Kaisar Cahaya Kultivasi Iblis

Kaisar Cahaya Kultivasi Iblis
Chapter. 33


__ADS_3

 Sehari kemudian, pembelajaran di sekte Guan Qin akhirnya selesai. Semua kembali berlayar menuju desa dan sekte-nya masing-masing. Begitu pula Xiao Xing Chen yang hendak meninggalkan dermaga tersebut melihat anak yang berasal dari sekte Xin Jin Li sedang melakukan pekerjaan kotor disana. 


  Mungkin bagi Xiao Xing Chen mereka yang menyuruh anak kecil itu dengan pekerjaan kotor mereka, sangatlah bodoh karena mempekerjakan anak sekecil itu. Xiao Xing Chen menghampiri anak itu dan sedikit membantu pekerjaannya. Ya, benar saja anak itu adalah junior dari sekte Xin Jin Li dan juga junior dari grandmaster Li Fang Jun dia adalah Li Yuan Qiu. Tidak heran baginya karena mereka mempekerjakan anak itu orang-orang ini memanglah malas dan enggan untuk melakukan suatu pekerjaan yang bermanfaat selain melatih kultivasinya untuk diri sendiri. 


 Saat Xiao Xing Chen ingin menghampirinya sekali, kayu bakar yang Yuan Qiu tiba-tiba saja terjatuh begitu pula dengannya yang juga ikut terjatuh. Orang-orang dewasa yang berasal dari sekte tersebut, hanya tertawa melihatnya. Mereka seperti tokoh antagonis dalam kehidupan Yuan Qiu. Pantas saja Li Fang Jun meninggalkan sekte-nya sendiri karena orang-orang disana sangat tidak ramah. 


 "Kau tidak apa-apa, anak muda?" Xiao Xing Chen meraih tangan Yuan Qiu dan membantunya untuk berdiri juga untuk merapikan kayu bakar yang dibawanya tadi. 

__ADS_1


  "I, iya tuan muda Chen. Aku baik-baik saja. Terimakasih." Yuan Qiu berkata dengan gugup setelah melihat dirinya di tolong oleh Xiao Xing Chen. 


 Anak ini sepertinya masih berumur 12 tahun dan sudah mengikuti pembelajaran ini. Pastinya sangat berat untuk tinggal di sekte yang paling menyebalkan seperti sekte Xin Jin Li ini. Mereka memang tidak punya hati! Orang-orang sekte yang melihat Xiao Xing Chen menolong Yuan Qiu malah menatapnya dengan tatapan kecil dan membenci. Seharusnya yang mereka benci adalah diri mereka yang begitu egois! 


  "Hei! Anak setan! Kenapa kau malah menolong Yuan Qiu!? Anak ini adalah urusan kami! Jangan seenaknya melakukan sesuatu yang membuat semua mata tertuju padamu!" Bentak salah satu orang dari sekte Xin Jin Li


  "Cukup menyedihkan. Kenapa kalian tidak berkaca pada diri kalian sendiri?" Xiao Xing Chen berdiri dan membalikkan badannya menghadap orang-orang tersebut dan melanjutkan pembicaraannya tadi; "Pantas saja grandmaster Li Fang Jun tidak tahan dan menyatakan dirinya keluar dari sekte-nya sendiri jadi, karena kalian yang bersikap egois seperti ini?"

__ADS_1


"T, tuan muda Chen. Barusan itu,.." Yuan Qiu tampak canggung ketika melihat Xiao Xing Chen yang melakukan itu pada orang-orang sekte dan langsung melihatnya. "Ah, iya aku lupa. Maaf ya yang barusan itu. Anggap saja sebagai pembelajaran pertamamu ya!" 


  Xiao Xing Chen kembali pergi menuju Zi Xian yang tidak jauh dari sana dan bergabung dengannya. Tentunya hal itu bukanlah hal yang biasa menurut Yuan Qiu karena selama ini, ia tidak pernah melihat seorang melakukan hal itu pada orang-orang sekte Xin Jin Li yang terkenal dengan kemalasannya ini. 


 Sementara itu, terlihat Guan Wei yang sedang membaca sebuah buku yang ada di perpustakaan paviliun Jin Peng, sedang melihat keluar jendelanya. Orang-orang sekte itu telah sedang bersiap untuk meninggalkan pegunungan Cang Qiong ini. Tidak heran, rasanya seperti ada yang kurang disini. Ternyata Xiao Ying sudah kembali berlayar menuju Lianhua. Tidak ada yang cerewet disini dan hanya terdengar suara angin saja. 


 Rasanya akan semakin konyol sekali jika membayangkan Xiao Ying akan kembali kemari dan berharap padanya. Lagipula tidak ada hubungannya dengan orang itu dan juga sekte Guan Qin ini. Sepertinya, Xiao Ying sudah membuat sejarah disini tentang di tuduhnya ia sebagai kultivator setan. 

__ADS_1


  Setelah beberapa hari, pergi dari pegunungan Cang Qiong. Sekte Qing Fei dipimpin oleh tuan muda Ming Su, mulai melakukan rencana buruknya itu yaitu membangun sebuah menara pengawas di seluruh wilayah kekuasaan 5 sekte besar! Namun, tetua sekte kedua Fei Ling Tao melarang anaknya melakukan hal itu. Menurutnya rencana yang seperti itu sangatlah seperti semena-mena menguasai daerah sekte lainnya dan malah akan membuat sekte ini semakin dibenci oleh seluruh orang yang ada di benua timur ini bahkan para dewa juga enggan untuk melihat sekte ini yang terlanjur berbuat dosa yang besar. 


  Merasa jika ayahnya atau tetua sekte kedua sangat mengganggu, dalam beberapa hari kemudian Ming Su telah mengayunkan pedangnya dan membunuh tetua kedua sekte-nya sendiri. "Sungguh hal yang menyenangkan di dengar, tetua kedua sekte Qing Fei telah tewas dan tidak ada lagi yang akan mengacau rencanaku yang sudah dibuat matang!" 


__ADS_2