Kaisar Cahaya Kultivasi Iblis

Kaisar Cahaya Kultivasi Iblis
Chapter. 23


__ADS_3

 Sesampainya di dermaga Lianhua, dengan menaiki sebuah perahu. Xiao Xing Chen tampak sudah menapak pada dermaga itu namun apa yang dipikirkan Li Fang Jun, ia langsung mengerakkan perahunya untuk menjauhi dermaga Lianhua. Li Fang Jun merasa tugasnya saat ini sudah selesai dengan menghantarkan Xiao Xing Chen sampai ke Lianhua. 


  Li Fang Jun tidak mengatakan apapun selain tentang pembelajaran yang ada di sekte Guan Qin tak lama setelah ini. Xiao Xing Chen merasa dirinya akan telibat dalam hal ini namun, ia bersyukur karena bisa kembali dalam ingatannya lagi setelah bersama Li Fang Jun di Yiqun Jin dan juga Luo Tian yang saat ini menjadi tunangannya. 


  "Apa saat ini, aku akan kembali bertemu dengan Shizun? Jika tidak salah, waktu itu aku banyak melakukan pelanggaran dalam peraturan di sekte Guan Qin." 


  Xiao Xing Chen berjalan menuju paviliun Giong Qi tempat pengujian pedang. Seperti biasa Xiao Xing Chen disambut hangat oleh para murid-murid sekte Niao Jingshi dengan rangkulan tangan yang begitu erat. 


  "A-Chen, darimana saja kau selama ini!?" 


  "A-Chen, aku dengan grandmaster yang legendaris itu menjadi guru mu, apa itu benar?"


  Xiao Xing Chen melepas rangkulan orang-orang itu dan sedikit tertawa. "Sudahlah, aku ingin istirahat sebentar,.."


  "Kau tidak akan menemui kakak pertama?"


  "Aku rasa tidak."


Saat Xiao Xing Chen berjalan pergi dari paviliun, seorang laki-laki bertubuh garang dan suara yang berat itu mendengar perkataannya tadi; "Siapa yang tidak ingin kau temui Xiao Xing Chen!?" 


  Ya, itu adalah suara kakak pertama mirip sekali dengannya dan namanya adalah "Jingshi Que Han" hampir semua orang yang disana takut untuk bicara dengannya karena tatapannya yang selalu tajam seperti pedang dan juga pedang besar yang selalu ia gantungkan pada kiri sabuk pakaiannya.

__ADS_1


  "A… kakak pertama,.. apa yang anda lakukan disini?" Xiao Xing Chen berkata dengan sedikit nada merendah karena tidak ingin melihat wajah seseorang yang akan ia bunuh nantinya. 


  "Kenapa bertanya? Sudah jelas ini adalah wilayah kekuasaan ku dan aku yang akan mengajari orang-orang tak berguna disini! Kau sendiri apa yang kau lakukan disini!?" 


  "Aku rasa,.. aku ingin bertemu dengan Zi Xian. A, aku akan pergi,.."


 Xiao Xing Chen langsung berlari dari paviliun itu dan pergi ke ruangan Zi Xian yang bersebelahan dengan ruangan kakak seperguruan Yue Li. 


 Jingshi Zi Xian merupakan anak kedua dari paman Jingshi dan juga nyonya Yu. Zi Xian memiliki sifat yang lebih baik daripada kakaknya Que Han. Zi Xian masih memiliki sifat kemanusiaan dan toleransi pada semua orang. Jika saja Zi Xian menjadi ketua pengujian pedang yang ada di paviliun Giong Qi, mungkin semua orang disana tidak akan merasa ketakutan seperti itu.


  Xiao Xing Chen mengetuk pintu ruangan Zi Xian dan tampak sama sekali tidak ada suara dari dalam sana. 


 Xiao Xing Chen akhirnya membuka ruangan itu dan sama sekali tidak merasakan keberadaan Zi Xian di dalam ruangannya. 


  Suara itu tampak terdengar familiar di telinga Xiao Xing Chen dan benar saja, laki-laki itu adalah Zi Xian. Matanya yang lebar menatap Xiao Xing Chen dan tatapan tidak pedulinya itu membuatnya yakin kalau itu adalah Zi Xian. 


  Apa yang membuat Xiao Xing Chen melambaikan tangannya pada Zi Xian? Xiao Xing Chen mungkin sangat merindukan saat-saat bersama dengan Zi Xian terutama saat berlatih pedang dengannya. 


  "Sudah berapa lama kau tidak menemui ayahku?" 


  "Zi Xian, aku baru saja pulang, kenapa kau malah menyuruh ku untuk menemui paman Jingshi?" 

__ADS_1


  "Setidaknya kau memberikan hormat padanya saat kau pulang atau tidak kau bicara dengannya satu kata saja sudah cukup!" 


  "Iya, iya aku tahu."


Terdengar ada banyak langkah hentakan kaki yang cukup ramai mendekatinya. Benar saja dugaannya, itu adalah seorang laki-laki paruh baya yang sesekali memegang janggut putihnya yang panjang itu. Garis-garis keriput yang mulai terlihat suaranya yang pelan berkata: "A-Chen, kau sudah kembali?" 


 Ya, itu adalah tetua sekte dan juga pemimpin sekte Niao Jingshi namanya adalah "Jingshi Xue Mo" usianya yang menginjak usia lanjut, ia masih belum bisa menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin sekte nantinya antara kakak pertama Que Han dan juga adik ketiga Zi Xian. Kekuatan mereka berdua memanglah saat ini setara dan membuat Xue Mo ragu untuk memilih. 


  "Paman Jingshi, lama tidak bertemu dengan anda." Xiao Xing Chen bergerak dan memberi hormat padanya. 


  "A-Chen, aku dengar kau berguru pada seorang grandmaster Li Fang Jun." 


  "Iya, paman Jingshi."


  "Apa yang kau dapatkan dari grandmaster gila itu?" Xue Mo tampak tidak senang ketika mendengar Xiao Xing Chen berguru pada Li Fang Jun. 


  Xiao Xing Chen tahu Xue Mo sama sekali tidak menyukai Li Fang Jun. Karena itu ia saat ini sedang berusaha untuk menyingkirkan Li Fang Jun dari kehidupannya. 


  "Aku mendapatkan banyak pembelajaran darinya terutama teknik kultivasi untuk menguasai pedang." 


  "Bagus untukmu A-Chen tapi, kau berhati-hatilah dengannya." Xue Mo berjalan dan menepuk pundak Xiao Xing Chen dan segera pergi dari sana. 

__ADS_1


  "Memangnya, apakah guru Fang Jun pernah melukainya? Kenapa paman Jingshi begitu tidak menyukai guru Fang Jun?" Batin Xiao Xing Chen yang melihat Xue Mo berjalan menjauh darinya dan di depannya tampak Zi Xian yang masih berdiri di depannya Xiao Xing Chen hanya bisa terkejut mengingat Zi Xian yang sejak tadi hanya diam saja; "Kau baik-baik saja kan, Zi Xian?"


__ADS_2