
Sekte Qing Fei, akhirnya kembali membentuk sekte-nya setelah dihancurkan dan dimusnahkan oleh Xin Dao. Mereka mengambil beberapa murid dari berbagai aliran dan berbagai pegunungan untuk dijadikan muridnya. Tetua Hung Ji, yang sekarang ini menjadi patriark Qing Fei, menunda pembentukan makam leluhur disebabkan peperangan yang akan terjadi lagi.
Mungkin akan menjadi suatu pekerjaan yang panjang untuk membentuk makam leluhur ini dikarenakan mereka yang tidak memiliki rasa toleransi dan bersikap egois! Hung Ji memang tidak mendatangi pertemuan 4 sekte besar tersebut dan hanya mewakilkan Luo Tian dalam pertemuan itu.
Luo Tian berkata lembut pada Zi Xian meskipun sebenarnya ia tampak tidak berekspresi dan sebenarnya, suasana perasaannya saat ini sedang kacau. "Aku dengar kalian berencana akan membunuh Xiao Ying?"
Zi Xian melihat dibalik sebuah pohon besar di depannya dan menghela nafas panjangnya. "Nona Luo, jadi anda juga mendengarnya, ya? Hm.....Mereka, tampak setuju untuk membunuh Xiao Xing Chen. Tapi, mereka bodoh tidak melihat kemampuan Xiao Xing Chen sebenarnya."
"Saya juga tidak menyetujui rencana untuk membunuh Xiao Ying! Dilihat dari kemampuannya saat ini, sepertinya kemampuan kultivasi milik Xiao Ying mampu untuk menghancurkan satu gunung dalam sekejap. Bisa-bisa, mereka semua akan mati!"
"Aku rasa dia tidak akan membunuh secara brutal sama seperti Xin Dao! Xiao Xing Chen tetaplah Xiao Xing Chen, seorang kultivator pedang yang sangat terampil dan juga murid dari grandmaster Li Fang Jun."
Sebuah lembah yang gelap dan dipenuhi dengan ruh manusia di dalamnya, Xiao Xing Chen terlihat sedang bersandar pada dinding batu, sambil memegangi bahunya dengan keras. Ia seperti sedang menahan sakit pada tubuhnya dan ternyata itu disebabkan karena tubuhnya saat ini tidak mampu menahan kultivasi iblis-nya yang begitu besar dan jahat.
Berulang kali Xiao Xing Chen memuntahkan darah dan terpaksa berlutut disana. Pandangannya menjadi buram dan hanya terlihat bayangan hitam yang mengelilinginya. Xiao Xing Chen mengebaskan tangannya berulang kali supaya bayangan hitam itu pergi. Namun sepertinya percuma karena bayangan hitam itu termasuk dalam tubuhnya saat ini sehingga tidak bisa dihilangkan begitu saja.
"Kenapa seperti ini!? Ada apa denganku saat ini!? Pergilah! Kalian semua pergilah!"
__ADS_1
Xiao Xing Chen seperti berbicara tidak masuk akan dan terus mengibaskan tangannya. Ribuan bisikan itu mulai menghantui pikirannya saat ini. Itu terdengar menyedihkan dan suram begitu pula dengan wajah mereka yang kelam.
"Xiao Xing Chen,.. kenapa tidak menghancurkan sekte sekte itu!?"
"Xiao Ying , ingat pada dendam grandmaster-mu! Siapa yang seharusnya kau musnahkan!?"
"Xiao Ying, jangan sia-siakan kekuatan mu yang sudah melebihi grandmaster dan Shizun milikmu itu!"
Xiao Xing Chen terus menutup telinganya dengan keras lalu memejamkan matanya dan berteriak; "Hentikan!" Hingga Xiao Xing Chen menancapkan serulingnya pada sebuah gundukan tanah di depannya. Suasana menjadi tenang dan bayangan hitam itu sudah menghilang. Xiao Xing Chen kembali menghela nafas panjang dan perlahan menjadi tenang, syukurlah mereka sudah pergi.
Sebuah pedang bercahaya, tertancap pada sebuah batu besar. Memiliki permata giok merah pada ujung pegangannya. Dikelilingi bayangan hitam yang membuatnya semakin menyeramkan. Xiao Xing Chen baru menyadari bahwa sekarang ia sedang berada di lembah naga yang ada di pegunungan dafan.
Xiao Xing Chen segera mendekati pedang tersebut namun, seperti terdapat suatu energi spiritual yang menahannya untuk mendekati pedang tersebut. Bayangan hitam itu termasuk bagian dari iblis-iblis tersebut. Hingga Xiao Xing Chen akhirnya kembali mengambil serulingnya dan mengendalikan semua bayangan hitam tersebut.
Ajaib sekali, bayangan hitam itu menurutinya dan membiarkan Xiao Xing Chen memegang pedang tersebut. Pedang legendaris milik pendekar Bao Shi Xuan memang cukup hebat dan mampu membelah satu gunung dalam satu ayunan. Sayangnya, Bao Shi Xuan tidak menyukai kedatangan seorang kultivator iblis dan akhirnya membuat Xiao Xing Chen terlempar cukup jauh karena kekuatan spiritual pedang tersebut.
"Ya! Sekarang aku ingat, pedang itu adalah pedang yang akhirnya menjadi logam Lifu! Aku harus membuatnya agar bisa mengendalikan kultivasi iblis ini!"
__ADS_1
Xiao Xing Chen mendekati pedang tersebut sambil memainkan serulingnya. Perlahan ia mendekatinya dengan penuh keyakinan pedang itu akan menjadi miliknya. Perlahan, pedang itu menerima keberadaan kekuatan spiritual Xiao Xing Chen yang akhirnya berhasil di pegangnya.
Xiao Xing Chen, membuat bayangan hitam itu mengelilingi pedang tersebut dan menyuruh mereka untuk menghancurkan pedang tersebut menjadi abu yang berserakan. Abu itu kembali terbentuk menjadi sebuah logam abu-abu yang berbentuk seperti naga yang melingkar, dengan mulut yang terbuka. Logam itulah yang akan memperkuat kekuatan energi spiritual pemiliknya 10 kali lipatnya dari sebelumnya. Logam itu adalah logam yang menjadi penyebab peperangan kembali terjadi dan penyebab Xiao Xing Chen menggunakan kultivasi segel pembunuh dan namanya adalah logam Lifu.
"Pada akhirnya, aku kembali membuat logam iblis ini. Apa yang akan terjadi berikutnya setelah aku membuat logam seperti ini, ya?"
Sebulan kemudian, pasukan dari berbagai sekte akhirnya terbentuk. Pasukan itu berasal dari berbagai aliran sekte (Qing Fei, Guan Qin, Niao Jingshi, Lan Qiren, Xin Jin Li). Mereka terbagi menjadi 3 pasukan dan yang akan menyerang ditempat yang berbeda-beda.
Pasukan yang pertama, dipimpin oleh patriark Lan Qiren, Xi Jun dan juga patriark Jin Li, Quan Shi menyerang di daerah Yiqun Jin. Pasukan kedua dipimpin oleh patriark Jingshi dan juga Guan Wei menyerang ke daerah pegunungan Zhang. Pasukan kedua dipimpin oleh tetua Hung Ji dan juga patriark Guan Qin, Yao Ji menyerang di daerah Bing Yi. Mereka semua akan terus menyerang dan akan berkumpul di lembah naga gunung Dafan.
Anehnya, ketika kedua pasukan itu mendapat serangan dari mayat-mayat hidup ini, hanya pasukan Quan Shi dan juga Xi Jun yang sama sekali tidak mendapatkan perlawanan dari mereka. Apa-apaan ini!?
Di daerah Yiqun Jin tampak biasa-biasa saja dan sama sekali tidak ada tanda-tanda keberadaan pasukan iblis-iblis itu. Mereka seperti sedang dipermainkan oleh mereka dengan berbagai cara! Apa ini adalah rencana licik dari mereka?
Sampai ketika mereka berjalan di gunung tandus Bao Xin, keanehan mulai datang. Mereka berserakan di gunung tersebut dengan luka di sekujur tubuh mereka dan dengan berbagai ekspresi di wajah mereka. Itu bukanlah manusia melainkan mayat-mayat hidup yang sudah dibunuh oleh seseorang.
Ini aneh, apa mungkin ada seseorang yang sengaja membantu mereka dalam menyerang bangsa iblis? Setelah dilihatnya dengan baik, mereka bukanlah dibunuh oleh manusia, melainkan dengan iblis yang lain. Benar-benar tidak masuk akal! Mereka tampak meninggal dengan tenang sepertinya, ruh mereka memang sengaja di kembalikan ke alamnya masing-masing. Ini seperti malaikat dalam kegelapan!
__ADS_1
Sampai di puncak gunung Bao Xin, mereka terkejut melihat seseorang berpakaian hitam yang sedang duduk pada sebuah batu besar berlumur darah dan di sekitarnya terdapat mayat-mayat yang bergelimpangan disana. Ya! Laki-laki itu adalah Xiao Xing Chen. Dia akan membunuh Quan Shi saat ini juga karena penyesalannya karena tidak menghormati grandmaster Li Fang Jun. "Senang melihatnya datang kemari dengan sehat-sehat saja dan tidak terbunuh oleh mayat-mayat hidup itu. Karena yang akan membunuhnya kali ini adalah aku, Li Quan Shi." Xiao Xing Chen mengeluarkan ekspresi marahnya dan mata tajamnya ketika melihat Quan Shi. Sepertinya, pasukan pertama ini tidak akan melawan mayat-mayat hidup itu melainkan, melawan Xiao Xing Chen yang kekuatannya melebihi kekuatan mereka.