
Terjebak di perbatasan alam surga, tidak membuat Xiao Xing Chen bergerak bebas ketika bersama dengan Xue Jing yang seorang bangsawan iblis di dekatnya dan mengalami penolakan untuk masuk ke jauh ke dalam. Tidak bisakah saya kembali menaruh punggung saya di rerumputan yang panjang?
Xue Jing melakukan gerakan yang tidak senonoh. Tangannya yang mulus dan halus mencoba untuk memeluk paha Xiao Xing Chen apalagi berpapasan pada sebuah bidang yang tidak datar dan sangat membuatnya berubah menjadi merah akan hal itu, merasa cukup dikatakan ini sebagai 'Perbuatan zina' yang pernah dilakukannya selain pada shifu-nya sendiri.
Bisakah anda melihat ekspresi wajah anda sendiri yang mencoba memeluk paha saya? Tidak bisakah anda tidak melakukan zina di alam surga ini? Apa anda mencoba agar saya kembali diusir dari sini?
Xue Jing berkata dengan suara yang seperti sedang merayu dengan halus seperti seorang wanita yang menjadi kepuasan Harem tuannya, "Tuan, kenapa anda selalu saja mencampakkan saya di alam manusia? Kenapa tidak kembali ke alam iblis dan memulai sesuatu yang baru?"
Ketegangan mulai terjadi. Xiao Xing Chen memasang ekspresi tidak puas dan menjadi suram, "Kenapa anda malah mengajak saya kembali ke alam iblis setelah saya menyatakan keluar dari alam terkutuk itu?"
Suara seperti lonceng berdengung melintas di telinga mereka dan mengapa tidak, suara itu berasal dari Ying Yu Guang Shan yang sedang menertawai Xiao Xing Chen juga mencibirnya dengan perkataan keras, "Hahaha, rasanya seorang kaisar cahaya sepertinya adalah seseorang yang sangat mencintai Haremnya!"
Sungguh apakah saya merasa terhina? Kenapa seorang putri mahkota dari kekaisaran yang sudah punah berani untuk melawan dan mengeluarkan perkataan pedasnya pada saya? Xiao Xing Chen menghela nafasnya mengatakan dengan mencibir, "Saya, merasa jika menjelaskannya pada anda. Jika saya tetap memaksa untuk menjelaskan, rasanya, seperti menanam bibit pada batu."
Ying Yu Guang Shan memiliki ekspresi wajah memerah dan merasa orang ini sedang menghinanya. Dengan suara yang dingin, ia menghunuskan pedangnya, "Katakan sekali lagi agar saya bisa memenggal kepala anda!"
Xue Jing mengambil tindakan. Menarik Xiao Xing Chen di belakang punggungnya dan menghunuskan pedangnya, "Siapapun yang berani mengeluarkan kata-kata tidak senonoh apalagi berbuat sembrono pada tuan saya, saya tidak akan tinggal diam!"
Bagaimana bisa sebuah plot cerita dibuat seakan-akan para tokoh wanita protagonis memperebutkan kehormatan tokoh utama dalam cerita ini? Jelas ini sudah masuk pada bagian plot yang cukup menenangkan Haremnya dan memuaskan tokoh utama dalam ceritanya.
__ADS_1
Bukan! Hanya karena satu orang yang menentang dan menindas kehormatan tokoh utama disini, malah membuat protagonis lain yang menjadi anjing untuk tuannya yang akan memenggal kepala penantang ini. Bukankah itu sangat tidak koheren?
Xiao Xing Chen yang menjadi pelaku dari keributan ini hanya bisa terdiam. Dalam benaknya seperti mengeluh mengatakan, 'Memangnya adakah seorang laki-laki yang mampu menenangkan hati dua orang wanita yang sedang memperebutkan kehormatannya'?
Haruskah saya kembali melemparkan diri saya dari atas surga?
Para iblis-iblis kecil juga mayat-mayat hidup itu muncul di beberapa tempat di pegunungan Cang Qiong. Murid-murid sekte berpencar membunuh satu persatu dari iblis-iblis itu yang menyerang pegunungan mereka.
Belakangan ini, memang selalu ada saja iblis yang menyerang sekte mereka. Memangnya apa tujuan iblis-iblis itu jika berhasil menghancurkan sekte Guan Qin dengan sangat baik dan tidak diketahui? Bisakah buaya ini mampu menolak bangkai?
Alam iblis mulai menyerang secara brutal disaat ada kesempatan untuk mereka akan tetapi, bukankah pemimpin/tuan mereka sedang mengalami pemulihan yang cukup panjang? Tidak terlihat sekali muncul seorang bangsawan iblis yang muncul di tengah-tengah pertarungan mereka hanya untuk menyerang. Bukan! Ini hanyalah sebuah permainan kotor yang dilakukan oleh mereka!
Guan Wei berjalan di antara tengah-tengah kerumunan mayat-mayat hidup yang sudah terpenggal kepala mereka dan menyentuh salah satu kepala yang tergeletak di bawah pohon dan terlihat tampak tenang. Berbicara dengan iblis yang masih hidup memang tidak semudah yang diduga tapi, jika itu sudah meninggalkan tubuhnya, mungkin saja sedikit suara samar-samar akan menjawab pertanyaannya ketika memulai sebuah komunikasi dengan alam iblis.
Guan Wei selesai berbicara dengan iblis kecil itu dan kemudian menaruh kedua tangannya di belakang punggungnya dan kembali berjalan ke sekte.
Ketegangan ini akhirnya selesai dengan habisnya seluruh iblis penakut yang menyerang pegunungan, oleh murid-murid sekte Guan Qin. 'Selesai untuk penghabisan' apa yang akan dilakukan pada mayat-mayat yang tersebar di hutan?
Mungkin tidak usah. Mereka akan berubah menjadi abu dalam beberapa saat ketika kematiannya datang (Selesai untuk urusan dunia).
__ADS_1
Lembaran-lembaran kertas dokumen yang sudah menumpuk di meja, kembali dibuka oleh Guan Wei. Tumpukan kertas yang berisikan keluhan-keluhan, surat-surat penting sangat jarang dibuka olehnya. Sebagai seorang shifu ternama sekalipun, ia bahkan harus meladeni orang-orang sekte yang bertamu namun tidak menyampaikan sebuah aspirasi yang tidak jelas. Guan Wei hanya beristirahat sejenak dan akan melakukan perburuan malamnya untuk hari ini. Mungkin saya akan pergi sendiri saja tanpa membawa "seorang murid" dan ini pasti akan "berbahaya" jika tetap memaksa.
Sunyi gelap dan senyap ini, di jalan setapak menuju sebuah daerah Peng Yan, obor tua itu dinyalakan setiap sudut rumah rumah yang berjejer di jalan. Apakah ini masih terlalu malam hingga tidak membuat semua orang keluar dari rumah perlindungan mereka?
Guan Wei merupakan orang yang sangat memperhatikan dengan jelas. Memang ada yang tidak beres dengan daerah ini. Cenderung lebih tertutup dan tidak ingin menunjukkan wajah mereka. Adapun salah satu anak laki-laki berumur sekitar tujuh tahun yang terjatuh ketika keluar dari sebuah gang kecil. Guan Wei menghampiri anak tersebut namun dihadiahi oleh para penduduk daerah Peng Yan yang menghunuskan tombak serta pisau mereka ke arah Guan Wei. Ini bukanlah hadiah yang pantas dibayar untuk seorang shifu yang sudah menyelamatkan seorang anak laki-laki bukan?
"Katakan siapa anda dan kenapa berani-beraninya anda menginjakkan kaki anda di daerah terkutuk ini!"
Penduduk itu mengatakan jika ini merupakan "daerah terkutuk"? Lalu, jika memang ini adalah daerah terkutuk, kenapa kalian tidak meninggalkan daerah ini dan pergi ke dataran yang lebih tinggi?
Wajah tenangnya masih menghantui pikiran para penduduk desa. Guan Wei jelas merasa tenang menghadapi hal ini karena suatu hari, ia pernah langsung berhadapan dengan muridnya yang beralih ke jalan gelap namun berhasil dibawa kembali olehnya. "Bisakah saya mengajukan beberapa pertanyaan?"
Jika daerah ini disebut sebagai daerah terkutuk, mengapa disebut seperti itu? Apakah ini dulunya adalah sebuah tempat pertarungan atau tempat untuk melakukan zina secara berlebihan? Kenapa anda berani untuk hidup di sarang harimau yang suatu hari Anda akan dimakan olehnya?
Benarkah ini sebuah tempat bekas pertarungan iblis yang sangat keji dan membuat banjir darah dimana-mana? Bahkan pedang pusaka mereka yang memiliki banyak ruh jahat di dalamnya masih terkubur di tanah ini juga bersama dengan mayat-mayat mereka? Sarang harimau berbahaya bahkan terdapat beberapa betinanya disini.
Guan Wei mengeluarkan pedangnya, memotong bagian tubuh (kaki) salah satu dari penduduk wanita Peng Yan hingga membuatnya tidak mampu berdiri. "Kenapa anda tidak menunjukkan diri anda yang sebenarnya?"
Apa yang telah anda lakukan!?
__ADS_1
Jelas wanita tersebut berubah menjadi seorang iblis kecil yang kemudian dibakar hidup-hidup oleh Guan Wei hanya dengan satu jentikan tangannya. Hanya ada satu iblis yang ada di tempat ini. Apakah tujuan mereka hanya untuk memperlihatkan eksistensinya? Masih ada beberapa yang terasa di daerah ini keberadaan iblis-iblis yang berwujud manusia yang kemudian mengubah pikiran penduduk disini seolah-olah mengetahui siapa wujud iblis kecil sekarang ini. Bahkan terasa energi spiritual yang sangat hitam dan kuat bahkan akan memancing para harimau lainnya untuk memasuki daerah mereka dan berburu disana.
Guan Wei berkata, "Saya sedang melakukan sebuah perburuan malam disini dan tempat ini akan menjadi target pemburuan saya jadi, bisakah anda memberikan tempat tinggal untuk saya sementara jika ada seseorang yang mengetahui banyak hal tentang daerah Peng Yan ini atau orang yang paling tua tinggal disini, bisakah saya berpapasan dengan mereka?"