
Ling Ruyue memasang beberapa boneka manusia miliknya yang mengelilingi Guan Wei juga dengan Xiao Xing Chen yang terpojok di dalam sebuah rumah kecil yang akan dihancurkannya menggunakan pedang bonekanya. Hantaman sebuah pedang, mulai diarahkan!
Bilik rumah sederhana itu perlahan goyah seperti ingin runtuh karena hantaman pedang tersebut. Guan Wei melihat sebuah lubang yang terlihat tampak jelas di atas mereka, atap rumah tersebut tidak utuh dan memungkinkan untuk Guan Wei menarik Xiao Xing Chen ke atasnya dan pergi dari rumah yang akan rubuh itu.
Seharusnya bukan masalah yang besar ketika manusia boneka itu mulai tidak terlihat ketika mereka berlari menuju tempat yang cukup jauh dan bersembunyi pada sebuah batu besar. Namun, beberapa anak panah diluncurkan ke arah mereka begitu banyak hingga Guan Wei tidak mampu menepisnya sekaligus.
Xiao Xing Chen kembali membuka pesonanya, dan menepis serangan tersebut dengan baik menggunakan sebuah tombak yang dibentuknya, beberapa anak panah itu kembali pada si tubuh pemiliknya dan menancap tinggal disana.
Guan Wei berkata, "Apapun yang saya katakan barusan, kau tidak boleh menggunakan pesona milikmu secara berlebih! Racun iblis wabah pastinya akan kembali menyebar di tubuh anda!"
Xiao Xing Chen tidak menjawab dan berfokus pada tangannya yang menggenggam pesonanya sendiri. Seperti debu hitam yang menyebar di tangannya, terasa, Xiao Xing Chen telah mengeluarkan hampir dari setengah pesona miliknya dan nyaris diluar kendali!
Xiao Xing Chen berlari, tidak memikirkan apapun meninggalkan Guan Wei dibelakangnya dan menghabisi beberapa boneka manusia yang menyerangnya dengan brutal. Guan Wei terus memperhatikan gerak-gerik Xiao Xing Chen, jika saja ia lepas kendali disaat dewa kultivasi tidak ada disini, memangnya, apa yang bisa saya lakukan sekarang ini?
"Tapi sepertinya, dia akan mampu mengendalikannya dengan mudah."
Saat, ketika Xiao Xing Chen bertarung menghabisi para boneka manusia tersebut, sebuah bayangan hitam melintas, seseorang telah melewati dibelakangnya. Tampak misterius ketika ia mengarah pada makam senjata pusaka yang baru saja disegel dengan kuat. Guan Wei mencoba berlari mengikuti bayangan hitam tersebut yang mengarah pada makam senjata pusaka, namun ternyata hanya seorang laki-laki yang wajahnya tertutup perban dan berhenti di depan rumah pemakaman tersebut.
Apa yang sedang Laki-laki itu pikirkan dengan caranya ia berdiri di depan rumah pemakaman tersebut? Senjata pusaka itu, terkunci didalam sebuah peti yang ada di dalam rumah itu, apa mungkin saja, ia akan menggunakannya dengan salah?
Sebelum laki-laki tersebut memasuki rumah pemakaman, Guan Wei lebih dulu membuatnya terpojok dan menghentakannya pada dinding rumah pemakaman tersebut.
"Katakan, siapa yang menyuruhmu datang kemari!? Apa kau akan menggunakan pedang pusaka secara ilegal!?" Guan Wei menekankan leher laki-laki itu menggunakan lengan bawahnya hingga membuat laki-laki tersebut nyaris sulit bernafas.
Laki-laki itu tidak bisa menjawabnya namun, ia malah mengangkat kedua tangannya, dengan wajah yang sangat prihatin mengatakan, "Saya akan menjelaskannya."
__ADS_1
Begini, senjata pusaka milik dua iblis yang melakukan pertarungan disini, memang sangatlah kuat pesona mereka tapi, saya mendengar jika kaisar cahaya ada disini dan saya hanya akan memindahkannya saja. Senjata pusaka itu, sangat sensitif terhadap pesona yang tidak sejenis dengannya apalagi sebuah pesona yang putih, pastinya akan terasa terbakar jika mendekat pada senjata pusaka tersebut. Lalu, jika saja kaisar cahaya yang memegangnya, mungkin saja itu tidak akan terasa membakar pada tangannya karena pesona yang berwujud sama, memungkinkan jika kaisar cahaya akan menjadi penyebab bangkitnya kembali dua bangsawan iblis itu.
Saya percaya jika jasad kedua bangsawan iblis itu terkubur disini tapi, bukankah seharusnya mereka sudah menyatu dengan tanah?
Laki-laki itu menjawab, "Itulah yang menjadi masalahnya! Tentang kedua iblis bangsawan itu sebenarnya mereka tidak dimakamkan tapi, hanya disimpan di dalam peti dan sampai sekarang ini, masih utuh seluruh tubuh mereka."
Guan Wei menjadi bingung dengan apa yang disampaikan oleh laki-laki ini, lalu kenapa para penduduk wilayah Peng Yan, mengatakan jika, iblis bangsawan itu sudah terkubur?
Itu hanyalah sebuah kebohongan yang dibuat-buat oleh para penduduk kota Fuye sebelum mereka musnah! Mereka tidak ingin ada orang lain yang mencari dua senjata pusaka tersebut agar mereka bisa tenang!
Guan Wei yang masih meletakkan lengan bawahnya di leher laki-laki itu semakin menekannya dan seolah-olah ia sangat tidak percaya apa yang disampaikan oleh laki-laki ini. Itu tidak mungkin terkubur tapi mereka tersimpan didalamnya. Lalu, apa inti dari semua itu?
Laki-laki tersebut memanfaatkannya ketika Guan Wei hanyut dalam pikirannya, ia melepaskan tangan Guan Wei yang menekan lehernya kemudian berlari memasuki rumah pemakaman tersebut disusul oleh Guan Wei yang menyadari jika laki-laki tersebut mencoba menghindar darinya.
Guan Wei kembali melepaskan tinjunya yang kemudian menjatuhkan lawannya hingga tersungkur di atas lantai perunggu dan kemudian meletakkan pedangnya di atas punggung laki-laki tersebut.
Laki-laki itu jelas tampak terlihat ketakutan ketika melihat sebuah pedang yang ditekan di atas punggungnya itu berarti, jika ia tidak melakukan apa yang lawannya katakan, nyawanya bisa-bisa akan musnah.
Laki-laki itu menjawab dengan gugup, "Saya memang tidak begitu jelas mendengarnya tapi, senjata pusaka ini harus segera dipindahkan sebelum Kaisar cahaya bisa menyentuhnya!"
Suara tegas, sangat mengerikan dan pesona yang luar biasa terasa di depan pintu rumah tersebut, mengatakan, "Siapa yang akan menyentuh senjata pusaka iblis bangsawan ini?"
Xiao Xing Chen berjalan dengan pupil mata yang berubah merah dan memunculkan dugaan jika ia telah dikuasai oleh pesonanya sendiri! Guan Wei lantas melepaskan laki-laki tersebut dan membiarkannya melakukan apapun pada senjata pusaka tersebut. Perlahan Guan Wei berjalan mendekati Xiao Xing Chen yang dikelilingi pesona yang mengerikan serta di tangan kanannya, membawa sebuah kepala milik Ling Ruyue yang sudah dibunuhnya dengan kejam.
Guan Wei berkata, "Anda tidak melakukannya dengan serius, bukan?"
__ADS_1
Xiao Xing Chen memasang senyum simpul dan kemudian melemparkan kepala Ling Ruyue mengarah ke kanannya. Ia seakan-akan sangat puas dengan apa yang dilakukannya apalagi dengan membunuh keji seseorang yang menjadi lawannya, kenapa ia tidak melepaskannya saja?
Jelas, pesonanya sudah diluar kendali! Apa yang dilakukannya selama saya mengintrogasi laki-laki yang hanya ingin memindahkan senjata pusaka ini? Seharusnya saya lebih dekat dengannya dan tidak membiarkannya beraksi sendirian. Guan Wei mencoba memanggil namanya dengan pelan namun tidak membuatnya bicara.
Setelah jeda sejenak, Xiao Xing Chen akhirnya mengatakan, "Shifu, apakah anda percaya jika saya adalah seorang keturunan iblis? Tidak! Sepertinya itu sudah menjadi kenyataan yang sudah terdengar bahkan sampai ke alam surga dan sudah menjadi berita lama. Tapi, bagaimana jika shifu terkejut bahwa saya tidak, bukan benar-benar berasal dari alam iblis? Memangnya, apakah ada bukti yang menjelaskannya?"
Guan Wei memalingkan wajahnya kembali, "Kau sendiri, apakah percaya akan hal itu?"
Xiao Xing Chen berkata, "Ling Ruyue, berulang kali mengatakan jika saya adalah anak buangan dan bukan berasal dari seorang bangsawan iblis melainkan hanya segerombolan iblis kecil seperti dirinya. Ini hanyalah kebetulan karena saya ditemukan oleh seorang wanita bangsawan iblis dan kemudian merawat saya hingga seperti ini. Apakah itu adalah sebuah pernyataan yang benar?"
Dia hanyalah seperti seorang laki-laki yang memiliki mental layaknya kembali pada usianya berumur 7 tahun dan mudah untuk dipengaruhi oleh pendusta. Xiao Xing Chen perlahan menghilangkan pesonanya dan pupil matanya kembali menghitam seperti semula.
Tidak ada yang bisa mengubah sejarah yang sudah anda buat. Menjadi salah satu keturunan seorang bangsawan iblis, tidak masalah untuk shifu anda tapi, setidaknya harus dikendalikan dengan lebih baik lagi. Tidak ada yang bisa mengatakan hal buruk yang akan mengubah masa lalu anda sendiri! Tidak masalah menjadi salah satu dari keturunan iblis jika memang takdir berkata seperti itu. Setidaknya anda berhasil menusuk langit dengan kekuatan anda sendiri.
Rasanya, seperti berbicara dengan seorang anak kecil yang berumur 7 tahun. Mudah sekali terpengaruh dan langsung menganggap ini adalah hal yang bagus untuknya.
Seperti ada sesuatu yang terlupakan. Bagaimana dengan laki-laki itu yang membawa kedua senjata pusaka? Benarkah ia menyembunyikannya dengan baik dan tidak dapat disentuh oleh Xiao Xing Chen sekarang ini?
Kedua pesawat itu lagi-lagi melemparkan rudalnya dan membuat sebuah getaran, debu asap yang berterbangan. Tanpa disengaja olehnya, Xue Jing telah melakukan pertarungan dengan kaisar Yan Feng hingga memasuki kota Fuye yang seharusnya dihindari olehnya.
Tidak ada senjata yang cukup berbahaya yang digunakannya sekarang ini. Hewan besar itu sepertinya sudah berhasil ditaklukkan olehnya. Jika memang itu adalah pertarungan antar pedang, seharusnya dilihat dari kemampuan pemiliknya yang akan memenangkannya.
Xiao Xing Chen melihat Xue Jing yang terhempas hingga memasuki, mendobrak pintu rumah pemakaman, serangan berat telah diluncurkan olehnya, "Jing'er! Bisakah kau melakukan pertarungannya diluar saja?"
Sesuai apa yang dikatakan oleh tuannya, Xue Jing segera keluar kembali dari rumah pemakaman tersebut, mencari tempat yang jauh dari jangkauan tuannya.
__ADS_1
Suara mendesah teriakan seorang laki-laki yang tadi membawa peti berisikan pedang pusaka, terdengar jelas. Apa yang terjadi disana? Mungkinkah musuh lain telah menyerang kembali?
Iblis wabah kembali memunculkan bentuknya dan menyerang laki-laki pembawa peti tersebut dengan menginfeksi tubuhnya menggunakan racun yang sudah terpasang di seluruh tubuhnya. Apa yang terjadi berikutnya? Laki-laki tersebut meringis kesakitan memegang sebuah racun wabah yang seketika sudah menyebar ke seluruh tubuhnya. Rasanya nyaris mati, Xiao Xing Chen segera membuka pesonanya kembali kemudian membagi dua tubuh para iblis wabah tersebut menggunakan pedangnya, dengan rapi dan cepat, iblis wabah itu sebagian berlarian ketakutan dan sebagian hanya bisa tergeletak di hadapannya saja dengan kaki dan tubuh terpisah jauh.