
Malam harinya terasa dingin meski tidak berangin. Xiao Xing Chen tidak menyangka dibawah ruangannya terdapat gerombolan kunang-kunang yang ada disana.
Luka yang ada pada punggung Xiao Xing Chen masih terasa sakitnya dan belum bisa mengendalikan tubuhnya dengan lancar. "Aku harap setelah ini, tidak ada masalah lagi dan tidak ada yang mencariku."
Baru saja Xiao Xing Chen mengatakan hal itu, tiba-tiba saja dari luar seseorang mendobrak pintu dan masuk ke dalam ruangannya. Ming Su sudah mengetahui ruangan tersembunyi untuk menyembunyikan Xiao Xing Chen disana.
"Xiao Ying, sudah lama tidak bertemu seperti ini bukan?" Ming Su tersenyum tipis dan menatap tajam Xiao Xing Chen.
"Padahal saat ini, aku sedang tidak ingin melihatmu Ming Su. Kenapa kau bisa-bisanya muncul dengan tiba-tiba?" Xiao Xing Chen berkata tanpa beban di pikirannya dan main asal bicara.
Ming Su berjalan mendekat seperti ada sesuatu yang ia inginkan dengan Xiao Xing Chen, suatu hal mulai di bisikkan pada Xiao Xing Chen. "Aku dengar kau memiliki sesuatu yang berharga Xiao Ying. Aku tahu, kau mengetahui dimana letak kitab Shu Yin saat ini."
"Memangnya, kau pernah melihat aku memegang kitab terlarang itu?" Xiao Xing Chen tersenyum dan memejamkan matanya sebentar.
Wajah Ming Su yang menurut Xiao Xing Chen lebih mirip dengan sapi yang selalu memajukan mulutnya. Xiao Xing Chen hanya bisa menahan tawanya karena membayangkan hal itu.
__ADS_1
Sebuah tinju yang cukup cepat dilepaskan ke arah Xiao Xing Chen dari Ming Su untuk meluapkan kekesalannya. "Apa yang kau tertawakan Xiao Ying!?"
"Sayang sekali, kekuatan spiritual ku sedang tidak mendukung. Jadi, aku tidak bisa melayani kalian." Xiao Xing Chen berkata dengan melihat ke arah lain karena paksaan dari Ming Su.
"Hah, begitu ya! Rupanya kau membuat peluang untuk kami agar kau menyerahkan kitab Shu Yin pada kami!" Ming Su mengambil beberapa bagian dari rambut Xiao Xing Chen dan menariknya hingga memaksanya untuk melihat ke arahnya.
"Lakukan saja apa yang kau mau."
Xiao Xing Chen hanya bisa tersenyum tipis dan memasang tatapan remeh untuk Ming Su dan juga beberapa pengikutnya yang ada di belakangnya.
"Bagaimana rasanya? Diikat dengan cambukan petir, sakit ya?"
Ming Su menginjak-injak tubuh Xiao Xing Chen yang masih terikat itu. Tulang rusuk Xiao Xing Chen kembali patah setelah di obati oleh Guan Wei. Xiao Xing Chen merasa ini akan menjadi suatu pengobatan yang lama nantinya setelah beberapa tulang rusuknya kembali patah.
Xiao Xing Chen kembali memuntahkan darah segar dari mulutnya ketika Ming Su masih menginjak-injak tubuhnya. Xiao Xing Chen tidak bisa berharap ada pertolongan dari orang lain lagi karena yang mengetahui ruangan ini hanyalah Guan Wei dan juga beberapa orang dari sekte Guan Qin itu sendiri.
__ADS_1
"Bagaimana? Apa kau akan memberikan kitab itu pada kami!?"
Xiao Xing Chen tidak akan membiarkan kitab Shu Yin pindah ke tangan sekte Qing Fei. Ia membayangkan nantinya jika kitab Shu Yin itu diberikan, mungkin nyawanya saat ini akan jauh lebih cepat akan mati.
"Sayangnya, aku tidak akan memberikan kitab itu pada kalian. Tapi, jika aku memberikannya pada kalian, apa yang akan kalian sekte Fei lakukan nantinya? Pastinya akan ada banyak orang mati disini." Xiao Xing Chen menatap tajam Ming Su seakan-akan ia mengancamnya.
"Rupanya kau lebih memilih untuk mati, ya! Akan aku sebarkan berita tentang kematianmu nanti."
Xiao Xing Chen hanya berpikir kenapa tidak seharusnya sekte Qing Fei di hancurkan sejak awal?
Guan Wei membuka pintunya dan sedikit terkejut melihat orang-orang sekte Qing Fei ada di ruangan itu dan sedang menyiksa Xiao Xing Chen disana. Guan Wei hanya bisa berkata: "Kenapa kalian bisa ada disini?"
Ming Su yang juga sedikit terkejut melihatnya langsung menghampiri Guan Wei dan sedikit memberi kecaman padanya: "Wah,.. sepertinya kebetulan sekali Shizun ada disini. Karena itu, mungkin aku akan pergi. Tapi, kau ingat saja Shizun! Xiao Ying memang benar-benar seorang kultivator setan yang harus segera dimusnahkan, kau harus tahu itu."
Setelah mengatakannya dengan penuh tatapan dan rasa dendam padanya, Ming Su dan juga pengikutnya akhirnya pergi meninggalkan ruangan itu. Guan Wei cukup terkesan pada sekte Fei karena berhasil bisa mengetahui ruangan rahasia tersebut. Selama ini belum pernah ada orang yang mengetahui letak posisi ruangan rahasia yang ada di Guan Qin ini.
__ADS_1
Setelah pikirannya teralihkan oleh Ming Su, Guan Wei melihat ke arah Xiao Xing Chen yang sepertinya mengalami luka yang cukup serius kali ini. Lebih parah dari yang tadi, Xiao Xing Chen hampir berulang-ulang kali memuntahkan darah dari mulutnya itu. Beberapa tulang rusuknya patah kembali dan juga luka seperti sambaran petir yang terdapat pada sekitar tubuhnya itu.