
"Dewa kultivasi! Anda sudah melanggar janji dan peraturan yang ada di alam surga ini!"
"Selain melanggar tentang peraturan untuk berkata jujur, anda juga telah menyembunyikan seseorang yang bersalah. Dan yang bersalah, haruslah segera mendapatkan hukuman!"
"Anda, dewa kultivasi! Berhak untuk mendapatkan hukuman yang pantas untuk ini! Kami tidak akan membuat anda lenyap dari alam ini tapi, kami hanya akan memberikan beberapa pelajaran bagi anda karena telah mengkhianati orang-orang di alam surga ini!"
Wu Shen terus saja mendengar percakapan para hakim dewa tersebut tanpa menjawabnya dan hanya mendengarnya. Tidak melakukan apapun, itulah yang Wu Shen lakukan sekarang ini. Ia merasa putus asa ketika array bercahaya ungu menyala, terlihat dibawah kakinya. Wu Shen berusaha menguatkan dirinya menghadapi hukuman yang datang sekarang.
Tangan itu putih bersinar, menggenggam tangan Wu Shen yang hanya diam saja tidak bergerak dan membawanya pergi menuju suatu tempat tersembunyi melarikan diri dari para hakim dewa.
Dewa murah hati, sama sekali tidak membiarkan hal ini terjadi padanya! Anda adalah pengikut pertama saya sebelum anda menjadi seorang pejabat surgawi dan seorang dewa kultivasi. Apapun saya akan lakukan untuk anda, seperti anda melakukannya pada pengikut-pengikut anda!
Wu Shen sama sekali tidak mengerti dengan hal ini, mengapa dewa murah hati yang lebih tinggi pangkatnya dari saya, bisa menyelamatkan saya dalam keadaan seperti ini?
Para hakim dewa tidak membiarkan Wu Shen untuk lari dan mengejarnya kemanapun ia berada, pastinya akan terlihat oleh mereka. Sudah berulang kali mereka bertemu dengan hakim dewa yang terus saja mengejar mereka, Wu Shen akhirnya merasa ini percuma saja! Jika terus berlarian seperti ini, cepat atau lambat, mereka pasti segera menemukan saya.
Wu Shen melepaskan tangannya dari genggaman dewa murah hati. Ia terlihat gemetar menghadapi semua ini. Akankah sebentar lagi saya akan lenyap dari sini ataukah saya akan terluka sangat parah, saya akan menerima semua itu. "Jika saya terus saja berlarian seperti ini, melarikan diri dari hukuman, bukankah itu berarti saya tidak bertanggung jawab sebagai seorang dewa kultivasi?"
Dewa murah hati hanya tidak percaya yang Wu Shen katakan ini berlawanan dengan niatnya untuk melindunginya sekarang ini. "Bisakah saya melindungi seseorang yang menurut saya sendiri sangat berpengaruh terhadap kehidupan saya sekarang ini?"
__ADS_1
Dewa murah hati mendekat dan mencoba mengulurkan tangannya meskipun ia tahu bahwa Wu Shen setelah ini pasti akan menendangnya. Hakim dewa sayangnya berhasil menemukan Wu Shen yang ingin meraih tangan dewa murah hati, mereka terlihat senang sekali melihatnya ada di hadapannya sekarang ini: "Akhirnya, kami bisa menemukan anda!"
Array itu kembali terbentuk dibawah kaki Wu Shen juga dengan dewa murah hati. Ini akan berbahaya untuknya karena jika satu kaki saja menginjak array tersebut, orang itu juga akan mendapatkan hukumannya!
Wu Shen segera mendorong dewa murah hati beberapa detik sebelum penghukuman itu dilaksanakan. Dewa murah hati berhasil menghindar dari array tersebut namun, Wu Shen masih berada di dalam array dan tiba-tiba saja sebuah cahaya sangat menyilaukan datang dalam sekejap mata, memperlihatkan Wu Shen yang sudah terluka parah berlumuran darah.
Penghukuman telah selesai!
Wu Shen terbaring lemah di atas lantai perunggu. Bercak darah terdapat disekitarnya begitupula dengan pedang yang dimilikinya, patah menjadi tujuh bagian. Tangannya yang gemetaran, mencoba untuk bangun dan melihat ekspresi para pejabat surgawi yang telah menyaksikan penghukuman kejam ini. Wajah mereka tampak terlihat senang dan bahagia terkecuali dewa murah hati yang wajahnya suram, sedih bercampur prihatin melihatnya. Apa saya telah gagal menyelamatkan seorang yang sangat berarti untuk saya?
Selesai dengan penghukuman yang dijatuhkan pada dewa kultivasi, Wu Shen. Para hakim dewa segera pergi menuju pegunungan Cang Qiong untuk menemukan seseorang bernama Guan Wei yang memiliki julukan sebagai seorang Master Shifu.
Xiao Xing Chen segera pergi dari ranjangnya dan berlari kembali menuju gunung Cang Qiong menemukan shifu-nya disana. Zhi Lian yang melihatnya berjalan terburu-buru seperti orang yang kebingungan mulai yakin jika Xiao Xing Chen akan meninggalkannya saat ini.
"Anda ingin pergi kemana? Apa anda akan meninggalkan saya lagi di sini!?" Zhi Lian menghampiri Xiao Xing Chen dan seakan-akan ia seperti sedang menghalanginya untuk pergi.
"Saya akan kembali ke gunung Cang Qiong. Anda menyusul saya datang bersama nona Luo saja, ke pegunungan itu. Tapi, saya mengharapkan anda datang bersamanya untuk menyelamatkan saya nanti." Xiao Xing Chen berkata seperti sesuatu akan terjadi padanya.
Setelah mengatakannya, Xiao Xing Chen segera pergi dari Yiqun Jin tanpa mengatakan apapun pada mereka. Ia sangat terburu-buru bahkan sampai mengabaikan Shi Zhui yang menginginkan untuk berbicara dengannya.
__ADS_1
Sedangkan, Guan Wei terlihat tenang-tenang saja dalam mengajarkan murid-muridnya ini ia seperti sama sekali tidak takut dengan bahaya dari hakim dewa yang sebentar lagi akan menghampirinya sekarang ini.
Xiao Xing Chen terus saja berlari menuju gunung Cang Qiong berharap shifu-nya masih tetap berada di sana dan dalam kondisi baik-baik saja. Sampai disana, Xiao Xing Chen tidak menemukan shifu-nya sedang berada di ruangannya sekarang ini dan sedang berada di tempat yang lain. Xiao Xing Chen seperti sedang membuat berantakan sekte Guan Qin hanya untuk mencari shifu-nya yang hilang entah kemana.
Akhirnya Xiao Xing Chen bisa bernafas lega ketika melihat shifu-nya sedang mengajarkan beberapa muridnya disana dalam ilmu kultivasi.
Shifu, anda harus segera pergi dari sini, para hakim dewa akan menemukan anda! Lantas Xiao Xing Chen menarik paksa Guan Wei pergi menuju suatu tempat jauh dari tempatnya sebelumnya. "Xiao Ying? Apa yang anda lakukan sekarang ini? Kenapa terburu-buru seperti ini?"
"Shifu, para hakim dewa sebentar lagi akan datang dan memberikan shifu sebuah penghukuman yang sakit untuk shifu!" Xiao Xing Chen tetap menarik paksa tubuh Guan Wei sekarang ini turun menuju kaki gunung Cang Qiong.
"Xiao Ying! Anda tidak harus melakukan hal ini untuk saya!" Guan Wei melepaskan tangannya dari genggaman tangan Xiao Xing Chen yang terus menariknya itu hingga ke kaki gunung.
"Shifu! Kenapa anda mengelak seperti ini! Hakim dewa bisa menemukan anda disini!"
"Lalu kenapa!?" Guan Wei tiba-tiba membentak dan tidak terima jika Xiao Xing Chen melakukan ini untuknya.
"Shifu, saya mohon anda jangan bersikeras untuk menerima penghukuman itu. Saya, tidak ingin kehilangan shifu untuk kedua kalinya!"
Mendengar apa yang dikatakan Xiao Xing Chen padanya, cukup membuatnya puas dengan perkataannya saja dan menurut untuk melakukan sesuai instruksi yang diberikan. Benar memang, anak ini tidak ingin kehilangan shifu-nya. Kenapa ia bersikeras untuk membuat agar saya tidak bertemu dengan para hakim dewa tersebut? Apa yang membuat mu bertingkah laku seperti ini hingga berniat untuk melindungi seorang shifu yang sudah dinyatakan bersalah?
__ADS_1
Suara keras, terdengar dari langit surga! Awan putih bercampur dengan hitam menyelimuti langitnya! Para hakim dewa, sudah datang menjemput maut, untuk memberikan penghukuman pada Guan Wei!