Kaisar Cahaya Kultivasi Iblis

Kaisar Cahaya Kultivasi Iblis
Chapter. 56 [S 2]


__ADS_3

note; Ada sedikit perubahan, untuk sebutan Master Shizun aku ganti dengan Master Shifu \= guru. Agar bisa lebih di mengerti.... maaf atas ketidak nyamanan ini ..


Sebuah tempat minum di Yiqun Jin, mereka menyediakan beberapa minuman seperti anggur dan juga makanan yang lainnya. anehnya saat Xiao Xing Chen meminum anggurnya, Yuan Qiu sama sekali tidak ikut juga meminum anggur tersebut. Ia terlihat seperti tidak ingin meminumnya. Orangini pastinya seperti orang yang Soleh, mirip sekali dengan shifu-nya. 


"Yuan Qiu, kau tidak meminum minumannya?" 


Yuan Qiu lalu tersenyum, dan menjawab dengan ramahnya; "Aku tidak terbiasa meminum anggur seperti ini." 


Xiao Xing Chen hanya bisa mengangguk, ia tidak ingat jika Yuan Qiu mendapatkan julukan sebagai tombak emas yang terkenal dengan kehormatannya. Ternyata, jika mendapatkan julukan (manusia terhormat) di alam umat manusia ini, mereka memang harus menjaga kehormatan mereka masing-masing. Tidak seperti Xiao Xing Chen yang sama sekali tidak mempedulikan posisinya sekarang ini dan malah berujung dengan berubah menjadi bahan tertawaan 3 dunia. 


"Lalu, bagaimana dengan sekte-mu sendiri? Dan bagaimana dengan shifu, apa dia baik-baik saja?" 


"Shifu baik-baik saja. Aku dengar dia juga mendapatkan julukan sebagai pemegang pedang cahaya, karena kesalehannya itu." 


Xiao Xing Chen hanya bisa terdiam, dan senyum-senyum sendiri ketika mereka semua bisa mendapatkan julukan yang bagus dan sangat menjaga kehormatan mereka. Saya banyak tertinggal hal yang bagus seperti ini T^T. "Oh iya, apa tuan muda Chen tahu jika, kakak seperguruan anda memiliki seorang anak laki-laki?" 


Xiao Xing Chen yang mendengar hal itu, sontak membuatnya terkejut dan kembali mengeluarkan air yang di minumnya tadi. "Apa maksudmu kakak seperguruan ku memiliki seorang anak!? Memangnya siapa yang dia nikahi!?" Xiao Xing Chen berkata dengan suara yang tampak shock dan seperti ingin menampar dirinya sendiri. 


"I, iya. Kebetulan sekali seorang tuan muda dari sekte Qing Fei, Lui Zhi Ying." Yuan Qiu berkata dengan sedikit gugup dan wajahnya merah ketika Xiao Xing Chen mendekatkan wajahnya. 

__ADS_1


"Lui Zhi Ying? Kedengarannya seperti bukan nama seorang tuan muda. Tapi, kenapa kalian tidak memberitahuku tentang pernikahan ini!?" Xiao Xing Chen matanya semakin berbinar begitu mendengar hal itu sekaligus ingin marah karena hanya dirinya yang tidak mengetahui tentang hal ini. 


"Iya, sebenarnya kami juga ingin memberi tahu tentang hal ini tapi, karena kami tidak tahu bagaimana cara menghubungi tuan muda di alam bawah sadar jadi, kami terpaksa tidak memberitahukannya pada tuan muda." 


"Kalau begitu, cepat temui mereka!" Xiao Xing Chen menaruh sejumlah uang di mejanya dan berlari keluar dari tempat minum tersebut, diikuti Yuan Qiu di belakangnya. "Tunggu! Tuan muda Chen tidak bisa langsung menghampirinya begitu saja!" Yuan Qiu lantas memberhentikan Xiao Xing Chen, meraih tangannya. 


"Hah? Apa maksudmu tidak bisa menemuinya begitu saja?" 


"Masalahnya, tuan muda Chen ini harus melewati sebuah hutan penuh perangkap untuk menemui nona Jingshi." 


"Bukankah, sekte Qing Fei berada di Yiqun Jin ini?" 


Xiao Xing Chen melepaskan tangan Yuan Qiu dan berlari pergi dari tempat sebelumnya. Karena takut akan terjadi sesuatu pada Xiao Xing Chen ini, Yuan Qiu akhirnya terpaksa mengikutinya dari belakang. Pasalnya, pada bukit Bao Xin di daerah Yiqun Jin sekte Qing Fei ini, terpasang ratusan perangkap hewan. Para penduduk asing di daerah Yiqun Jin, takut akan mereka kekurangan bahan pangan untuk bertahan hidup. Mereka semua terangsingkan dari dunia luar, dan terpaksa harus bertahan hidup dengan bahan-bahan seadanya. Sama sekali tidak ada perintah dari sekte Qing Fei untuk memasang perangkap hewan sebanyak itu! Jika hal ini diketahui oleh sekte lain, yang menjadi sasaran mereka adalah sekte Qing Fei itu sendiri pastinya. 


Begitu mulai menginjakkan kaki di bukit Bao Xin, tak ada yang aneh sama sekali di sana. Hanya sedikit sepi, tidak ada seorangpun di sana yang melintasi bukit Bao Xin. Itu aneh sekali! Biasanya selalu terlihat orang-orang yang sedang merantau melewati bukit ini. Tapi, kenapa sekarang ini berbeda? 


"Tuan muda Chen, aku rasa kita harus sedikit berhati-hati disini." Yuan Qiu berlari dan berjalan disamping Xiao Xing Chen hanya untuk berjaga-jaga saja. 


"Bukankah disini terlihat biasa-biasa saja? Tidak ada yang aneh disini." Baru saja Xiao Xing Chen hal tenang-tenang begitu saja, beberapa anak panah terbang melayang ke arah mereka. Beruntung saja, Yuan Qiu memiliki pendengaran dan penglihatan yang cukup jeli, anak panah itu berhasil di taklukannya hanya menggunakan satu anak panah yang ia lemparkan begitu saja. 

__ADS_1


Xiao Xing Chen yang melihatnya, diam terkagum-kagum akan hal itu. Yuan Qiu benar-benar pria idaman wanita! Namun hanya karena membayangkan hal itu, sayangnya Xiao Xing Chen lahir sebagai seorang laki-laki dan ia tidak bisa sama sekali menyukai sesama laki-laki seperti ini. 


"Tuan muda Chen tidak apa-apa?" Yuan Qiu lagi-lagi mengulurkan tangannya pada Xiao Xing Chen dan membuatnya berpikir bahwa orang ini adalah pahlawannya T^T. 


"Kau memang cukup hebat, Yuan Qiu." Xiao Xing Chen tersenyum lembut pada Yuan Qiu dan memujinya. 


"Terimakasih atas pujian dari tuan muda Chen." 


Seketika, sebuah jimat bercahaya muncul di setiap akar pohon menandakan keberadaan perangkap jimat di sana. Yuan Qiu melakukan tugasnya dengan melepaskan beberapa anak panah cahaya untuk menghancurkan jimat perangkap tersebut. Sangat disayangkan sekali, para penduduk asing yang menetap di daerah Yiqun Jin ini seperti bertindak semaunya dan terlalu mengkhawatirkan diri sendiri. 


"Mereka yang memasang jimat perangkap seperti ini cukup kaya, juga. Hebat sekali mereka dalam menyusun rencana seperti ini." Xiao Xing Chen mengambil sebuah jimat kertas yang sudah dirusak oleh Yuan Qiu. 


"Tuan muda Chen, aku rasa mereka memasang jimat perangkap sebanyak ini bukan hanya karena untuk konsumsi pangan mereka tapi juga, mengambil harta dari orang-orang yang lewat di sini." 


"Yah! Kau benar juga! Intinya, yang mampu memasang jimat perangkap sebanyak ini, pasti bukan hanya ulah dari sekelompok orang melainkan, ada beberapa kelompok orang yang juga ikut campur tangan dalam hal ini." 


Xiao Xing Chen tiba-tiba mengingat sesuatu yang tertulis pada gulungan miliknya. Xiao Xing Chen kembali membukanya melihat tugasnya yang selanjutnya ketika sudah mengalahkan keluhan wanita. Para pencuri melakukan tindakan salah dengan melibatkan mereka dalam urusan pangan orang asing. (Hanya ini yang tertulis) Xiao Xing Chen sangat tidak mengerti apa yang tertulis di sini. 


"Tidak adakah, orang yang menjelaskan tentang tugasku berikutnya?" 

__ADS_1


Suara gonggongan anjing semakin terdengar menghampiri mereka. Dengan langkah cepat, langsung menabrak Xiao Xing Chen hingga membuatnya terjatuh keras ke tanah. Anjing ini, begitu besar dilihatnya bahkan hampir setara dengan tubuh orang dewasa. Tidak hentinya menjilati wajah Xiao Xing Chen, suara seorang anak laki-laki terdengar seperti suara lonceng kecil berlari menghampiri mereka, "Peri! Jangan menjilati orang itu! Nanti, kau terkena iritasi!" Anak laki-laki itu memanggil anjingnya dengan sebutan peri? Sungguh tidak dapat dipercaya! 


__ADS_2