
Xiao Xing Chen benar-benar sudah diluar batas! Kemampuannya benar-benar sudah sangat sulit untuk dikalahkan! Saya rasa, Kaisar cahaya tidak akan berkurang kemampuannya jika kehilangan banyak pengikutnya bahkan tidak ada seorangpun yang menjadi pengikutnya dan malah, ia akan menjadi iblis yang kejam dan akan membalaskan dendamnya pada alam surga karena telah melemparnya berkali-kali ke alam manusia tanpa alasan yang jelas!
Tapi, itu memang adalah kesalahannya! Kenapa ia tidak menghargai waktunya untuk menyelesaikan tugas-tugasnya? Yang menjadi akibat dari kecerobohan Kaisar cahaya adalah, wilayah Peng Yan yang sekarang ini menjadi tempat tinggal para iblis wabah yang mengancam mereka! Juga, wilayah Luoye yang pernah dihancurkannya!
Meskipun ia pernah mencatat sebuah prestasi dengan menghancurkan salah satu dari kekuatan terbesar alam iblis, itu tidak cukup untuk menutupi perbuatannya yang sangat memalukan. Bahkan rasanya akan percuma itu terjadi karena, kaisar cahaya telah menghidupkan kembali bangsawan iblis yang di bunuhnya dan kemudian seketika mereka menjadi majikan dan pelayan, bukankah itu adalah hal percuma?
Haruskah pejabat surgawi yang sekarang ini membunuh seorang pejabat surgawi yang berkhianat?
Jawabannya adalah, ya. Memang harus dibunuh sebelum ia menyerang alam surga dengan berbagai pasukannya yang bermacam-macam itu dan apalagi, Xin Dao juga bersamanya.
Sangat mengancam sekali!
Sementara itu, Xiao Xing Chen yang sekali lagi harus berhadapan dengan Wu Shen juga shifu-nya sendiri Guan Wei, merasa harus melakukan sesuatu yang membuat mereka tidak mengikutinya kembali.
Dari dalam hutan tersebut, seorang wanita yang sangat familiar dengannya, Xue Jing muncul dari dalam hutan tersebut dan kemudian menghunuskan pedangnya, untuk melindungi tuannya Xiao Xing Chen dari serangan mereka yang ada di depannya. "Tuan, apakah saya harus membunuh mereka?"
Guan Wei sangat terkejut ketika Xiao Xing Chen berencana untuk membunuhnya. Tidak! Mungkinkah ini karena dendam yang sangat dalam untuknya?
Xiao Xing Chen menjawab, "Jangan bunuh mereka tapi, usahakan untuk agar mereka tidak mengikuti saya."
Setelah mengatakannya, Xiao Xing Chen segera menggunakan kultivasi meringankan tubuh, pergi dari hadapan mereka diikuti dengan Guan Wei yang ingin mengikutinya dari belakang namun dihadang oleh Xue Jing yang menghunuskan pedangnya.
Lantas, Guan Wei memang harus berhenti dan melawannya lebih dulu. Ini hanya akan membuang-buang waktu saja! Disaat Xiao Xing Chen sudah berjalan jauh darinya, memang bisa dikatakan sudah terlambat. Lalu bagaimana jika sudah mengetahui hal ini? Mungkin saja Guan Wei tidak akan segera menyusulnya pergi ke alam iblis kembali.
Tidak! Tidak bisa seperti ini! Seseorang harus menyelamatkannya segera sebelum itu terlambat!
Wu Shen berdiri di depan Guan Wei masih dengan memegang pedangnya yang dihunuskan ke arahnya. Dengan sangat tenang yang seperti dibuat-buat, Wu Shen berkata, "Guan Wei, bisakah anda mengejarnya selagi saya menghadapi yang ini?"
Guan Wei menjawab, "Maksud leluhur Wu Shen?"
__ADS_1
Wu Shen berkata, "Kaisar cahaya adalah murid anda. Tidak seharusnya anda meninggalkannya begitu saja bukan? Jangan mengulangi tindakan Anda yang sebelumnya. Segera anda harus menyusul kaisar cahaya sebelum ia semakin jauh!"
Guan Wei segera berlari di arah yang berlawanan dengannya dan disambut dengan baik oleh pedang Xue Jing yang tiba-tiba melayang di atas kepalanya. Beruntung saja, pedang Wu Shen bergerak lebih cepat dari pada pedang milik Xue Jing yang menepis serangannya dengan mudah.
Anjing peliharaan Xiao Xing Chen memang selalu menurut pada majikannya. Apapun perintah yang diberikan kepadanya, akan segera dilakukan meskipun itu membahayakan nyawanya sendiri. Wu Shen memang bukan lawan yang cocok untuk Xue Jing, karena posisinya sebagai dewa kultivasi/spiritual, tidak mungkin akan mudah begitu saja dikalahkan oleh seorang yang kekuatannya biasa-biasa saja seperti Xue Jing. Meskipun ia menghunuskan beberapa ribu pedang sekalipun, itu tidak akan bisa mengalahkannya!
Sudahkah permainan ini akan selesai?
Wu Shen menjentikan jarinya yang kemudian mengeluarkan cahaya. Tangan bercahaya itu kemudian dialirkan pada pedangnya, hingga memunculkan pesona yang sangat kuat untuk mengalahkan Xue Jing hanya dalam satu ayunan kecilnya saja.
Saya akan menyelesaikan ini dengan mudah cepat.
Sementara itu, sampai di bukit Yaguan, Kaisar Yan Feng tampak sudah menunggunya di reruntuhan kuil ghaib. Ia sangat mengetahui dengan jelas apa yang dilakukan tuannya Xin Dao padanya semalam itu dan merasa jika Xiao Xing Chen akan kembali ke alam iblis disaat semua orang memang sudah tidak membutuhkannya lagi.
Apa yang dikatakannya barusan, itu benar terjadi bukan? Jadi, untuk apa anda menjalani hidup di alam manusia juga dengan alam surga disaat alam iblis ini menyambut anda dengan baik?
Kaisar Yan Feng perlahan menjadi sedikit waspada ketika merasakan ada seseorang yang mengikuti Xiao Xing Chen di belakangnya, "Kaisar cahaya, apakah anda tidak merasa jika tikus-tikus itu mengikuti anda?"
Xiao Xing Chen membalikan badannya dari Kaisar Yan Feng. Tidak tahu apa yang ingin dikatakannya, tapi terlihat memang ada sesuatu yang ingin dikatakan olehnya.
Tidak bisa! Tidak bisa saya katakan! Jika dikatakan padanya, ini terlalu menghina untuknya!
Tangan Xiao Xing Chen gemetar, tidak kuat untuk menahannya. Ia ingin beralih kembali ke alam iblis setelah semuanya membencinya karena, seorang iblis memang layak untuk dibenci! Rasa hormatnya pada shifu-nya sendiri tidak akan pudar meskipun ia telah diluar jangkauan tangan shifu-nya.
Xiao Xing Chen kembali membalikkan badannya, melihat ke arah kaisar Yan Feng dengan penuh keyakinan mengatakan, "Cepat, bawa saya ke hadapan tuanmu!"
Kaisar Yan Feng berkata, "Apakah ini adalah keputusan anda sungguhan ataukah ada dorongan orang lain untuk membuat anda kembali ke alam iblis?"
Xiao Xing Chen menjawab, "Tidak! Tidak ada orang lain yang mencampuri urusanku dengan yang ini."
__ADS_1
Mendengar seluruh perkataan yang menurutnya benar-benar sudah dipikirkan dengan baik, Guan Wei berlari menghampirinya berulang kali memanggil namanya, namun disaat Guan Wei berhasil meraih dan memegang tangannya, hal itu sangat bersamaan dengan Kaisar Yan Feng yang memindahkan tubuh Xiao Xing Chen pergi memasuki alam iblis. Dan yang menjadi akibatnya adalah ketika Guan Wei baru saja memegang tangan Xiao Xing Chen, tubuhnya juga sekaligus ikut dengannya, ikut masuk ke alam iblis.
Udara tiba-tiba menjadi sangat lembab dan berbau anyir darah, tidak seperti yang ia temui sebelumnya, yang selalu memiliki aroma dupa yang sangat menenangkan. Yang terasa disana juga, hawa dingin yang semakin menusuk tubuh, tidak terasa tangannya sudah menyentuh tanah alam iblis yang kasar dan panas. Lalu, bagaimana datangnya hawa dingin ini? Tidak! Ini bukanlah hawa dingin yang berasal dari alam ini sendiri melainkan pesona yang mereka keluarkan sangatlah membuat kulit merinding!
Xiao Xing Chen berdiri di sampingnya namun Guan Wei masih merangkak di tanah dengan kepala yang menunduk, seperti tidak ingin melihat apa yang ada di depannya ini.
Xin Dao yang duduk di atas singgasananya, di hadapannya, sudah terlihat Xiao Xing Chen yang berdiri di depannya dengan tangan itu yang tidak melepaskan tinjunya, juga Guan Wei yang masih merangkak di sampingnya, seperti ada seseorang yang sengaja mendorongnya hingga terjatuh. Xin Dao berkata, "Xiao Ying? Siapa yang ada di sampingmu itu? Apakah anda mengajak orang lain untuk kemari?"
Xiao Xing Chen kemudian melihat ke arah Guan Wei dan mengulurkan tangannya, sedikit berlutut kemudian mengatakan di dekat telinganya, "Shifu, tidakkah anda merasa tidak sopan terus merangkak disini disaat anda menjadi seorang tamu?"
Guan Wei kemudian sedikit mengangkat kepalanya, menepis tangan Xiao Xing Chen yang diulurkan padanya. Pilihan anda sekarang ini, benar-benar salah! Guan Wei menarik tangan Xiao Xing Chen dan kemudian berdiri di depannya juga menghunuskan pedangnya ke arah Xin Dao.
Apa yang dilakukannya ini, memang lebih terlihat sedang melindungi Xiao Xing Chen dari apapun yang dilakukan oleh Xin Dao padanya. Xin Dao tersenyum raja, berdiri dari atas singgasananya berjalan menghampiri Guan Wei. Shifu, apakah anda merasa jika ini benar-benar adalah keputusan murid anda itu sendiri? Kenapa tidak melihat raut wajahnya yang sekarang ini, lihatlah! Dia benar-benar memalingkan wajahnya dari anda.
Mendengar Xin Dao yang mengatakan demikian, Guan Wei melihat ke arah Xiao Xing Chen dan benar saja, orang ini memalingkan wajahnya darinya. Apakah untuk sekarang ini, adalah hal yang salah jika melindunginya?
Guan Wei berkata, "Xiao Ying? Apa kau benar-benar akan tinggal disini? Kenapa tidak kembali ke sekte yang akan menerima anda dengan baik?"
Xiao Xing Chen kemudian menunjukan senyum pahitnya tapi masih tidak bisa berkata apapun. Apa yang ingin anda jawab sekarang ini? Haruskah saya mengatakan "iya"atau "tidak"?
Pedang sudah dijatuhkan di atas tanah dan kemudian menekukan lutut yang menandakan sangat menyesalnya ia, ketika meninggalkan Xiao Xing Chen dengan begitu kejam. Pakaian putihnya, kali ini berubah menjadi kusam dan lusuh karena tanah yang kotor.
Bagi Xin Dao mungkin ini seperti menyerahkan diri padanya dan bersiap untuk diambil nyawanya. Xin Dao mengisyaratkan salah satu pelayannya untuk mengayunkan pedang mereka pada Guan Wei sekarang ini.
Salah satu dari bawahan bangsawan iblis itu mengayunkan pedangnya untuk tuannya. Tangan-tangan itu kembali bergerak. Kali ini, Xiao Xing Chen yang bergerak setelah diam selama beberapa waktu. Tangannya memegang pedang yang dipegang iblis kecil dan kemudian mengubah pesonanya menjadi api yang sekarang ini membakar tubuh iblis kecil.
Tatapannya berubah menjadi sedingin es disaat iblis kecil itu masih terbakar oleh api yang tidak kunjung padam, berkata, "Jangan menyentuhnya!"
Xin Dao kemudian sedikit tertawa mendengarnya. Setia sekali pada shifu-nya. Bahkan tidak membiarkan iblis-iblis ini menyentuhnya meskipun hanya satu jari jemari mereka. "Baiklah, apa yang kemudian akan anda lakukan padanya? Saya percayakan pada anda saja. Tapi, ada sesuatu yang harus anda ketahui,..."
__ADS_1
Xin Dao kemudian berjalan mendekati Xiao Xing Chen yang ada di dekatnya dan meletakkan mulutnya di depan telinganya. Setelah jeda sesaat, Xin Dao kembali melanjutkan, ",...Apakah anda yakin jika shifu anda ini, tidak akan mengulangi kesalahannya lagi ataukah, ia tidak akan menjadi provokator dimana anda yang menjadi buruan alam surga ini, untuk dibunuh?"
Xiao Xing Chen akhirnya kembali memikirkannya. Dan bertanya pada dirinya sendiri, apakah mungkin ia harus membawa shifu-nya sendiri di penjara air? Benar! Jangan meragukannya sekali lagi! Jika shifu-nya akan membawanya pada kematiannya yang kedua kalinya, itu tidak akan terjadi! Bawalah shifu anda ke penjara air dan anda akan aman.