Kaisar Cahaya Kultivasi Iblis

Kaisar Cahaya Kultivasi Iblis
Chapter. 62 [S 2]


__ADS_3

Ranjang yang begitu empuk dan lembut. Suara ketenangan selalu terdengar begitu pula dengan suara gemericik air. Xiao Xing Chen merasa tersadar dirinya sudah dikembalikan ke alam bawah sadar. Saya rasa ini hanya mimpi saja, tidak mungkin mereka akan mengembalikan saya ke alam bawah sadar setelah merusak lonceng suci mereka. 


Xiao Xing Chen membuka matanya, dan melihat sekeliling. Begitu familiar dilihatnya. Ia merasa pernah berada di sini bersama dengan seseorang. Xiao Xing Chen akhirnya baru menyadari, ini adalah rumah besar sekte Guan Qin!? 


Xiao Xing Chen memegangi kepalanya dengan kuat, mencoba mengingat kembali apa yang terjadi. Biksu tua itu, sudah mati? Lalu, apa aku yang memperbaiki mantra penghalang 2 alam berbeda? 


Seorang murid sekte Guan Qin, Xie Ling. Membawakannya sebuah nampan berisi bubur gandum hangat dan teh hijau diberikan padanya. "Tuan muda Xiao Ying, anda sudah tidak apa-apa?" 


Pastinya ini akan menjadi suatu hal  yang aneh untuk Xiao Xing Chen perihal Xie Ling yang dulunya sangat membencinya bahkan nyaris membuatnya terbunuh. Apa yang membuatnya hingga mengubah pikirannya ini? Jangan-jangan, shifu sudah membentaknya dengan keras!? (Xiao Xing Chen langsung berpikir negatif) mungkin hal dimasa lalu tidak perlu diungkit lagi. Lanjutkan saja yang saya alami sekarang ini. 


"Terimakasih, sudah membawakan makanan untuk saya." Xiao Xing Chen memakan bubur yang Xie Ling berikan tadi. "Tapi, siapa yang membawa saya kemari?" 


Xie Ling menghela nafas pelan berkata; "Shifu kami yang membawa anda kemari. Shifu bilang, kalau anda ini adalah kaisar cahaya?" 


Xiao Xing Chen sedikit terkejut begitu mendengar Guan Wei yang memberitahunya jika dirinya adalah seorang kaisar cahaya. Padahal, Xiao Xing Chen berharap tentang posisinya ini sebagai seorang pejabat surgawi bisa dirahasiakan agar iblis-iblis tidak mengetahuinya. Namun, karena sudah terlanjur sudahlah, mungkin saya akan memintanya untuk merahasiakan hal ini. "Xie Ling, diantara semua murid disini, apa hanya kau yang mengetahui bahwa aku ini seorang kaisar cahaya?"


"Shifu hanya memberitahu hal ini pada saya saja. Memangnya ada apa, tuan muda Xiao Ying?" 


"Sebenarnya, tidak seharusnya seorang pejabat surgawi memberitahu julukannya sekarang ini. Apalagi, aku ini dulunya pernah terikat dengan Xin Dao dan iblis-iblis lainnya. Mereka pasti akan menyerang saya, kapanpun itu atau bahkan lebih parah lagi. Jika mereka tahu bahwa saya mengkhianati mereka, iblis-iblis itu tidak akan segan-segan untuk membunuh saya." Xiao Xing Chen berkata, wajahnya tidak berekspresi dan menaruh mangkuk bubur itu kembali di atas nampan. 


"Saya tidak tahu jika akan seperti itu akhirnya. Saya juga tidak menyangka shifu akan memberitahu tentang hal ini." 

__ADS_1


Guan Wei tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu. Melihat Xiao Xing Chen yang sudah kembali sadar, ia sedikit terkejut melihatnya. Kekuatan spiritualnya pulih dengan begitu cepat, biasanya rata-rata seseorang untuk memulihkan kekuatan spiritualnya membutuhkan waktu yang cukup lama bahkan sampai 3 hari. 


Melihat Guan Wei yang memberi isyarat untuk keluar, Xie Ling dengan terburu-buru meninggalkan ruangan itu. Kenapa shifu sampai mengusir muridnya keluar dari sini? Apa mungkin, ada sesuatu yang ingin shifu katakan empat mata denganku? 


"Bagaimana dengan kondisi mu sekarang ini? Sudah lebih baik dari sebelumnya?" Guan Wei berjalan dan duduk di sampingnya, di atas ranjang. 


"Shifu, aku sudah baik-baik saja. Anda yang membawaku kemari, ya?" Xiao Xing Chen berkata dengan sedikit tertawa mengatakannya.  


Guan Wei hanya menganggukkan kepalanya kemudian menaruh satu tangannya pada dahi Xiao Xing Chen. Guan Wei hanya mencoba mengecek suhu tubuh Xiao Xing Chen saja dan tidak bermaksud apapun. "Kemarin malam, kau sempat demam tinggi. Tapi untungnya demamnya sudah turun." Guan Wei berkata dengan penuh anggunnya pada Xiao Xing Chen. 


Xiao Xing Chen terdiam sesaat kemudian kembali membuka gulungan kertas yang dibawanya. Tugas untuk memulihkan kembali segel penghalang 2 alam berbeda selesai. Lalu, tugasnya yang berikutnya adalah mencari topeng Dewi penari. *WTF? 


"Topeng Dewi penari yang saya dengar, berada di sebuah gua yang ada di pengunungan Puqi. Nama dari gua itu tidak diketahui. Namun, di dalamnya hanya berisikan bebatuan besar dan kecil menempel di setiap celah dinding gua." Jelas Guan Wei


"Lalu, bagaimana dengan bentuk dari hantu itu?"


"Seorang wanita, memakai pakaian pengantin dan juga topeng dengan wajah tersenyum berbentuk sabit." 


"Pegunungan Puqi, aku belum pernah mendengarnya tapi, maukah shifu untuk pergi menghantarkan ku ke sana?" 


Guan Wei mengangguk dan menjawab; "Dengan senang hati." 

__ADS_1


Wah, ternyata banyak yang saya lewati disini selama saya tinggal di alam bawah sadar. Kenapa Xie Ling tiba-tiba saja bertindak baik padaku ya? Bukankah orang itu yang pernah nyaris saja membunuh saya dan membuat saya terjebak diruangan rahasia sekte Guan Qin dan di awasi oleh shifu?


Yah, sebentar lagi tugas ini akan segera selesai. Menjadi seorang kaisar cahaya memang tidak membutuhkan pengikut untuk menambahkan kekuatan mereka, tidak seperti dewa yang harus memiliki seorang pengikut. (Otak saya error)


Malamnya, karena hantu Dewi penari hanya muncul dimalam hari, Xiao Xing Chen juga dengan Guan Wei akhirnya berhasil menemukan gua di pegunungan Puqi tempat hantu Dewi penari itu ada. Entahlah, sepertinya ini hanya sebuah gua tak bertuan. Gelap dan banyak kelelawar disini. Apakah di dalamnya ada seekor ular besar? Saya memiliki phobia pernah dimakan oleh ular hidup-hidup. 


Selama mereka memasuki mulut gua, Xiao Xing Chen terus berdiri di belakang Guan Wei karena takut akan ada ada ular besar di dalamnya. Guan Wei hanya terdiam meskipun sedikit risih dengan Xiao Xing Chen yang selalu menempel di punggungnya itu. 


"Shifu, kau tidak mengajak beberapa orang muridmu untuk menemanimu disini?" Xiao Xing Chen bertanya berharap phobia miliknya hilang dalam sekejap (Yah gak bisa lah!) 


"Saya mendahulukan keselamatan murid-murid saya." 


"Tapi, bukankah saya ini juga adalah murid anda!? Kenapa keselamatan saya tidak di dahulukan?" 


Memangnya menurut anda siapa yang meminta untuk dihantarkan menuju hantu Dewi penari? Bahkan anda berani melindungi diri anda dibalik punggung seseorang.


Suara teriakan seorang wanita, terdengar! 


Wanita itu seperti sedang di cambuk berkali-kali menggunakan cambuk yang mampu mengeluarkan listrik di dalamnya. Ya! Itu adalah tanda sebagai adanya hantu Dewi penari di sana. 


Sebuah figur patung batu berbentuk seperti manusia, terlihat di depan mereka. Seorang wanita berpakaian pengantin (serba merah) berdiri di atas kepala figur patung tersebut dengan mengenakan topeng berbentuk wajah seseorang tertawa berbetuk seperti 3 buah sabit. Berhati-hatilah! Itu adalah hantu Dewi penari!

__ADS_1


__ADS_2