
Memanglah bukan menjadi sebuah alasan mengapa Xin Dao menyeret Xiao Xing Chen di hadapannya. Xin Dao yang saat ini terluka parah dan beberapa dari lukanya itu masih mengeluarkan darah, membuatnya menjadi sedikit lemah dari sebelumnya.
"Ternyata, grandmaster-mu itu cukup kuat juga ya. Bahkan, aku nyaris kalah dalam pertarungan itu." Xin Dao berkata dengan sambil memakai kembali pakaiannya yang sempat ia lepas itu akibat dari luka yang disebabkan pertarungan tersebut.
Xiao Xing Chen hanya terdiam dan memasang ekspresi kesalnya pada Xin Dao. Ia seakan-akan ingin sekali membunuh orang ini! Membalaskan dendam Li Fang Jun pada orang ini, adalah tujuannya sekarang ada disini!
"Xiao Ying, kau tidak berpikir kalau aku akan mengambil tubuhmu itu, bukan?"
Baru saja Xin Dao mengeluarkan perkataan itu, Xiao Xing Chen mengubah bayangan yang mengelilinginya membentuk sebuah tombak panjang dengan pisau di ujungnya yang mampu membelah tanah dan segera, Xiao Xing Chen mengayunkannya ke arah Xin Dao.
Namun, serangan itu kembali terbaca oleh Xin Dao dan belum sempat mengenainya, Xin Dao mengaktifkan segel api Liu Yang pada dahi Xiao Xing Chen.
Xiao Xing Chen berlutut dengan memegangi kepalanya dengan sangat erat karena sakit kepala yang luar biasa seperti di hancurkan oleh benda tumpul. Xiao Xing Chen terus berteriak keras, memegangi kepalanya. Ia seperti saat ini tidak mengingat apapun, pikirannya kacau kembali. Tidak bisa berkata apapun (bisu) dan sama sekali tidak bisa mendengar suara siapapun itu (tuli).
Xin Dao berjalan mendekat dan membisikkannya kembali dengan suara yang berat dan membuat lemah itu: "Kau tidak perlu, membalaskan dendam untuk grandmaster-mu itu. Kau cukup melakukan apapun yang aku katakan. Ingat, Li Fang Jun sangat tidak dihormati sebagai seorang grandmaster di sekte mana pun itu. Termasuk sekte-nya sendiri yang begitu senang ketika mendengar berita tentang kematiannya. Jadi, siapa yang seharusnya menjadi sasaran untuk membalaskan dendam grandmaster-mu?"
Xiao Xing Chen saat ini seperti berada di ruangan yang gelap dan hanya terdengar suara Xin Dao yang mengatakan hal itu. Itu akan sangat berbahaya tentunya untuk pikirannya yang mudah terpengaruh itu. Bisa saja, Xiao Xing Chen akan menyerang 4 sekte besar itu termasuk sekte-nya sendiri sebagai bentuk balas dendam untuk Li Fang Jun.
__ADS_1
Sementara itu, 4 sekte besar dalam hitungan 1 bulan kemudian. Melakukan pertemuan di pegunungan Cang Qiong paviliun Zhong Li. Mereka membicarakan perihal pasukan Xin Dao yang semakin menyerang brutal di desa mereka. Mereka benar-benar keterlaluan! Bagaimana mungkin hanya menerima serangan dan tidak melawan!?
Mereka semua tampak kesal dan marah. Mengingat murid sekte mereka yang setiap harinya ada saja yang mati akibat mayat-mayat hidup itu. Semua pertanyaan tertuju pada patriark Jingshi yang salah satu dari muridnya adalah bagian dari bangsa iblis itu.
Mereka menuduh Xiao Xing Chen yang melakukan hal ini pada mereka. Xiao Xing Chen bahkan menjadi salah satu buronan dari 4 sekte besar kali ini termasuk sekte-nya sendiri.
"Saya katakan, saya mohon maaf atas tindakan Xiao Ying selama ini. Kalian pasti akan menuduh Xiao Ying yang melakukan hal ini pada kalian, saya mohon maaf." Patriark Jingshi membungkuk di hadapan semua patriark sekte sebagai bentuk permintaan maafnya.
"Aku tidak akan memaafkan sekte-mu sebelum membunuh Xiao Ying sekarang juga!" Patriark Jin Li berdiri menghadapnya dan memasang wajah tidak toleransinya pada patriark Jingshi.
"Akan saya pastikan itu akan terjadi." Patriark Jingshi berkata dan membuat Zi Xian yang mendengarnya begitu terkejut. Dengan berkata seperti itu, yang berarti patriark Jingshi akan membunuh Xiao Xing Chen!?
"Diam Zi Xian! Ini adalah urusan masing-masing sekte, kau yang belum menjadi seorang patriark jangan ikut campur!" Bentak patriark Jingshi.
"Tapi, patriark Lan Qiren! Apa kau setuju akan hal ini!?" Wajah Zi Xian tampak pucat dan ketakutan. Wajah yang ditunjukkan Xi Jun seperti menunjukkan bahwa dia setuju dengan keputusan itu. Ia mengangguk pelan dan berkata: "Itu, akan menjadi sebuah keputusan yang bijak untuk seorang patriark yang memiliki seorang Kultivator setan." Meskipun tampak berat mengatakannya tapi, Xi Jun benar-benar menyetujui hal itu.
Zi Xian yang mendengar keputusan itu, beranjak dari paviliun Zhong Li dengan kesal dan sepertinya ia tidak akan kembali ke dalam paviliun tersebut. "Masih ada cara lain selain membunuhnya!" Guan Wei berkata seperti itu dan membuat mereka sangat terkejut mendengarnya.
__ADS_1
"Guan Wei, apa maksud dari perkataan itu?" Guan Yao Ji berkata dengan tenangnya pada Guan Wei.
"Buat dia berpikir kembali, dan menyuruhnya untuk bermeditasi di pegunungan Bing Yi." (Bing Yi, sebuah pegunungan makam sang legendaris Kultivator pertama Wu Shen)
"Tunggu, bukankah itu akan menjadi hal yang aneh jika seseorang yang shaleh seperti Master Shizun ini, membela seseorang yang sudah menjadi seorang kultivator setan?" Li Quan Shi berkata dengan sedikit merendahkan Guan Wei dan di hadapan keempat patriark sekte.
"Jangan pernah mengambil keputusan yang singkat jika bisa mengubah masalahnya!" Guan Wei kali ini berkata dengan tegas pada keempat patriark sekte tersebut.
"Maaf, Master Shizun! Apa maksud anda Bing Yi, pegunungan tempat dimakamkannya kaisar kultivasi Wu Shen? Tapi, bukankah itu akan membuat masalah jika Xiao Xing Chen kehilangan kendali dan malah merusak pegunungan itu?" Xi Jun tampaknya malah melihat sisi buruknya jika Xiao Xing Chen di tempatkan disana.
"Aku yang akan menjaganya agar tidak melakukan hal bodoh disana."
Guan Wei beranjak dari paviliun pergi ke suatu tempat disana. Itu hal yang aneh. Mengapa seorang Master Shizun malah membela seorang kultivator Iblis? Mungkinkah mereka bekerja sama dalam melakukan hal ini?
Keempat sekte besar itu akhirnya memutuskan untuk berperang lebih awal melawan para iblis-iblis itu. Mereka berpikir jika tidak melakukan perlawanan, iblis-iblis itu malah akan bertindak serakah dan semakin banyak membunuh! Sehingga tidak ada yang tersisa satu pun seorang Kultivator pedang di dunia ini.
"Pertarungan ini, mungkin akan menjadi pertarungan yang terbesar dan mungkin akan menyebabkan korban jiwa yang tidak sedikit, tapi.. kita harus tetap melawan! Ekspedisi ini, aku namakan ekspedisi menantang neraka!"
__ADS_1
Perkataan Quan Shi memang membuat murid-murid itu semangat akan membunuh para Iblis itu. Hebat sekali, Quan Shi memiliki suara yang keras dan terlihat bijaksana dari kelihatannya namun, sebenarnya ia adalah orang yang menyebalkan! Quan Shi tidak mengetahui bahwa diluar sana, terlihat jelas Xiao Xing Chen yang sedang mengawasinya dan yang akan membunuhnya nanti.