
Selama di alam bawah sadar (alam surga) semuanya tampak biasa-biasa saja. Tidak ada yang menarik disana hanya terlihat orang-orang dengan wajah tersenyum mereka.
Bau harum dupa yang dinyalakan oleh para dewa, terus tercium di manapun juga. Suara sitar yang dimainkan oleh dewa sastra, akan selalu terdengar hingga malam menutupi langit surga. Xiao Xing Chen berpikir, jika dirinya memainkan serulingnya, apa mungkin itu akan membuat mayat-mayat hidup itu kemari dan malah merusak suara sitarnya?
Sudah 5 tahun sejak saat itu, Xiao Xing Chen hidup di alam bawah sadar ini. Ia hanya menerima tertawaan dari 3 dunia. Rasanya anda akan menjadi bahan tertawaan 3 dunia. Xiao Xing Chen menjalani hidupnya sebagai seorang kaisar cahaya kultivasi iblis. Meskipun tidak mendapatkan julukan sebagai dewa, ia mendapatkan tugas yang sepadan dengan para dewa-dewa di alam bawah sadar ini.
Sebuah lembah, suci tempat terbangunnya sebuah 4 lonceng besar yang digadang-gadang sebagai tempat untuk memanggilnya para dewa. 4 lonceng itu sengaja di buat berhadapan 2 : 2 agar seimbang dan tidak jatuh. Namun, sekarang ini terlihat perbedaan yang besar! Satu lonceng itu terjatuh dari tempatnya bersamaan dengan kembalinya Xiao Xing Chen ke alam bawah sadar ini. Semua orang sudah menyelidiki bagaimana bisa lonceng ke empat itu terjatuh!? Butuh bertahun-tahun untuk membuatnya pulih kembali. Dengan rusaknya lonceng di lembah suci itu, mereka tidak akan bisa memanggil dewa yang sedang turun di alam umat manusia ini.
Wu Shen yang melihat dari atas lembah tersebut dan melihat runtuhnya satu lonceng pemanggil. Xiao Xing Chen yang masih belum mengetahui apapun, menghampiri Wu Shen yang terlihat sedang duduk santai disana. "Master Wu Shen, kenapa anda selalu ada disini?" Xiao Xing Chen bertanya dan duduk di samping Wu Shen.
"Xiao Ying, kebetulan sekali kau ada disini. Apa kau sudah menerima tugas dari dewa hakim?" Wu Shen berkata lembut, dan melatih kultivasinya.
"Tugas dewa? Tidak ada yang memberitahu ku tentang hal itu?"
Memang sudah jelas tidak ada yang memberitahunya karena posisinya yang sekarang ini adalah seorang kultivator Iblis. Mereka takut jika Xiao Xing Chen tiba-tiba meluncurkan serangannya. Padahal Xiao Xing Chen sama sekali tidak menyeramkan!
__ADS_1
"Kenapa kau hanya diam saja? Cepat ambil tugas itu sebelum dewa bela diri menendang mu dari sini!"
Wu Shen juga akhirnya terlihat ikut panik ketika mendengar Xiao Xing Chen belum mengambil tugasnya ini. Sebuah cahaya, melesat di hadapan Xiao Xing Chen. Memberikannya sebuah gulungan yang cukup tebal dan seperti menendangnya dari alam bawah sadar ini. Ya! Itu adalah dewa bela diri yang sekarang ini sudah tidak sabar untuk menendang Xiao Xing Chen keluar dari alam ini.
Wu Shen tersenyum.
"Tidakkah anda terlalu kasar pada murid saya?" Wu Shen berkata dan memejamkan matanya sebentar.
"Biarkan saja dia melunasi tugas-tugasnya sekarang ini. Dewa kultivasi, jangan terlalu memanjakan murid anda sendiri! Hasilnya, murid ini malah akan menyepelekan tugas-tugasnya ini!" Dewa bela diri tetaplah dewa bela diri. Dia akan tetap tegas pada semua orang disini, siapapun itu! Bahkan dia akan tega menendang siapapun yang berani menyepelekan tugas-tugasnya sekarang ini.
Ditambah lagi dengan Xiao Xing Chen yang sama sekali tidak mengetahui dimana dirinya saat ini. Tempat yang aneh dan sama sekali belum pernah dilihatnya. Beberapa batuan indah yang berbentuk unik, diletakkan di seluruh tepian mata air tersebut. Begitupula dengan hutan yang hijau di depannya, terpasang sebuah obor yang perlahan mendekatinya. Xiao Xing Chen segera keluar dari mata air itu dan membersihkan pakaiannya yang basah karena tercebur air ketika dirinya baru saja sampai di alam umat manusia ini.
Beberapa tombak bergerak, menghunusnya hingga tidak mampu bergerak. Itu adalah penduduk desa yang menduga bahwa Xiao Xing Chen adalah seorang iblis yang turun dari atas sana.
Penduduk 1; "Katakan siapa kau sebenarnya!?"
__ADS_1
Penduduk 2; "Apa kau menggunakan sihir jatuh dari langit!?"
Penduduk 1 dan 2 kedengarannya mengajukan pertanyaan yang hampir membuat Xiao Xing Chen tertawa. Memangnya mereka tidak mengetahui dengan adanya kultivasi disini, semua mampu dilakukan? Ini akan menjadi suatu masalah yang besar jika mereka tetap berpura-pura tidak mengetahui ini!
Xiao Xing Chen mencoba memperbaiki keadaan: "Maaf, sebelumnya. Apa kalian sama sekali tidak mengetahui tentang kultivasi?"
Para penduduk desa terlihat terdiam sejenak, sepertinya mereka masih tidak mengetahui apa itu kultivasi. Mereka hanyalah penduduk desa terpencil yang tidak mengetahui perkembangan ilmu pedang. Mereka sama sekali tidak percaya dengan adanya kultivasi dan malah membawa Xiao Xing Chen menuju desa mereka dan menggiringnya ke seluruh desa terpencil itu.
Memang ini sebenarnya benar-benar sebuah desa terpencil! Mereka masih menggunakan bambu dan serat kayu untuk membangun rumah. Pakaian mereka juga tampak sederhana sekali dan tidak memiliki perhiasan. Para pejabat surgawi menyebut desa ini adalah desa Qiongren (Qiongren \= si miskin) pantas saja dinamakan desa Qiongren jadi, mereka ini miskin dengan pengajaran?
Xiao Xing Chen dibawa pada pemimpin desa mereka. Wajah itu tampak sangat menyebalkan dan sebenarnya orang ini sangat berpendidikan! Jika dilihatnya, Xiao Xing Chen merasa sangat mual dan ingin muntah! Orang ini sama sekali tidak membagi ilmunya pada penduduk desanya sendiri!
"Anak muda, siapa kau sebenarnya!?"
Suara yang dikeluarkan pemimpin desa tersebut sangatlah tegas seperti dewa bela diri yang belum lama ini Xiao Xing Chen temui kali ini. Tentunya, Xiao Xing Chen akan merasa derajatnya lebih tinggi dari pada orang ini! Memangnya, pemimpin siapa yang tega tidak membagi ilmunya pada penduduk desanya sendiri hingga di sebut sebagai desa si miskin!?
__ADS_1
Pemimpin itu menyuruh anak buahnya untuk pergi meninggalkannya dengan Xiao Xing Chen kali ini. Tatapan menjijikkan seakan-akan dirinya lebih hebat mulai di tunjukannya pada Xiao Xing Chen, benar-benar membuatnya ingin muntah! "Hei, anak muda! Kau ini siapa, berani-beraninya menunjukkan kultivasi-mu pada penduduk desa disini!" Saat semua anak buahnya pergi, barulah pemimpin desa itu menunjukkan kebusukannya pada semua orang disini. Bahkan dengan melihatnya saja sudah membuat Xiao Xing Chen bersumpah untuk memberitahu semua penduduk desa tentang pemimpin mereka yang arogan ini!