
Sebelum Guan Wei menghancurkan dirinya sendiri, Xin Dao tampak sedang menancapkan satu pedangnya pada jantung Wu Shen, setelah tongkat pisau sabitnya terbuang oleh Wu Shen ketika ia menepis serangannya. Pedang itu ia ambil dari seorang murid yang terluka karena serangan brutal tadi.
Wu Shen memang terlihat sengaja membiarkan Xin Dao melukai tubuhnya karena dendam masa lalu.
Pedang itu masih menancap dan membuat jarak kembali, belum cukup dekat untuk meraih wajah Xin Dao, Wu Shen mencoba menahan sakitnya, berjalan mendekat dengan pedang yang terus tertembus keluar semakin dalam dan membuat darahnya keluar cukup banyak melebihi apa yang ia duga sebelumnya.
Xin Dao hanya terdiam tanpa berjalan mundur ataupun melepaskan pedangnya yang menancap. Wajahnya terlihat membeku dengan pupil matanya yang melebar, serta tangan yang menggenggam pedang itu gemetar ketakutan ketika melihatnya.
"Anda tidak akan melepaskan pedang anda, bukan?"
Setelah berada di jarak yang cukup dekat dan Wu Shen yang sudah bisa menyentuh pegangan pedangnya, tangannya meraih punggung Xin Dao dari depannya, dan sengaja menyandarkan kepalanya di pundak Xin Dao.
Wu Shen berkata dengan hangat, "Saya tahu, dendam anda melebihi yang ini sehingga anda merasa sangat tidak puas jika anda hanya membunuh saya namun juga menghancurkan keturunan keturunan saya. Sampai kapanpun itu, saya tidak akan bisa memuaskan rasa dendam anda pada seluruh kekaisaran Wu, meskipun ruh saya telah lenyap termakan bumi, saya tidak bisa memuaskan anda. Saya adalah perwakilan mereka semua dengan rendah hati mengatakan 'maaf' yang sangat besar atas semua penghinaan, luka, juga atas tindakan orang-orang di Qishan Jin yang sangat membenci anda."
Xin Dao melemaskan pegangan pedangnya dan membiarkan Wu Shen terjatuh, tergeletak di atas tanah di sampingnya setelah lepas dari pegangan pedangnya. Wajahnya terlihat dingin sengaja membanting pedang yang dipegangnya sekarang ini.
Laki-laki ini belum meninggal dan bahkan ia sedang mengalami pemulihan luka yang sangat parah pada jantungnya.
Xin Dao mengangkat tubuh Wu Shen yang masih cukup hangat itu di atas kedua tangannya. Melihat luka yang ada pada bagian pundaknya, muncul rasa haus yang ia rasakan. Tenggorokannya terasa sangat kering dan membutuhkan minum untuk membasahinya
Iblis adalah pemakan bangkai juga minumannya adalah darah yang tidak biasa!
Xin Dao menaruh kepalanya di atas pundak Wu Shen, hanya untuk sebentar saja ia merasakan meminum darah saudaranya sendiri. Terasa sedikit pahit namun setidaknya bisa sedikit membasahi tenggorokannya. Dari semua minuman-minuman darah yang bisa di minumnya sekarang ini, memang tidak ada yang sebanding dengan darah milik Xiao Xing Chen yang pernah dilakukan olehnya dua tahun lalu.
"Mungkinkah itu karena darah seorang kaisar yang luar biasa atau bukan?"
__ADS_1
Xin Dao melihat sebuah meja batu yang berada di dekat pintu masuk istana alam surga yang sebelumnya mereka gunakan untuk menaruh dupa hanya untuk mengharumkan istana mereka. Meja batu itu sepertinya memang cukup panjang dan seukuran tubuh manusia dewasa.
Xin Dao menaruh tubuh Wu Shen di atas meja batu tersebut dan setelah menaruhnya dengan kedua tangannya yang dilipat, seorang iblis kecil mendatanginya mengatakan sesuatu yang segera harus dikatakan. "Tuanku! Pesona milik Xiao Xing Chen, tiba-tiba menghilang!"
Xin Dao menjawab, "Ada apa dengannya? Memangnya, kemana dia?"
Iblis kecil itu menjawab, "Xiao Xing Chen, telah pergi dari alam surga hanya untuk menyelamatkan shifu-nya yang terjatuh di jurang surga."
Xin Dao mendengus, "Kalau begitu, segera katakan pada mereka untuk segera menyusul Xiao Ying!"
\=\=\=\=
"Tuan muda Chen, shifu telah meninggal."
Apa yang dia lakukan sebelumnya hingga menghancurkan dirinya sendiri?
Tidak ada kemungkinan orang itu bisa kembali sembuh. Biasanya, jika kasus yang seperti ini, orang itu akan langsung meninggal secara perlahan, menjadi kabur penglihatannya dan kemudian tidak terarah langkah kakinya.
Semua murid sekte Guan Qin terlihat sangat terpukul melihat shifu mereka yang sudah mendingin, pucat wajahnya serta bola matanya yang terlihat abu-abu tidak berwarna. "Apakah benar, shifu kami telah meninggal?" "Tuan muda Chen, apakah anda yang membunuh shifu kami?"
Xie Ling berkata, "Tuan muda Chen tidak membunuhnya sama sekali ataupun memberikan sebuah luka fisik pada shifu. Ia sama sekali tidak melakukan apapun melainkan shifu yang telah menghancurkan dirinya sendiri."
Air mata Xiao Xing Chen sama sekali tidak bisa terbendung lagi dan akhirnya perlahan keluar menetes di atas wajah Guan Wei yang sudah terlanjur kaku. Tangan kanannya bergerak dengan gemetar, untuk menutup mata Guan Wei yang masih sedikit terbuka dan kemudian semakin mendekatkannya, memeluknya dengan sangat dekat hingga seperti tidak ingin terlepas dengannya.
Xie Ling berjalan mendekat kemudian mengeluarkan sebuah jubah hitam yang sudah dirapikan dengan sangat rapi dan bersih, memberikannya pada Xiao Xing Chen. Suaranya tampak terisak tangis tidak tahan melihatnya, berkata, "Tuan muda Chen, saya yakin jika shifu ingin memberikan jubah anda kembali. Dan saya yakin jika ketika ia berhasil memberikannya pada anda, ia pasti akan sangat mengatakan terimakasih pada anda karena telah menghormatinya sebagai seorang Master Cultural."
__ADS_1
Xiao Xing Chen mengusap matanya berkata, "Benarkah shifu sangat ingin menemui saya?"
Xie Ling menjelaskan, "Ingat saat anda menahan shifu di penjara air dan setelah ia diselamatkan oleh dewa kultivasi? Saat sudah kembali ke sekte, shifu membersihkan barang yang diberikan oleh murid kesayangannya dengan sangat bersih dan rapi, ia menyimpannya dengan sangat hati-hati. Dua tahun, mungkin akan cukup baginya untuk bisa sedikit meringankan beban dalam pikirannya tentang muridnya namun, karena tidak tahan dengan semua tekanan itu, shifu akhirnya memutuskan untuk menemui dewa bumi dan meminta tolong padanya untuk membawanya di hadapan anda sekarang. Dan ketika sudah berada di hadapannya, tidak sempat berkata apa yang selama ini mengganjal dalam pikirannya, ia menghancurkan dirinya sendiri dan meninggal di hadapan seluruh murid-muridnya."
Tidak! Hentikan! Jangan panggil shifu lagi!
Kumpulan iblis yang berdiri di atas air, hanya mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh mereka sekarang ini. Sangat payah, bodoh dan tidak berhubungan sama sekali!
Xin Dao melihat ke arah Ning QiuYa dan sudah sangat jelas apa yang diinginkan tuannya sekarang ini. "Baik, saya mengerti."
Besi rantai itu, kemudian keluar dari tangan Ning QiuYa yang langsung bergerak cepat ke arah Xiao Xing Chen dan mengikat seluruh tubuhnya, kemudian menariknya secara paksa, berada di tangan Xin Dao sekarang ini.
Guan Wei yang sedang berada dalam pelukannya tadi, terpaksa harus dilepaskan karena rantai panas yang sudah jelas mengikat dan menariknya secara paksa.
Xin Dao yang menarik rantai panas tersebut berkata dengan dingin, "Kenapa masih percaya dengan shifu mu setelah ia meninggalkan anda?"
Xiao Xing Chen tampak mencoba untuk melepaskan dirinya dengan paksa, ia sama sekali tidak ingin kembali ke alam iblis dan ingin kembali memeluk shifu-nya. "Tidak! Shifu melakukannya untuk saya! Lepaskan! Ini sungguh sudah menyakitkan pikiran saya!"
Ning QiuYa membisikan di telinga Xin Dao, "Tuan, sepertinya anak ini telah kembali memutih. Apakah anda tidak ingin melepaskannya saja?"
Xin Dao tersenyum raja melihat Xiao Xing Chen yang sekarang ini berada di tangannya dan hanya melihatnya ia sedang memperhatikan apa yang di depannya, "Shifu mu, tidak akan bisa kembali ke dunia ini dengan utuh. Apa kau lupa, dia sudah mati, tidak akan bisa hidup kembali."
Tidak! Izinkan saya hanya untuk menemui shifu saya sekali lagi!
Xiao Xing Chen semakin memberontak dan membuat Xin Dao terpaksa melakukannya. Tangan kanan Xin Dao akhirnya bergerak seperti sebuah ilusi menembus jantung Xiao Xing Chen bahkan rasanya seperti ratusan pedang itu memang terasa seperti menusuk jantungnya hingga sakit di sekujur tubuh dan membuat yang merasakannya, tidak sadarkan diri, ini benar-benar ilusi yang sempurna!
__ADS_1
Ini bahkan terasa lebih mudah sepertinya, anda memang sangat mudah dikalahkan ketika berada dalam sebuah tekanan.