
Setumpuk orang sedang duduk berlutut di hadapan Guan Wei pada wilayah Peng Yan. Bukan! Mereka bukanlah orang melainkan iblis kecil/iblis wabah yang bertekuk lutut di hadapannya.
Memang tidak bisa diperkirakan pesona yang diperlihatkan oleh Guan Wei pada iblis-iblis wabah itu, begitu terlihat indah namun mengerikan. Satu iblis yang berada di depan gemetaran, "Kami, sama sekali tidak melukai penduduk wilayah Peng Yan. Sedangkan, kami hanya berniat untuk mencari pedang pusaka yang terkubur disini."
Dari raut wajahnya saja, terlihat iblis wabah satu ini mencoba untuk berbohong. Memangnya apa yang anda katakan selanjutnya ketika melihat penduduk wilayah Peng Yan yang terpaksa harus berjalan merangkak dan beberapa dari mereka tumbang karena racun yang anda sebarkan pada orang-orang tidak bisa terobati?
Lalu, bagaimana dengan seorang anak laki-laki kemarin sore yang terluka karena iblis seperti ini? Tangan dan kakinya sudah tidak bisa bergerak karena terinfeksi oleh iblis wabah. Bagaimana ini sangat tidak relevan lagi? Iblis petarung juga dengan iblis wabah, bukankah tidak berhubungan sama sekali? Untuk apa mereka repot mencari pedang pusaka mereka ketika masih ada bangsawan iblis yang mampu mencarinya lebih cepat dan luas lagi?
Guan Wei lebih tidak memiliki rasa sabar yang besar ketika menghadapi iblis wabah yang menjengkelkan ini. Ayunan pedang segera dikerahkan olehnya dan membakar seluruh iblis wabah yang sudah dikumpulkannya sekarang ini meskipun masih banyak yang berjalan-jalan di bawah tanah.
Setitik cahaya putih melingkar dalam kegelapan ini kembali terlihat. Sesaat pandangan mengendur, memperlihatkan sebuah pemandangan pepohonan rimbun dan beberapa tumbuh bunga di atasnya. Masih pada lembah surga, Xiao Xing Chen terbangun dan melihat di sekitarnya. Xue Jing terlihat sejak tadi terus menggoyahkan tubuhnya berulang kali agar membuatnya kembali tersadar. Jadi, apa benar shifu pergi meninggalkan saya begitu saja?
Seketika Xiao Xing Chen kembali terkejut dan langsung mengangkat tubuh dan kepalanya melihat ke atas seperti orang yang baru saja menghadapi kematian, Xiao Xing Chen bingung dengan apa yang sedang terjadi sekarang ini. Tabib dewa duduk di hadapannya sepertinya ia telah melakukan pemeriksaan pada racun yang menyebar di kakinya itu. Tidak ada alasan yang jelas dan tidak ada yang bertanya padanya apa yang telah terjadi dan membuatnya tertidur di luar seperti ini.
Xiao Xing Chen lantas berdiri mencoba untuk berdiri namun satu kakinya tidak kuat untuk menopang tubuhnya sendiri hingga terjatuh sesaat. "Saya harus segera berdiri di samping shifu!"
Xue Jing membantunya untuk mencoba berdiri kembali berulang kali ia terjatuh. Memangnya apa yang terjadi sekarang ini? Apakah kaki ini tidak mampu menopang tubuhnya sendiri?
Tabib dewa berkata dengan tenang, "Kaisar cahaya, anda tidak perlu terburu-buru. Ini ada sebabnya. Karena obat penawar racun yang saya berikan kemarin sudah tidak berlaku di pagi harinya, akibatnya racun itu kembali berkembang, menyebar ke seluruh tubuh anda."
Xiao Xing Chen membentak dan memegang kerah pakaian tabib dewa tersebut dengan ekspresi yang sangat marah, "Lalu, kenapa kau tidak kembali memberikanku obat penawar itu kembali!?"
__ADS_1
Tabib dewa yang awalnya merasa ketakutan, kini hanya menyelesaikannya dengan biasa-biasa saja, "Kaisar cahaya, obat penawar itu saya belum sempat membuatnya karena, bahan-bahan yang terbatas dan jika hanya kurang satu saja dari bahan-bahan itu, kemungkinan Anda tidak akan selamat."
Xiao Xing Chen kembali membentak, "Lalu, apa yang akan saya lakukan pada shifu ketika ia sudah kembali dalam perburuan malamnya!? Saya sangat tahu dengan jelas itu bukanlah tempat yang biasa!"
Setelah tabib dewa jeda sejenak kemudian melihat ekspresi wajah Xiao Xing Chen yang sangat tidak berharap padanya, ia kembali mengeluarkan tas besarnya kemudian mengeluarkan lagi sebuah botol kecil yang biasa digunakan untuk menetralisir rasa sakit akibat pertarungan, kemudian mengoleskannya di atas kaki Xiao Xing Chen yang terinfeksi itu. "Ini memang obat biasa tapi, rasa sakitnya akan sedikit berkurang. Dengan kata lain, anda bisa kembali menggunakan kaki anda tapi, meskipun sedikit goyah anda bisa melakukannya."
Setelah tabib dewa mengoleskan obat penawarnya, Xiao Xing Chen segera mencoba berdiri dan berkata, "terimakasih." Kemudian kembali berlari menyusul Guan Wei yang sudah lebih dulu berada di wilayah Peng Yan mengatasi iblis-iblis wabah tersebut.
Baru saja berada di tengah-tengah perjalanan, seorang laki-laki berpakaian lengkap dan rapi seperti seorang kaisar di sebuah istana, membawa sebuah pedang di tangannya dan langsung dihunuskan ke arah Xiao Xing Chen yang berhenti sejenak karena melihat hal itu terjadi.
Bukan! Itu bukanlah manusia! Melainkan iblis kaisar Yan Feng! Apa yang dipikirkan sekarang ini? Mungkinkah ia akan kembali membawa saya pergi ke alam iblis kembali?
"Anda, tidak! Kalian berdua adalah penghianat alam iblis, sebaiknya kalian, anda berdua ini segera mati ditangan saya!" Yan Feng berkata dengan mengayunkan pedangnya membentuk sebuah bulan sabit yang langsung menyambar pepohonan hingga tumbang. Beruntung saja, Xiao Xing Chen sudah pergi melarikan diri dari tempat yang akan menjadi arena pertarungan tersebut kembali menuju daerah Peng Yan.
Kaisar Yan Feng mencibir, "Xue Jing, apa yang anda lakukan sekarang ini? Apa anda juga akan sepertinya yang mengkhianati alam iblis dan akan diburu oleh Xin Dao sesegera mungkin?"
Xue Jing dengan menghunuskan pedangnya serta kembali memunculkan monster laba-laba raksasa di belakangnya yang menggantung pada sebuah pohon, menjawab dengan ekspresi marah, "Bagaimanapun juga, ia adalah Tuanku yang telah memberikan kehidupan kedua padaku!"
Kaisar Yan Feng berkata, "Baiklah, jika anda bersikeras untuk melawan saya, silahkan saja."
Sementara itu, pada bagian inti dari wilayah Peng Yan ini, sebuah kota tidak bertuan terbangun cukup lama. Untuk apa mendekatinya? Itu adalah makam untuk orang-orang yang terkena wabah!
__ADS_1
Di atas dinding besar yang ada di depan kota tersebut, sebuah platform yang terbuat dari kayu bertuliskan kota Fuye. Tampak sekilas kota tersebut hanya berwarna abu-abu saja dan sangat sepi dari pengunjung ataupun yang menghuni rumah-rumah mereka.
Apa yang saya tunggu lagi? Pesona yang sangat besar ada disini! Mungkin saja ini adalah makam pedang pusaka mereka? Ataukah juga dengan makam jasad mereka yang berdampingan dengan jasad orang-orang yang terkena wabah?
"Percayakah, jika disini ada boneka terbuat dari manusia?"
Suara seorang perempuan yang mirip dengan lonceng berdengung itu, terdengar di belakangnya. Mungkinkah itu juga adalah iblis?
Sebuah benang senar yang sulit untuk terpotong itu, tiba-tiba melingkari tubuh Xiao Xing Chen bahkan menyayat beberapa bagian tubuhnya, memunculkan sebuah daging disertai darah pada pakaiannya. Seorang wanita berumur belasan tahun, bukan! Dia bukan orang, tapi iblis yang berdiri di atas punggung Xiao Xing Chen ketika ia terjatuh, tengkurap di atas tanah. Benang senar itu terus ditarik dengan keras bahkan jika itu terus ditarik dengan paksa, akan membelah korban yang diikatnya!
"Sepertinya, saya menemukan mangsa yang sangat mudah." Iblis wanita itu berkata, dengan mengibaskan tangannya dan menaruhnya di atas pinggulnya.
Ling Ruyue, merupakan salah satu dari bangsawan iblis yang memiliki kemampuan istimewanya untuk mengubah manusia menjadi sebuah boneka yang dikendalikannya. Tidak seperti yang diduganya sebelumnya, Ling Ruyue lebih ingin menggunakan benang senar untuk melukai lawannya dan membunuhnya secara perlahan ketika ia mengendalikannya sebagai manusia boneka.
Anting-anting perak itu bergantungan di seluruh tubuhnya dan nyaris menutupi bagian atasnya. Dengan memakai pakaian tipis dan beberapa kerudung hitam yang dipakainya untuk menutupi tubuhnya, apakah itu tidak terlalu membuka auratnya?
Xiao Xing Chen mencoba melihatnya, dengan senyum pahit, "Saya tidak menyangka akan dengan mudahnya ditaklukkan oleh iblis rendahan seperti anda."
Ling Ruyue semakin menarik kencang ikatan senar tersebut, ekspresinya berubah drastis, marah dan memerah, "Katakan sekali lagi dan saya akan membunuh anda!"
Xiao Xing Chen mengabaikan pertanyaan hal ini kemudian mengambil tindakan, melakukan gerakan memutar tubuhnya dan sesuai dengan rencananya, Ling Ruyue melompat dari atas punggungnya dan benang senar itu akhirnya terlepas dari tubuhnya. "Saya tidak akan mengulanginya lagi, kali ini saya tidak akan memberikan anda kemudahan untuk menjadikan saya sebagai boneka anda."
__ADS_1