saya? Tidak ada tempat yang aman disini, semua akan memicu guncangan hebat di alam surga. Lakukan sesuatu atau setidaknya, katakan pada shifu anda jika keberadaan anda sedang sangat terancam!


"Kakek Qong Jie, katakan bagaimana saya bisa mengendalikan kekuatan spiritual iblis yang ada di tubuh ini?" 


"Itu semua tergantung pada anda sendiri. Sebelumnya, anda menahan kekuatan iblis anda menggunakan apa? Dan bagaimana caranya?" 


Tentu saya mengingatnya! Logam Lifu itu tapi, sekarang ini sedang tidak berada di tangan saya dan beralih tuan pada Xin Dao. Bagaimana bisa saya akan mengambilnya semudah mengambil teratai di air? 


Xiao Xing Chen mencoba memutar kepalanya kembali. Kenapa sekarang ini, saya merasa bertambah bodoh? 


Guan Wei memasuki ruangannya, membawa senampan minuman teh yang menenangkan dan melihat Xiao Xing Chen yang sedang memegang kepalanya, duduk bersandar di atas ranjangnya. "Kau sudah kembali sadar? Bagaimana dengan lukanya, apa sudah baik-baik saja?" 


Xiao Xing Chen mengangkat kepalanya dan melihat Guan Wei berdiri di depannya. Saya berpikir apa yang terjadi pada saya sebelumnya? Ah, iya para pejabat surgawi itu melakukan penghukuman yang berat padaku. Apa bisakah saya memaafkan mereka? 


Guan Wei berjalan mendekat dan tiba-tiba saja, ia melakukan sesuatu yang diluar pikiran! Guan Wei menyatukan dahinya dengan dahi Xiao Xing Chen. Jangan berpikiran negatif disaat seperti ini! Shifu pasti hanya mengecek suhu tubuh Xiao Xing Chen setelah dalam sehari, ia berada di kolam batu kembar tiga. Guan Wei mungkin saja berpikir, di kolam itu sangat dingin, apa anda yakin jika masih bisa dikatakan baik-baik saja setelah merasa kedinginan seperti ini?


"Sepertinya, demamnya sudah menghilang." Guan Wei berkata dengan menurunkan dahinya. 


"Apa sebelumnya, saya mengalami demam?"


Tangan Guan Wei tiba-tiba meraih tubuh Xiao Xing Chen, memegang kedua pinggangnya seperti sedang memeluknya dengan penuh perhatian! Kepalanya ditaruh pada pundaknya serta kedua tangannya yang memegang punggungnya. Apa yang dilakukan shifu sekarang ini? 


"Anda, adalah murid yang sangat merepotkan dan sangat membuat khawatir shifu anda sendiri." Guan Wei berkata sambil memeluk Xiao Xing Chen dengan tanpa diduga sebelumnya, Zhi Lian yang memasuki ruangan tersebut, akhirnya merasa jijik dengan apa yang mereka lakukan. Menjijikkan sekali*


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Halo…… disini author….. eh panggil saja Arin biar simpel turut serta mengucapkan.

__ADS_1


🙌Selamat hari raya idul Fitri 🙌 


__ADS_2