
Xiao Xing Chen menguatkan dirinya untuk memasuki alam iblis yang panas itu.
Alam iblis sangatlah panas dan dipenuhi dengan pepohonan yang memiliki ranting-ranting yang tajam. Bau anyir darah semakin tercium tajam, juga dengan ilusi teriakan manusia-manusia yang seperti sedang disiksa habis-habisan. Manusia biasa dengan tingkat kultivasi yang rendah, pastinya akan hancur dan berubah menjadi salah satu bagian dari mereka. Beruntung saja, Xiao Xing Chen termasuk dalam setengah iblis dan manusia menurut garis keturunannya, ia sudah terbiasa dengan pemandangan dan suara-suara yang seperti ini.
Kedatangan Xiao Xing Chen disambut dengan baik sepertinya oleh naga api, pendekar Bao Shi Xuan. Serangan api yang dikeluarkan dari mulutnya, beruntung saja Xiao Xing Chen memiliki refleks yang bagus hingga serangan yang tiba-tiba seperti ini bisa dihindarinya dengan baik.
"Sepertinya, kita kedatangan seorang tamu yang sangat terhormat disini. Kaisar cahaya, apa yang anda lakukan disini?" Bao Shi Xuan berkata dan duduk di atas naga peliharaannya itu. Baju zirah yang dipakainya sangatlah bersinar. Pedang yang digendongnya pada punggungnya juga terlihat besar dan menyeramkan. Jadi, orang ini adalah pendekar legendaris Bao Shi Xuan?
"Saya ingin bertemu dengan penatua berlengan tunggal, Tang Yin. Mana dia!?" Xiao Xing Chen memasang ekspresi wajah yang tidak biasa dan penuh amarah mengeluarkan aura mengerikan penuh dengan rasa membunuh yang tinggi.
"Kenapa tiba-tiba mencarinya ketika sekarang ini anda sedang berhadapan dengan saya?"
"Jika saya tidak bisa menemuinya sebelum melawan anda, maka saya akan melakukannya dengan baik!"
Bayangan hitam Xiao Xing Chen mulai terbentuk!
Pedang yang terbuat dari bayangan hitam miliknya, mulai di hentakan di atas tanah alam iblis ini dan membuat sebuah guncangan besar, menjatuhkan beberapa bebatuan besar yang menggantung di atas tebing.
__ADS_1
Xiao Xing Chen menggunakan kultivasi teleportasi untuk mendekati langsung Bao Shi Xuan di hadapannya dan mengayunkan pedangnya tepat di depan wajahnya. Bao Shi Xuan menghindari serangan tersebut dan melompat menjauh darinya. Ekor naga miliknya, bergerak dan membuat Xiao Xing terhempas jauh dari tempatnya.
Masih ada pergerakan yang diberikan Xiao Xing Chen berasal dari bawah tanah! Bayangan hitam membentuk sebuah rantai berduri dan langsung mengikat naga itu hingga berdarah-darah.
Xiao Xing Chen kembali muncul dibelakangnya, dan kembali mengayunkan pedangnya dengan keras. Ayunan pedangnya mengeluarkan sebuah cahaya hitam yang bergerak maju menghancurkan apa yang ada di depannya. Kekuatan yang Xiao Xing Chen miliki saat menginjakkan kakinya di alam iblis ini semakin bertambah kuat dibandingkan saat ia berada di alam manusia juga di alam surga.
Saya bisa mengakuinya. Orang ini (Xiao Ying) memanglah sangat kuat jika dibandingkan sebelumnya dan yang dikatakan beberapa orang lainnya. Apa orang ini yang selalu diprioritaskan oleh Xin Dao sebagai kekuatan terbesar dalam alam iblis ini? Namun, sayangnya Xin Dao! Orang ini sudah berubah menjadi seseorang yang putih dan bahkan sudah menjadi seorang pejabat surgawi disana. Kasihan sekali anda.
Xiao Xing Chen berdiri pada sebuah tebing tinggi, dan memainkan serulingnya untuk mengendalikan naga api peliharaannya. Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Xiao Xing Chen pada peliharaan Bao Shi Xuan sangatlah diluar dugaan. Cara yang cukup licik dan tidak adil dilakukannya. Naga api itu akhirnya berhasil menjadi miliknya dan menyerang Bao Shi Xuan.
Tidakkah anda merasa bahwa apa yang anda lakukan ini adalah trik yang cukup licik dan sangat dibenci oleh semua orang pastinya?
Xiao Xing Chen meninggalkan Bao Shi Xuan dan membiarkannya melawan peliharaannya sendiri. Ia tidak ingin membuang-buang waktunya hanya untuk melawan orang yang bukan menjadi incarannya sekarang ini.
Alam iblis sangatlah luas dan membuat Xiao Xing Chen kesulitan untuk menemui Tang Yin disini. Pada sebuah lembah hitam dan panas. Terdapat banyak uap panas yang selalu keluar di setiap celah kecil tanah yang dipijaknya bahkan jika anda berjalan di sana tanpa mengenakan alas kaki, mungkin saja amputasi adalah jawabannya.
Seseorang berpakaian layaknya seorang penatua dari sebuah gereja, dan satu lengan pakaiannya tergelar berhembus angin. Orang ini jelas sedang berdiri pada sebuah gundukan batu. Pedang bercahaya miliknya berada di sekitarnya, perlahan melihat ke arah Xiao Xing Chen.
__ADS_1
"Apakah anda sedang mencari saya?" Tang Yin melompat turun dari atas gundukan batu perlahan berjalan keluar dari sudut yang gelap dan memperlihatkan wajahnya.
"Anda adalah penatua berlengan tunggal, Tang Yin. Orang yang telah menyerang shifu saya!" Xiao Xing Chen mengeluarkan hawa membunuh yang kuat dan ekspresi wajah penuh amarah yang memuncak, tidak seperti biasanya.
"Sepertinya, anda sangat marah pada saya bukan?" Tang Yin masih saja bisa tersenyum setelah ia mengetahui bahwa Xiao Xing Chen pasti akan menyerangnya dan akan membunuhnya kali ini dengan cara tidak biasa.
"Kembalikan shifu seperti semula! Jangan jadikan ia sebagai peliharaan anda yang bisa anda lakukan semaunya!" Xiao Xing Chen membuat puluhan pedang dari bayangan hitamnya dan dihunuskan ke arahnya.
"Saya tidak menyangka ini sebelumnya. Kita memiliki kemampuan spiritual yang hampir sama. Tapi yang berbeda, anda tidak mampu menggunakan pedang asli."
"Anda jangan mengalihkan pembicaraan ini! Segera, kembalikan shifu saya yang asli!"
Tang Yin mendengus dan tertawa kecil melihat Xiao Xing Chen dengan penuh kebencian dan rasa ingin membunuh yang tinggi daripada sebelumnya. "Saya tidak melakukan apapun pada shifu kalian. Saya hanya memberikannya hadiah Xiaji (topeng iblis) padanya."
Xiao Xing Chen yang tidak sabaran, langsung mengayunkan pedangnya kembali ke arah Tang Yin begitupula dengan pedangnya yang lainnya juga ikut bergerak dengannya.
Salah satu pedang melayang di depan wajah Tang Yin!
__ADS_1
Tang Yin berhasil menghindar dari serangannya dengan mudah! Namun bukan hanya itu serangan yang diberikan oleh Xiao Xing Chen melainkan pedang yang bergerak lurus ke arahnya di setiap sudutnya. Xiao Xing Chen muncul dihadapan Tang Yin dan mengayunkan pedangnya. Dengan terampil sekali, Xiao Xing Chen seperti sedang melakukan sebuah tarian seribu pedang yang biasa digunakan oleh dewa beladiri untuk melawan musuhnya.
Tang Yin berdiri pada sebuah gundukan batu, dan akhirnya memutuskan untuk melihat taktik penyerangan yang dilakukan oleh Xiao Xing Chen sebelum ia melancarkan serangan berikutnya. Orang ini memang benar-benar tidak bisa diremehkan! Seni pedangnya, tidak dapat dipungkiri bahkan ini setingkat dengan kemampuan seorang dewa beladiri ditingkat paling tertinggi. Saya benar-benar harus berhati-hati dengan orang ini. Pantas saja, Xue Jing dengan mudahnya kalah pada orang ini. Ia memiliki pesona sihir yang sangat tinggi dan begitu gelap. Saya hanya melihat satu cahaya dalam pesonanya jika itu dikeluarkan sepenuhnya dan sepertinya saya sedang bermimpi bahwa yang menjadi cahayanya itu adalah shifu-nya sendiri