
Siapa yang bisa melawannya? Anda tidak mengetahui tentang seorang kaisar yang menguasai suatu negara?
Xiao Xing Chen mengandalkan apa yang tertulis pada kitab Gongqie, jika ia dapat menguasai seluruh istana. Ia kembali memutar serulingnya, namun tidak bisa di duga sebelumnya, mampu mengendalikan Feng Yin dengan mudahnya. Tangannya sama sekali tidak berlumuran darah namun, apa yang membuat anda berpikir lawannya meninggal dengan begitu mengenaskan seperti terdapat ratusan pedang yang menancap pada tubuhnya?
Tangannya memegang sebuah seruling yang nyaris dipatahkan. Gemetar dan kemudian melepaskannya, membiarkannya kali ini tergeletak di atas tanah yang hancur tidak beraturan.
Apa yang dipikirkannya olehnya, Xiao Xing Chen membungkuk 30 derajat menghadap Guan Wei, kemudian kembali berdiri menunjukkan wajah tersenyumnya pada Guan Wei, berkata, "Shifu. Maafkan saya, saya tidak bisa menahan diri lagi karena hinaan yang selalu dilontarkannya. Tapi, saya benar-benar tidak membunuhnya. Dialah yang membunuh dirinya sendiri."
Itu pasti karena ia mendengar suara yang dikeluarkan seruling anda! Guan Wei berkata, "Apa, anda ini benar-benar telah diluar kendali anda sendiri?"
Xiao Xing Chen masih tersenyum ramah menjawab, "Kali ini tidak shifu. Saya sedang dalam keadaan baik bahkan merasa puas sekali."
Bukan! Ini tidak biasa terjadi! Apa yang membuatnya merasa puas? Apa yang dilakukannya terhadap mentalnya sendiri?
Guan Wei mendekat bahkan membiarkan pakaian putihnya kotor karena darah yang menggenang di sekitar Xiao Xing Chen. "Xiao Ying, apa yang telah membuat mu bertindak seperti ini? Apakah ini tidak terlalu berlebihan?"
Xiao Xing Chen menunjukkan senyum pahitnya yang membeku di sekitar wajahnya, mengapa shifu selalu memandang diriku ini rendah? Apa yang sebenarnya shifu harapkan dari saya? Xiao Xing Chen sekarang ini tampak terlihat marah, tidak terkira, apa yang sebenarnya ia lakukan sekarang ini, apakah ia tersadar?
Xiao Xing Chen yang sekarang ini sudah dihitamkan, terasa seperti sudah melenceng dari arahnya yang seharusnya ia lewati. Bahkan sekarang ini, pola pikirnya seperti iblis yang kejam tidak melihat seperti apa bentuk musuhnya, mereka selalu mengayunkan pedangnya untuk membunuhnya dengan keji. Setiap harinya, mereka hanya memakan bangkai serta meminum darah yang masih cukup segar bahkan mereka tidak segan untuk langsung meminumnya langsung berasal dari sumbernya.
Iblis dan kultivator Iblis itu sendiri memang tidak bisa disamakan oleh siapapun. Iblis yang disebut dengan sebutan tersebut, tetaplah iblis dan bukan manusia. Sedangkan yang bisa disebut sebagai seorang manusia hanyalah kultivator mereka sendiri yang berasal dari dua keturunan yang berbeda meskipun yang sangat mempengaruhinya itu adalah garis keturunan yang kuat yang akan di tinggalinya.
Jika saja shifu juga dengan grandmaster-nya bisa melindunginya dari incaran alam iblis dan memasukannya dalam daftar pencarian, Xiao Xing Chen tidak mungkin akan terjerumus dalam kultivasi gelap yang akan memengaruhi pikirannya sekarang ini.
Apakah sekarang anda baru menyesalinya?
__ADS_1
Guan Wei memalingkan wajahnya dan kemudian seperti orang yang kehilangan kesadaran, ia berjalan membalikkan tubuhnya tanpa sepatah kata apapun, ia seperti kecewa dengan apa yang diperbuatnya sekarang ini, wajahnya seakan-akan berubah menjadi abu-abu, serta tangannya yang menyeret pedangnya sendiri.
Xiao Xing Chen berbalik melihat kakinya kembali dengan tangan kanan yang sibuk memegang tangan kirinya yang sebenarnya sedang terluka. Terasa berat bahkan shifu-nya sendiri seperti semakin membencinya. Apakah anda tidak ingat tujuan datangnya kehidupan kedua untuk anda adalah untuk memperbaiki hubungan anda dengan shifu anda sendiri? Sisi iblis itu akan selalu ada dalam pikirannya bagaimanapun juga meski saat ia sudah meninggal sekalipun, itu akan terus terasa sangat mengerikan bahkan ibunya juga akan merasa ketakutan ketika melihat wajah anda sekarang ini.
Xiao Xing Chen kembali berjalan dengan Xue Jing disampingnya, wajahnya juga tampak terlihat abu-abu, sengaja membuat matanya menghitam, kemudian berhenti sejenak ketika sampai di ujung hutan. Xiao Xing Chen kembali melihat ke atas berkata pada Xue Jing, "Jing'er, kau bisa pergi sendiri sekarang ini, bukan?"
Xue Jing menjawab, "Apa yang tuan katakan sekarang ini?"
Menurutmu apa? Setelah mengalami semua ini, seorang laki-laki yang kecewa juga dengan adanya iblis wabah yang menyerang wilayah Peng Yan juga kehancuran kota Fuye. Doa yang tidak terjawab itu, membuatnya berpikir untuk kembali ke alam surga melihat dokumen yang menumpuk diruangannya.
Ruangan itu terbuka dan terlihat sebuah meja duduk yang dipenuhi dengan dokumen-dokumen yang menumpuk dan sama sekali belum dibuka olehnya. Memangnya sudah berapa tahun saya tidak kembali kemari?
Setelah membiarkan Xue Jing melakukan apa sesuka hatinya, Xiao Xing Chen kembali membuka lembaran-lembaran baru yang berisikan keluhan yang di serahkan padanya. Sangat banyak tidak terhitung panjangnya sampai bermeter jauhnya. Beberapa tulisan itu bertinta merah yang menandakan tugas tidak terselesaikan. Beberapa orang bahkan sampai melupakan rupa seorang kaisar cahaya dengan sepenuhnya itu terhapus dalam pikiran mereka. Bagaimana ini? Jumlah pengikut berkurang lebih banyak. Apakah itu menandakan saya akan segera musnah dari alam semesta?
Apa yang telah dilakukannya? Bukan! Mereka pasti akan membicarakan tentang saya yang tidak bisa melakukan tugas-tugas yang mereka berikan.
Ditengah-tengah ruangan istana, berdiri sebuah platform megah berlapis emas, para hakim dewa yang berdiri disana, tidak bisa dilihat wajahnya dengan jelas karena kain putih bersih yang menutupi sebagian besar dari wajahnya. Serta meja duduk yang berbaris rapi di kanan dan kirinya tempat untuk para pejabat surgawi duduk disana.
Xiao Xing Chen duduk di salah satu meja duduk yang sudah tertera di samping kanan dewa kultivasi Wu Shen serta yang duduk di samping kirinya, dewa bela diri dengan senyum angkuhnya menunjukkan rasa tidak sukanya pada Xiao Xing Chen.
Di atas meja tersebut, sudah terdapat makanan sederhana, buah-buahan serta minuman anggur.
Seluruh pejabat surgawi menatap Xiao Xing Chen dengan tatapan dingin yang membeku. Seperti Xiao Xing Chen yang akan menjadi pusat perhatian mereka.
Beberapa hal disampaikan oleh hakim dewa perihal keluhan yang beredar, salah satu dari pejabat surgawi mengabaikan tugasnya. Bisakah anda jelaskan bagaimana itu bisa terjadi, kaisar cahaya?
__ADS_1
Hakim dewa itu menyebutkan nama kaisar cahaya, seketika semua pandangan mengarah ke arahnya. Tidak! Tidak bisa dijelaskan! Semua itu terjadi karena ada alasannya. Saat pertengahan tugas, pangeran kaisar pegunungan es Zhao lu, tiba-tiba saja mereka melakukan pertarungan besar hingga menghancurkan sebuah bukit dan bahkan jangan lupakan tentang pertarungannya di wilayah Luoye dengan seorang bangsawan iblis yang membuat kerusakan dimana-mana. Dan juga pertarungannya dengan kaisar Yan Feng juga dengan Ning QiuYa saat mencoba membawanya kembali ke alam iblis, ia bahkan membuat para pejabat surgawi terluka juga membuat guncangan hebat dimana-mana. Pantaskah anda disebut sebagai kaisar cahaya?
Perkataan yang disampaikan oleh dewa bela diri di sampingnya, begitu membuat para pejabat surgawi memandangnya dengan rendah. Mungkinkah anda yang menjadi pelaku ketidaknormalan ini? Pembawa masalah yang keji, kenapa dewa kultivasi mau saja membawa anda ke alam surga yang tinggi ini?
Untuk kali ini, Xiao Xing Chen merasa sangat terpojok mendengarnya perihal perkataan mereka yang memang sesuai fakta, tidak ada yang bisa mengelak perkataannya. Memangnya siapa yang berani untuk melawan dewa petarung sepertinya?
Wu Shen berdiri, dan kemudian melihat tajam tidak menyukai dewa bela diri yang menganggap Xiao Xing Chen telah bersalah sangat besar untuk sekarang ini. "Saya melawan semua perkataan yang diluncurkan oleh dewa bela diri."
Setelah jeda sejenak, Wu Shen kembali melanjutkan, "Dewa beladiri, anda tidak tahu banyak tentang apa yang dialami dan dirasakan untuk menjadi seorang kaisar cahaya termasuk masa lalunya, bagaimana ia melihat kematian seseorang di hadapannya, kaisar cahaya memiliki prinsip tersendiri untuk melakukannya dengan bebas. Menurut saya, masa lalunya yang menjadi masalah karena sekarang ini semuanya menganggapnya sebagai orang jahat. Tapi, itu hanyalah sebuah garis keturunan dan tidak mengubah sifatnya. Kaisar cahaya masih memiliki naluri seperti manusia, dan jarang sekali membunuh dengan keji orang-orang yang menentangnya. Dan sekarang ini pertanyaan untuk dewa bela diri, apa yang anda ketahui dari kaisar cahaya ini?"
Dewa beladiri memasang wajah dingin dan senyum yang membeku, menjawab semua hinaan, "Tentunya masa lalu memang layak untuk dilupakan. Memangnya apa masalahnya? Saya sangat mengetahui jika kaisar cahaya adalah seorang kultivator Iblis dan keturunannya. Tapi, bisakah ia bertindak berlebihan bahkan mengancam seluruh orang disini?"
Xiao Xing Chen yang memegang gelas keramik berisikan air itu tiba-tiba tidak sengaja menjatuhkannya dan membuatnya pecah berkeping-keping. Wajahnya kembali abu-abu dan membuat matanya sendiri menghitam. Kenapa tidak langsung ke intinya saja, "Apakah tujuan perjamuan ini diadakan untuk menghina dan menjadi pahlawan untuk saya?"
Xiao Xing Chen beranjak dari tempatnya kemudian berjalan pergi meninggalkan perjamuan tersebut. Namun suara yang dikeluarkan oleh salah satu hakim dewa membuatnya berhenti sejenak. "Kaisar cahaya, apakah anda benar-benar akan meninggalkan perjamuan ini disaat kami belum menyampaikan keputusan?"
Xiao Xing Chen yang berdiri di depan seluruh pejabat surgawi, membalikkan badannya dan melihat ke arah para hakim dewa tersebut. "Memangnya, apa kesimpulannya?"
Salah satu hakim dewa menjawabnya dengan dingin, "Pergilah kembali ke alam manusia, selesaikan tugasmu dengan segera sebelum anda ditinggalkan oleh seluruh pengikut anda."
Xiao Xing Chen menggertakan giginya dan kemudian berjalan pergi dari istana. Sesuai apa yang dikatakan oleh hakim dewa yang selalu memberikannya hukuman itu, ia akhirnya kembali ke alam manusia namun tidak membawa tugasnya dan pergi menuju daerah Yiqun Jin, menemui Luo Tian di sana.
Tidak ada lagi yang akan mempercayainya bahkan ia seperti seseorang yang kehilangan kehidupannya. Guan Wei yang sekarang ini juga sedang membencinya sepenuh hati. Mungkinkah seseorang yang di tinggalkan oleh grandmaster Li Fang Jun juga akan membenci saya?
Pintu ruangannya terbuka dan memperlihatkan Luo Tian yang berdiri di samping pintunya. Entah bagaimana, Luo Tian membiarkan dirinya sendiri berada dalam pelukannya. Tapi bagaimana dengan semua itu? Bahunya perlahan basah karena air matanya, mungkinkah laki-laki ini sedang menangis?
__ADS_1