
Mendengar apa yang grandmaster Li Fang Jun katakan, membuat Xiao Xing Chen merasa terpojok dan tidak bisa mengatakan apapun setelahnya. Li Fang Jun seperti mengetahui semua tentang apa yang terjadi pada Xiao Xing Chen 8 tahun kemudian.
Apa yang membuat Xiao Xing Chen merasa kalau Li Fang Jun juga terlibat dalam kebangkitannya saat ini? Padahal Li Fang Jun bisa mengetahui seberapa potensi yang Xiao Xing Chen miliki saat ini. Li Fang Jun melihat Xiao Xing Chen bisa menguasai teknik kultivasi iblis yang selama ini belum pernah ditaklukkannya.
Xiao Xing Chen menjadi semakin tertekan ketika Li Fang Jun memberikannya sebuah seruling yang dibuatnya dengan potongan bambu kecil. Semua orang di sana saat ini memandang Xiao Xing Chen sebagai seorang Kultivator setan dan merasa kalau Xiao Xing Chen memanglah orang yang sudah mati. Sama dengan Guan Wei yang mendengar perkataan itu, wajahnya tampak kesal dan sangat membenci ketika menatap Xiao Xing Chen.
Xiao Xing Chen tahu Guan Wei memang sangat membenci seorang Kultivator setan seperti Xiao Xing Chen. Namun, karena mayat-mayat hidup yang semakin banyak keluar dari danau Shoji, akhirnya Xiao Xing Chen mencoba memainkannya dengan mengingat apa yang ditulis pada kitab Shu Yin.
Perlahan Xiao Xing Chen memainkannya dengan lembut dan teratur. Nada seruling yang Xiao Xing Chen mainkan bukanlah nada untuk memanggil roh, melainkan suara yang dapat mengusir roh jahat di sekitarnya. Setelah semua mayat-mayat hidup itu kembali ke danau Shoji, barulah Xiao Xing Chen memainkannya dengan terbalik untuk memanggil roh asli nona Xin Li, putri dari kaisar Han.
Wujudnya perlahan muncul di atas danau Shoji. Tampak anggun dengan pakaian putih panjang menjuntai hingga menutupi kakinya. Rambut coklat panjang, seperti perlahan melayang terbawa angin. Senyumnya juga tampak pahit dan wajahnya menangis melihat orang-orang yang berada di tepian danau Shoji.
__ADS_1
"Baiklah, Shizun. Lakukan apa yang kau bisa padanya."
Guan Wei mulai melangkah ke hadapan nona Xin Li yang menjadi Liuqin mereka dan mencoba berkomunikasi dengannya. Semua pertanyaan sudah Guan Wei katakan termasuk apa yang ia sesali saat ini dan juga apa yang dia inginkan saat ini.
Rupanya, nona Xin Li saat ini menyesal karena membunuh desanya sendiri dengan tangannya. Ia tidak percaya akan melakukan itu dan akibatnya, ia harus terkurung di danau ini. Lalu, hal yang sangat nona Xin Li inginkan hanyalah tunangannya sendiri yang saat itu ia tolak berkali-kali. Laki-laki berdarah miskin, anak dari pedagang kuno. Ia sangat ingin menemuinya.
Guan Wei sama sekali tidak bisa memenuhi keinginan sang Liuqin. Guan Wei tidak bisa memanggil roh manusia kembali. Resikonya, jika permintaan sang roh tidak terpenuhi maka, orang yang menanyakan tentang roh itu akan mati dimakan olehnya. Guan Wei sadar dirinya saat ini dalam bahaya dan tidak bisa melakukan apapun selain berpikir.
Dari kedalaman hutan yang cukup dalam, seorang laki-laki dengan rantai yang melekat di seluruh tubuhnya. Luka akibat pukulan seseorang dan juga sayatan pedang di tubuhnya, membuat keyakinan bahwa tunangan nona Xin Li bukan tewas akibat serangannya saat itu melainkan karena disiksa oleh orang-orang yang memiliki aliran sekte gelap.
"Laki-laki mati karena dibunuh oleh sekte aliran gelap dan bukan karena dibunuh oleh nona Xin Li?"
__ADS_1
Roh nona Xin Li tampak sedih dan terharu membayangkan mengapa saat itu nona Xin Li meninggalkannya? Nona Xin Li berjalan perlahan mendekati laki-laki yang menjadi tunangannya saat itu dan langsung memeluknya.
Siapa sangka manusia yang sudah menjadi fana dan menghilang dari dunia ini dan menjadi roh, masih bisa mengingat apa yang ia sesali waktu itu dan masih memiliki perasaan yang mendalam. Xiao Xing Chen teringat saat dirinya menjadi seorang grandmaster Lifu, ia sama sekali tidak mengenali orang yang sudah menjadi rekan satu timnya dan orang yang ia sayangi saat itu.
"Menjadi seorang grandmaster Lifu dan membuatnya, memang berdampak negatif bagi pemiliknya. Ternyata benar apa yang dikatakan guru Fang Jun dan juga Shizun, logam Lifu memang berpengaruh pada pikiran pemiliknya." Batin Xiao Xing Chen.
Menyadari semua itu dilakukan oleh Xiao Xing Chen, Guan Wei menatapnya dengan tatapan tidak suka dan senyum pahitnya. Guan Wei sama sekali tidak menyukai seorang Kultivator setan seperti Xiao Xing Chen.
"Suatu hari nanti, aku pasti akan membunuh sang Kultivator setan!" Batin Guan Wei yang menggenggam erat pedangnya.
Xiao Xing Chen yang menyadari dirinya sedang di pandang sebelah mata oleh Guan Wei, memberikannya senyuman lembut padanya berharap Guan Wei tidak curiga bahwa dirinya yang sebenarnya adalah seorang Kultivator setan yang akan membunuhnya nanti.
__ADS_1