
Sementara itu, ular yang terlihat tampak sedang tidur di tengah-tengah danau Luobing, mengamuk tidak karuan. Ular itu terus menggerakkan ekornya dan tubuhnya ke sana kemari membuat pinggiran danau tersebut rusak parah. Beruntung, segel penghalang yang dibuat Xiao Xing Chen masih terpasang hingga tidak melukai para penduduk desa.
Hantu keluhan wanita telah ditaklukkan!
Xiao Xing Chen mendekati keluhan wanita yang sudah ditangkapnya dengan bayangan hitamnya. Meskipun Xiao Xing Chen tidak bisa melihat ekspresi wajah dari keluhan wanita ini karena tidak memiliki wajah, Xiao Xing Chen mampu merasakan energi yang dikeluarkan oleh keluhan wanita ini. Ia sedang sedih dan ingin menangis karena ia tidak memiliki mata untuk menangis.
"Hantu keluhan wanita, apa yang sekarang ini kau inginkan hingga aku bisa membuatmu keluar dari danau ini?" Xiao Xing Chen berkata dengan lembutnya karena ia tahu kalau ini adalah seorang wanita yang harus diperlakukan baik. Saya pasti sudah gila jika berbicara pada wanita dengan kasar.
Setelah diam beberapa saat, dan terus mengatakan hal yang menjengkelkan baginya, akhirnya keluhan wanita tersebut tenang dan menceritakan semuanya. "Aku ingin, bertemu dengan keluarga ku." Keluhan wanita tersebut berkata dengan lemah karena kehabisan tenaga.
"Tapi, bukankah semua keluarga mu itu sudah meninggal?" Xiao Xing Chen berkata dengan lembutnya dan sangat tidak tahan dengan hal ini.
"Aku ingin menemui mereka!"
Keluhan wanita tersebut selalu mengatakan hal yang sama meskipun Xiao Xing Chen telah menanyakan hal yang sama. Xiao Xing Chen membiarkan keluhan wanita itu, terbebas dari jeratannya agar dia bisa melihatnya lebih jelas lagi. Xiao Xing Chen melihat pada punggung tangan keluhan wanita, terdapat sebuah segel dengan bentuk yang aneh disana. Awalnya Xiao Xing Chen menganggap itu hanyalah sebuah hiasan tangan saja namun, karena seperti ada yang sangat aneh di dalamnya, akhirnya Xiao Xing Chen memilih untuk bertindak. Ia memegang punggung tangan wanita tersebut dan merasakan energi spiritual negatif yang kuat di dalamnya. Ini seperti segel Liu Yang yang terdapat pada dahi Xiao Xing Chen!
__ADS_1
"Kau sudah ada disini selama ratusan tahun. Xin Dao pasti yang menaruh segel pengunci ini di tanganmu agar terjebak disini. Aku akan menghilangkannya untukmu agar bisa menemui keluarga mu disana."
Xiao Xing Chen memfokuskan dirinya untuk menghilangkan segel tangan itu. Xiao Xing Chen menggenggam tangan keluhan wanita itu dengan sepuluh jarinya. Perlahan, cahaya merah keluar dari jari jemarinya bercampur dengan warna hitam. Energi spiritual milik Xiao Xing Chen seperti dipaksa keluar ketika menghilangkan segel tangan ini pastinya sangat sakit hingga mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya. Segel tangan, akhirnya menghilang. Keluhan wanita, ruhnya keluar dari tubuhnya dengan wajah yang tampak cantik karena ruhnya memiliki mata, hidung dan mulut. Keluhan wanita tersebut tersenyum lembut sebelum ruhnya pergi dari tubuh.
"Jadi, itu adalah seorang wanita yang kehilangan keluarganya dan harus terjebak di danau ini akibat ulah Xin Dao? Bisa di bayangkan! Tapi, sebelum itu bagaimana aku bisa keluar dari tubuh ular ini?"
Tiba-tiba saja, Xiao Xing Chen merasa bodoh karena tidak tahu bagaimana caranya ia bisa keluar dari tubuh ular ini? Lagi-lagi, Xiao Xing Chen menjadi bahan tertawaan para pejabat surgawi. Hehe….
Berhentilah menertawai ku, T_T. Tertawaan para pejabat surgawi terus bergema di telinga Xiao Xing Chen. Mereka sama sekali tidak berhenti tertawa memang mereka seperti orang yang hilang akal (^_^)'. Sabarlah Xiao Xing Chen, tokoh utama dalam cerita ini. Setelah tertawaan itu berlangsung selama 5 menit, seorang dewa murah hati, mengatakan cara untuk dia agar keluar dari perut ular ini. "Kaisar cahaya! Saya bisa menunjukkan bagaimana cara anda keluar dari perut ular."
Xiao Xing Chen begitu terkejut ketika seorang dewa mau menunjukkan jalan keluarnya. Rasanya seperti mendapatkan ribuan gadis cantik!
Xiao Xing Chen akhirnya mengikuti garis putih yang membawanya pada sebuah penjara yang sangat besar di depannya. Suara raungan hewan besar sangat terdengar jelas hingga membuat telinga seseorang yang mendengarnya sakit mendengarnya. Untung saja Xiao Xing Chen merupakan seorang kultivator Iblis, bunyi raungan yang menyakitkan itu sama sekali tidak menyakiti Indra pendengarannya.
Xiao Xing Chen melihat sebuah jimat kertas jauh di atas penjara raksasa ini. Seperti yang ia duga sebelumnya, itu adalah jimat penghalang. Jimat ini adalah jimat yang dibuat detail oleh Xin Dao! Xiao Xing Chen mulai penasaran dengannya, mengapa orang ini (Xin Dao) selalu memasang jimat penghalang untuk Iblis-iblis ini?
__ADS_1
Tanpa pikir panjang, Xiao Xing Chen segera membuka dan merobek segel kertas itu. Penjara raksasa itu akhirnya terbuka hingga membuat Xiao Xing Chen terhempas jauh! Kesadaran spiritual itu akhirnya pergi melayang, berwujud ular putih besar, keluar dari sana. Begitupula juga dengan ular raksasa yang memakan Xiao Xing Chen yang juga ikut menghilang dan hanya menyisakan Xiao Xing Chen yang mengambang tengkurap di atas danau Luobing.
Penduduk 1; "orang itu, apakah dia sudah mati?"
Penduduk 2; "Kenapa tidak ada seorangpun yang mengangkatnya dari atas air?"
Semua penduduk desa ketakutan untuk membantu Xiao Xing Chen naik ke darat. Seorang anak muda yang membantu Xiao Xing Chen dalam menemukan hantu keluhan wanita, melompat ke danau itu ketika segel penghalang milik Xiao Xing Chen rusak dan membawanya kembali ke darat dalam keadaan tak sadarkan diri.
Terdengar dari atas sana, para pejabat surgawi yang memuji apa yang dilakukan Xiao Xing Chen dalam menenangkan hantu keluhan wanita. Menurut mereka, Xiao Xing Chen sangat heroik!
"*Kaisar cahaya memang cukup hebat ya!"
"Dia sama sekali tidak melakukan kekerasan dalam menghadapi hantu keluhan wanita."
"Ya! Tapi, jika bukan karena tindakan dewa murah hati yang menunjukkan jalan keluarnya, mungkin saja kaisar cahaya itu tidak akan bisa keluar dari tubuh ular itu!"
__ADS_1
"Iya! Mungkin saja dalam 10 jam kemudian kita akan melihatnya sudah menjadi tulang belulang karena tenggelam dalam cairan asam yang ada di tubuh ular itu, hehe*."
Dapat disimpulkan, pada akhirnya Xiao Xing Chen tetap menjadi bahan tertawaan oleh para pejabat surgawi. Bagaimanapun juga, sepertinya ini sudah menjadi takdir untuknya.