
Guan Wei dan juga Zi Xian kembali pada rumah tidak bertuan itu dan mencoba untuk berbicara pada ruh pemilik array darah yang membawa Xiao Xing Chen pergi tadi.
Ruh itu tidak berbentuk, mereka menggeliat tidak beraturan dan lebih mirip dengan cahaya berwarna biru. Guan Wei sudah menanyakan semua pertanyaan pada ruh itu termasuk mengapa Xin Dao begitu sangat menginginkan Xiao Xing Chen.
Guan Wei tampak sangat terkejut mendengar jawaban dari ruh tersebut. Seketika wajahnya menjadi pucat dan ekspresinya sangat terkejut. Setelah sudah cukup bertanya, Guan Wei membubarkan semua ruh itu kembali ke tempat asalnya.
"Ada apa Shizun? Apa yang dikatakannya?" Zi Xian tampak begitu penasaran dengan jawaban dari ruh tersebut perihal ia yang tidak bisa mendengarnya.
Guan Wei memegang keras kalung giok milik Xiao Xing Chen dan memasukkannya di balik pakaiannya. "Ini buruk. Xiao Ying masuk ke dalam jebakan musuh dan sepertinya Xin Dao sangat menginginkannya karena melihat dari kemampuan Xiao Ying yang bisa mengendalikan mayat-mayat hidup itu."
"Maksudnya, Xin Dao akan membuat Xiao Xing Chen menjadi salah satu pasukannya seperti mayat-mayat hidup itu?" Zi Xian juga tampak pucat sama seperti Guan Wei karena mengkhawatirkan keadaan Xiao Xing Chen saat ini.
__ADS_1
"Lebih dari itu, ini akan menjadi sangat berbahaya. Kita harus segera mencari dimana Xiao Ying saat ini." Guan Wei berjalan pergi dari rumah tak bertuan itu dan kembali mencari petunjuk keberadaan Xiao Xing Chen saat ini.
Ini sangat merepotkan! Kenapa Xiao Xing Chen harus masuk ke dalam jebakan musuh!? Apalagi, sudah bukan menjadi berita bohong bahwa Xiao Xing Chen bisa mengendalikan mayat-mayat hidup itu. Jika Xiao Xing Chen bergabung dengan iblis itu, pastinya menjadi masalah yang besar dan juga pasti akan mempermalukan sekte-nya sendiri!
Beberapa hari kemudian, Xin Dao menurunkan beberapa pasukannya untuk menyerang 4 sekte besar ( Xin Jin Li, Lan Qiren, Guan Qin dan juga Niao Jingshi)
Hal yang ganjal mulai terjadi. Anehnya, mengapa pasukannya dibiarkan saja menyerang tanpa seorang komando? Tidak ada bangsawan iblis ketika sekte mereka di serang. Apa mungkin, ini adalah rencana licik yang sudah dibuat oleh Xin Dao secara matang? Atau dia hanya akan bergerak secara perlahan saja?
Xin Dao tampak hanya mengajak mereka bermain-main saja. Semua sekte besar juga kehilangan sebagian besar dari murid-murid mereka yang tewas akibat dibunuh oleh pasukan mayat hidup.
3 bulan kemudian, diadakan sebuah pertemuan 4 sekte besar di desa Hua Wu sekte Lan Qiren. Anehnya, itu tidak seperti sebuah pertemuan sekte melainkan seperti perjamuan karena disiapkan sebuah hidangan cukup banyak tersedia di meja duduk masing-masing.
__ADS_1
"Ini hanya pertemuan 4 sekte besar, kenapa harus menyediakan makanan sebanyak ini?" Li Quan Shi tampak bingung pada patriark Lan Qiren yang dianggapnya terlalu baik.
Xi Jun mengangguk dan bingung untuk menjawab apa. Hingga seorang wanita yang terlihat tegas dan galak, menggantikan patriark-nya untuk bicara. "Kami sangat menghormati para tamu yang datang ke sekte kami." Ya, wanita itu tidak lagi adalah kakak perempuan Xi Jun, Qiren JinYing.
"Patriark Jin Li, setidaknya kau bisa menghormati tuan rumah yang ada disini, bukan?" Guan Yao Ji berkata dan menatap Quan Shi dengan senyum tipisnya.
"Sudah-sudah,... Bisa kita mulai pembicaraan ini?" Xi Jun akhirnya mencoba untuk menenangkan suasana yang sudah cukup panas itu hanya karena menghidangkan makanan cukup banyak!?
Semua tampak biasa-biasa saja mereka membicarakan tentang rencana penyerangan langsung terhadap Xin Dao dan juga para pasukannya termasuk untuk menyelamatkan Xiao Xing chen. Hingga salah satu membicarakan tentang kekurangan murid untuk bertarung melawan pasukan-pasukan yang berjumlah ribuan itu. Bagaimana cara menyelesaikannya!?
Rata-rata diantara mereka kekurangan murid yang ada di tingkat master. Akan sulit jika hanya mengandalkan kekuatan dari murid-murid yang masih di tingkat pemula. Untungnya pembicaraan itu tidak sampai mengeluarkan pedang, karena saat diwaktu yang tepat Li Fang Jun datang bersama orang-orang yang ada di pegunungan Min Wang yang rela menyerahkan diri mereka untuk menjadi seorang murid dari empat sekte besar tersebut.
__ADS_1
Orang-orang dari pegunungan Min Wang memang mudah untuk dirayu! Meskipun Quan Shi patriark Jin Li sangat tidak menyukai hal itu, Li Fang Jun seperti mengancam dirinya jika tidak membawa salah satu dari orang-orang ini, bukankah itu berarti sok kuat?
Di Tengah-tengah pembicaraan itu, seorang laki-laki dengan luka di sekujur tubuhnya datang dengan rasa ketakutan di wajahnya. Wajahnya tampak kusam akibat debu asap yang ada di sekitar Hua Wu. "Ini gawat! Laki-laki itu, Xiao Xing Chen ada di sana! Dia, datang bersama pasukannya dan juga orang yang sangat kuat!"