
Xiao Xing Chen merasakan sebuah ranjang yang empuk dan lembut, serasa kembali ke dunia alam bawah sadar. Xiao Xing Chen mendengar ada banyak suara wanita cantik yang terus bergema di telinganya. "Apa aku sudah kembali naik ke surga?" Harum lembut, Xiao Xing Chen akhirnya membuka matanya dan melihat dirinya berada di sebuah ruangan, rumah bambu. "Eh? Barusan apa yang terjadi?" Xiao Xing Chen merasa payah sekarang ini, tidak mengerti apa yang terjadi. Apa yang ia kira adalah wanita-wanita cantik, lenyap seketika karena dirinya hanya melihat sesosok laki-laki tua yang berdiri di depannya saat dirinya tersadar. Begitu Pula para penduduk desa yang sepertinya juga ikut menunggunya untuk bangun kembali.
"Senang melihat tuan muda kembali tersadar." Pemimpin desa berkata dengan membungkukkan badannya dan sangat lembut!
Xiao Xing Chen yang melihat para penduduk desa yang sepertinya sangat kelelahan karena menunggunya untuk bangun, membuatnya malah merasa bersalah akan hal ini. Xiao Xing Chen merasa dirinya seperti diperlakukan layaknya sebagai tuan muda, padahal dirinya yang sekarang ini bukanlah tuan muda dari sekte mana pun apalagi kehidupannya saat ini tidak memiliki uang (miskin) setelah dirinya ditendang dari surga. "Kalian sudah menunggu ku untuk bangun, sejak kapan?"
"Kami, sudah menunggu anda sejak 2 hari yang lalu." Pemimpin desa berkata sambil menyajikannya sebuah hidangan kecil dan teh hangat. Kebetulan sekali, Xiao Xing Chen sudah lama tidak makan-makanan seperti ini. Perutnya rasanya saat ini sudah menyusut dan mengeluarkan suara raungan aneh.
"Selama itukah, aku tidak sadar dan tidak terbangun? Lalu, jika Aku tidak terbangun, apa kalian akan tetap menunggu seperti ini?"
"Tentu saja tidak seperti itu. Setiap saat, kami menyuruh seorang tabib untuk memeriksa keadaan tuan muda ini. Tabib ini, hanya mengatakan bahwa tuan muda sedang menyesuaikan ruh anda." Jelas pemimpin desa.
Seorang anak muda, datang menghampiri Xiao Xing Chen. Anak muda itu tampak masih kecil dan berumur sekitar belasan tahun, membungkuk di hadapannya. "Terimakasih, berkat tindakan tuan muda ini, kami terbebas dari hantu keluhan wanita." Anak muda dengan pakaian lusuh dan wajah penuh dengan luka lebam akibat pukulan dan nyaris membuat Xiao Xing Chen merasa iba melihatnya.
__ADS_1
"Iya, iya tidak apa-apa. Bukan masalah bagiku! Lagipula yang terpenting, ini tidak seperti yang aku bayangkan." (Yang dibayangkannya\= meninggal)
Bisa dibayangkan, selama Xiao Xing Chen tak sadarkan diri selama 2 hari itu, ia membayangkan dirinya bahkan seperti seorang putri salju yang tertidur, dan menunggu seseorang pangeran untuk menciumnya. *Eh
Penduduk desa Qiongren memang tidak seperti Xiao Xing Chen bayangkan. Ia mengira mereka akan membawanya ke dalam penjara bawah tanah dan membiarkannya mati di sana, ternyata berbeda sekali. Mereka banyak menyajikan hidangan lezat untuknya. Suatu berita bagus, tuan muda ini mampu mengalahkan hantu keluhan wanita, perihal hantu itu selalu mengambil anggota keluarga dari penduduk desa ini.
Baru saja Xiao Xing Chen menyantap 1 jenis makanan, tiba-tiba saja para dewa itu menagih tugas berikutnya. "Xiao Ying! Tidak ada waktu untuk bersantai! Segera, laksanakan tugasmu!" Suara itu terdengar berat dan tegas. Xiao Xing Chen hanya bisa terdiam, mendengar apa yang dikatakan dewa tersebut. Tidak berdaya, payah, konyol, menyedihkan! Xiao Xing Chen akhirnya terpaksa dengan langkah berat meninggalkan desa Qiongren ini. "Padahal, makanan mereka enak-enak T^T"
Xiao Xing Chen kembali berjalan menuju hutan, gelap yang terlihat hanyalah pohon-pohon yang tinggi dengan ranting berdaun yang hingga menutupi langit. Mencoba mengasihani dirinya karena tidak diberi waktu untuk beristirahat, Xiao Xing Chen hanya bisa bergumam pada dirinya sendiri.
Baru saja beberapa langkah kaki menuju tugas berikutnya. Getaran kecil tanah mulai terasa. Sebuah benda raksasa telah melangkah di tanah seperti ini! Awalnya, Xiao Xing Chen merasa berat badannya semakin bertambah drastis hingga membuat tanahnya berguncang. Suara seorang anak yang baru saja memasuki usia remaja, berteriak pada Xiao Xing Chen; "Minggir!"
Tiba-tiba saja di depannya, seekor **** hutan raksasa yang tingginya 10 kali lebih besar daripada tubuh aslinya. Xiao Xing Chen tidak yakin bisa selamat dari seekor **** hutan yang berlari di depannya dan akan membuatnya seperti kertas yang melayang. Secara tidak sengaja, Xiao Xing Chen malah melakukan gerakan kayang untuk menghindari kaki besar dari **** hutan tersebut.
__ADS_1
Sebuah panah, bercahaya melesat menaklukkan **** hutan tersebut hingga tersungkur jatuh tidak bergerak. Ternyata panah itu memiliki sebuah jimat kertas pemberhenti gerakan tubuh, hingga membuat **** hutan tersebut tidak bergerak sedikitpun.
Xiao Xing Chen yang melihatnya, mengambil posisi berdiri setelah melakukan gerakan konyol selama beberapa detik. Jimat kertas pemberhenti gerakan? Siapa yang mampu menggunakannya? Seorang laki-laki remaja, dengan pisau yang diselipkan pada pinggang kirinya dan juga membawa satu set peralatan memanah. Laki-laki ini begitu bercahaya dan pandangan matanya yang sangat bersahabat dengannya.
Tangannya begitu putih, seputih salju ketika mengulurkannya pada Xiao Xing Chen. Dia memang terlihat seperti seorang perempuan pada umumnya namun, ketika Xiao Xing Chen melihatnya dengan jelas, orang ini berasal dari sekte Li, tuan muda Li Yuan Qiu! Saat keduanya saling bertatapan (tidak mesra), sebuah ingatan kembali muncul dalam pikiran mereka.
"Anda ini tuan muda Chen?" Yuan Qiu berkata dengan sedikit melotot melihat Xiao Xing Chen.
"Qiu'er?"
Yuan Qiu, terlihat sudah lebih dewasa dari umurnya yang sebelumnya yaitu berumur 18 tahun! Wajahnya yang tampan dan menawan, ia banyak disukai oleh para gadis di sekte-nya maupun di daerah lain. Yuan Qiu, mendapatkan prestasi dan julukan sebagai tombak emas dari timur dikarenakan ia cukup hebat dalam melepaskan anak panah menuju sasarannya dan pandai menggunakan jimat kertas.
Tidak dapat dibayangkan, Xiao Xing Chen yang usianya semakin tua, sementara itu Yuan Qiu yang terus menusuk langit semakin dalam (berprestasi). Yuan Qiu sama sekali tidak melupakan seseorang yang sudah berbuat baik padanya. Apalagi, Xiao Xing Chen dulunya adalah seorang murid dari grandmaster Li Fang Jun yang dikaguminya. "Senang melihat tuan muda Chen kembali ke alam manusia setelah melaksanakan tugas sebagai kaisar cahaya di alam bawah sadar."
__ADS_1
Tidak disangka, laki-laki ini telah tumbuh dewasa dan memiliki hati yang putih seputih kulitnya. "Mari cari tempat minum untuk kita membicarakan hal ini dengan tenang."