Kaisar Cahaya Kultivasi Iblis

Kaisar Cahaya Kultivasi Iblis
Chapter 81 [S 3]


__ADS_3

Ini sangat menjengkelkan! Terdapat ribuan aturan disini dibandingkan dengan peraturan di kekaisaran gunung Zhao lu! Saya menginginkan pergi dari sini! 


Terpaksa saya harus mengikuti apa yang dikatakan oleh Zhi Lian dikarenakan ia sama sekali tidak tahan dengan ribuan peraturan seperti ini. Xiao Xing Chen akhirnya memutuskan setelah pergi dari gunung Cang Qiong, untuk pergi ke daerah Yiqun Jin menemui kakak seperguruannya. 


Xiao Xing Chen terus saja dihantui rasa khawatir yang besar terhadap shifu-nya kali ini. Ia takut jika para hakim dewa bisa menemukan Guan Wei dan menghukumnya disana. Apa yang sedang anda pikirkan sekarang ini sampai-sampai melamun seperti ini? Ekspresinya konyol dan sama sekali tidak bisa terbaca. 


Saya yakin saya baik-baik saja. Lebih cepat kita akan berjalan menuju Yiqun Jin, saya akan lebih tenang. 


Di sekte Qing Fei, Yiqun Jin. Xiao Xing Chen disambut dengan terkaman seekor anjing yang langsung melompat ke arahnya dan menggigit kepalanya. Shi Zhui terlihat sedang berlari menghampiri anjingnya itu dan kenapa tidak, Shi Zhui malah mengkhawatirkan keadaan anjingnya dan tidak melihat kepala Xiao Xing Chen yang sudah terluka berdarah-darah. 


"Peri! Kau tidak apa-apa kan? Jangan sembarangan menerkam orang lain apalagi orang yang di depanmu sekarang ini, bisa-bisa kau terkena alergi." Shi Zhui terdengar seperti sedang merendahkan orang di depannya (Xiao Ying) 


Xiao Xing Chen mengepalkan tangannya dan menekan-nekan kepala Shi Zhui berharap kepintarannya segera kembali: "Jaga peliharaan anda dengan baik!"  


"Ah Chen!" Kakak seperguruannya Yue Li, memanggilnya ketika melihat Xiao Xing Chen yang sedang terlihat akrab dengan keponakannya itu. "Akhirnya ah Chen bisa akrab dengan keponakannya, aku senang sekali melihatnya." 


"Kakak seperguruan! Tidak,aku tidak begitu akrab dengan Shi Zhui." Xiao Xing Chen berkata lembut pada kakak seperguruannya dan tersenyum lebar. Yue Li meletakkan tangan kanannya pada pipi Xiao Xing Chen dengan lembut dan penuh perasaan. "Ah Chen, apa yang membuatmu datang ke Yiqun Jin? Kau mengkhawatirkan seseorang disini?" 


Xiao Xing Chen bergumam:


"Sayangnya, orang yang saya khawatirkan, tidak ada disini." 


"Siapa yang kau khawatirkan, ah Chen?" 


Xiao Xing Chen sedikit terkejut dengan apa yang dikatakannya dan langsung mengalihkan pembicaraan: "Kebetulan, aku sedang mencari nona Luo, kemana dia?"

__ADS_1


"Kenapa kau tiba-tiba mengalihkan pembicaraan, ah Chen?" 


Karena tidak ingin berbicara lebih lanjut lagi dengan kakak seperguruannya, takut akan kakaknya khawatir dan takut padanya. Xiao Xing Chen pergi dari tempatnya dan berpura-pura mencari Luo Tian di sekitar. 


Xiao Xing Chen terus saja berjalan dengan mengkhawatirkan keadaan Guan Wei, shifu-nya sekarang ini. Ia takut sekali jika hakim dewa tiba-tiba saja datang menghampiri Guan Wei dan juga memberinya hukuman yang pantas untuknya. Jika saja, para pejabat surgawi sudah mengetahui akan hal ini, mungkinkah shifu akan mati? 


Jarum-jarum itu, tiba-tiba saja menusuk punggung Xiao Xing Chen. Tangan itu mendorongnya dengan menancapkan jarum-jarum itu. Luo Tian berdiri di samping Xiao Xing Chen dan melihat wajahnya yang terkejut, jarum itu berhasil menancap di tubuhnya. Tidak bisakah anda tidak menusuk jarum berbahaya anda pada punggung saya? 


"Nona Jingshi bilang, jika anda mencari saya. Ada apa?" 


Luo Tian melihat wajah Xiao Xing Chen yang terlihat pucat dan berbeda dari sebelumnya. Ia juga memperhatikan luka memar yang ada pada tangannya juga melihat yang berjalan tidak sempurna. Luo Tian lantas membuka sebagian dari pakaian Xiao Ying dan melihat luka memar yang sampai ada pada dadanya. Luo Tian yakin jika ini bukanlah karena suatu pertarungan melainkan karena telah diracuni. 


"Masuk ke ruangan saya, segera mungkin!" Luo Tian menarik Xiao Xing Chen menuju ruangannya dan mengeluarkan racun yang masih berbekas dalam tubuhnya. 


Di ruangannya, Luo Tian membuka sebagian pakaian dari Xiao Ying hanya sampai terlihat punggung dan dadanya saja. Xiao Xing Chen tidak tahu apa yang dilakukan oleh Luo Tian padanya dan hanya mengikuti sarannya saja. 


Luo Tian yang sedang berdiri di belakang Xiao Xing Chen yang sedang duduk di atas tikar lantai bambu, memegang punggungnya dengan penuh hati-hati: "Ada racun mematikan di dalam tubuhmu. Mungkin itu yang menyebabkan memar di seluruh bagian tubuh, dan luka yang tidak kunjung pulih." 


Racun? Memangnya sejak kapan saya diracuni oleh seseorang? Seingat saya, tidak pernah ada yang melakukan hal ini pada saya. Atau mungkin ini karena pertarungan di alam iblis? 


"Sekarang diamlah! Saya akan mencoba mengeluarkan racunnya. Mungkin agak sedikit sakit tapi, saya akan mencoba agar ini tidak menjadi sakit untuk anda." Luo Tian berkata dan memperhatikan dimana letak racun itu berada di dalam tubuh Xiao Xing Chen sebelum itu mengalir pada jantungnya. 


Luo Tian menekan pada bahu kirinya hanya menggunakan dua jari jemari kecilnya dan sudah membuat Xiao Xing Chen merasa kesakitan dan berteriak cukup keras. Luo Tian berusaha menjadikan ini tidak sakit dan berjalan cukup lancar. 


Luo Tian kembali menekan bagian tubuh Xiao Xing Chen pada bagian tengkuk leher. Racun itu akhirnya perlahan keluar bersamaan dengan darah kotornya dan dimuntahkan di mulutnya. Hanya tinggal sedikit lagi racun ini akan segera keluar seluruhnya. Bertahanlah sebentar lagi, saya akan membuat ini tidak terasa sakit. 

__ADS_1


Xiao Xing Chen terus berteriak, merasakan sakit dan sakit lagi. Terus saja mengeluarkan darah dari mulutnya. Luo Tian tidak bisa menjamin ini tidak akan sakit namun akan lebih cepat jika Xiao Xing Chen tidak memberontak dan terus bergerak. 


Satu pergerakan lagi dan racun ini akan segera selesai dari tubuh anda. 


Luo Tian menekan punggung Xiao Xing Chen menggunakan telapak tangannya dan semua racun itu akhirnya keluar melewati mulutnya bersamaan dengan darah kotor yang mengalir. 


Dan baru saja selesai mengangkat/mengeluarkan seluruh racun tersebut, Xiao Xing Chen malah pingsan di ruangannya dan malah membuat repot Luo Tian dalam memindahkannya ke ranjang tempat tidur. 


Sementara itu, Wu Shen yang sedang membakar sebatang dupa di istana, dihampiri banyak para pejabat surgawi yang terlihat marah padanya. Dewa kultivasi, tidakkah anda terlalu memikirkan anda sendiri? Kenapa anda tidak mengatakan bahwa anda mengetahui siapa yang menjadi pemberontak di alam surga ini!? 


Wu Shen membalikkan badannya dan melihat ke arah pejabat surgawi itu yang tampaknya sudah terlanjur marah dengannya. "Saya sama sekali tidak mengerti apa yang kalian bicarakan sekarang ini? Lagipula, kenapa kalian langsung saja mendobrak ruangan saya tanpa mengetuk pintunya?" 


"Anda jangan berpura-pura untuk tidak mengetahui hal ini! Kami mengetahui bahwa anda sudah menyembunyikan sesuatu! Kenapa anda tidak memberitahu kepada kami jika laki-laki yang mendobrak pertahanan alam surga dan melukai banyak pejabat surgawi adalah pengikut anda sendiri, Guan Wei!? Seorang Master shifu pegunungan Cang Qiong dan bahkan sekarang ini sudah mendapatkan julukan terhormat sebagai pemegang pedang cahaya!" 


Wu Shen tersenyum dan mencoba membuat dirinya sendiri menjadi tenang. "Apa kalian semua memiliki bukti yang kuat jika laki-laki yang datang ke alam surga adalah Guan Wei?" 


"Hakim dewa pasti akan memberikan anda hukuman yang pantas karena merahasiakan hal ini!" 


Wu Shen menghela nafasnya dan berkata: "Bisakah disini, saya bertindak layaknya seorang yang adil terhadap pengikutnya?" 


"Dewa kultivasi, anda jangan seperti kaisar cahaya yang sudah memberontak disini dan hampir melukai kami semua! Apa anda lupa jika anda hanyalah seorang tuan muda yang memohon kepada kami agar diberikan kekuatan untuk melawan iblis-iblis itu bahkan manusia yang paling anda sayangi Xin Dao? Itulah sebabnya bukan, anda menjadi seorang pejabat surgawi dan menjadi dewa kultivasi!?" 


Yang mereka katakan, memanglah seperti sedang merendahkan dirinya. Wu Shen terus saja mengepalkan tangannya, tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya ini. Jika saja, saya bisa melindungi seseorang yang sangat saya kenal, seperti Xin Dao yang dulunya adalah seorang anak prihatin dan saya selamatkan kini, beralih menjadi seorang dewa iblis dan bertentangan dengan saya. Sedangkan, saya disini hanya diam saja melihat satu persatu pengikut saya jatuh terbunuh. Apakah itu, juga bukan penghinaan bagi saya? 


Disaat Wu Shen ingin meluapkan amarahnya pada pejabat surgawi yang merendahkannya bahkan menentangnya hingga menghina, sebuah rantai pengikat menghancurkan dinding kaca yang dibelakangnya dan langsung mengikat Wu Shen keluar dari istana dan jatuh dari lantai paling atas. 

__ADS_1


Tulangnya seperti hancur seluruhnya ketika mendarat di atas lantai dasar yang keras. Di atas kepalanya, terlihat para hakim dewa yang seperti sedang berdiri di atas awan, dengan wajah yang tertutup kain putih sampai menutupi kepala dan hanya terlihat hidung dan mulutnya saja. Mereka segera memberikan Wu Shen hukuman yang berat untuknya! 


__ADS_2