Kaisar Cahaya Kultivasi Iblis

Kaisar Cahaya Kultivasi Iblis
Chapter. 119 [S 4]


__ADS_3

Pertarungan itu berlangsung sengit. Xue Jing yang memanggil seluruh hewan-hewan raksasa miliknya, menghancurkan hutan tersebut dengan kaki-kaki besarnya. Mereka lebih dari anjing peliharaannya! Kenapa mereka mampu membakar hutan menggunakan nafas panas mereka? 


Namun Wu Shen tidak sendirian! Dewa hujan itu, mulai menurunkan air dari awan hitam miliknya yang seketika langsung memadamkan api yang membakar hutan tersebut dan membuat pandangan semakin meredup. 


Dewa bumi juga membantunya, karena ia sama sekali tidak ingin tanah miliknya berubah menjadi hitam karena itu, ia membuat tanah disekitarnya terbelah dan menenggelamkan hewan-hewan besar tersebut ke dalam magma bumi dan lenyap seketika. 


Dan sangat tidak terasa, hewan-hewan raksasa tersebut lenyap dari pandangan Wu Shen dan hanya tersisa kabut tebal yang menutupi pandangannya. Namun, Xue Jing memang akan lebih mudah terlihat dengan pakaian merahnya itu, akan terlihat lebih mencolok jika berada di kabut putih seperti ini. Dengan mudahnya, pedang milik Wu Shen berayun terbang seperti melayang dan mengenai sedikit dari pakaian Xue Jing hingga merobeknya sedikit. 


Dengan cepat, Xue Jing melompat dan mengarah langsung pada Wu Shen dan mengayunkan pedangnya kembali setelah hewan-hewan raksasanya tumbang. Beruntung saja, pedang Wu Shen mampu bergerak sendiri hingga menepis pedang Xue yang nyaris membunuhnya. 


Salah satu dari mantra milik Wu Shen dilepaskan dan menempel pada dahi Xue Jing yang membuat gerakannya terhenti sepenuhnya. Ya, salah satu dari mantra dewa yang sangat bisa melumpuhkan gerakan lawannya dalam waktu yang cukup lama. 


Saya sama sekali tidak ingin melukai seseorang hari ini dan mungkin saja anda akan seperti ini hanya dalam waktu beberapa hari saja 


Wu Shen segera pergi meninggalkan tempat bertarungnya dan segera pergi menyusul Guan Wei yang pastinya sudah cukup jauh. "Saya harap Guan Wei bisa membawa kembali kaisar cahaya!" 


Sampai di bukit Yaguan, sudah tampak sepi disana, tidak ada seorangpun yang menunjukkan keberadaannya. Seharusnya Guan Wei berada di sini tapi, kenapa ia tidak berada disini? Atau mungkinkah ia juga dibawa ke alam iblis? 


Setitik cahaya, ruh seorang anak laki-laki yang berukuran seperti telapak tangan anak kecil, melayang di hadapannya seperti ada yang ingin dikatakan olehnya. Ruh anak laki-laki ini tahu dimana Guan Wei ini berada. 


Cahaya itu menunjuk pada array alam iblis dan duduk di tengah-tengah array tersebut. Perlahan Wu Shen mulai mengerti apa yang ditujukan oleh ruh anak kecil ini. Maksudnya, orang yang ia cari sedang berada di alam iblis? 


Wu Shen bergumam, "Apakah saya harus kembali masuk ke alam iblis dan kembali bertemu dengan Xin Dao?" 


Wu Shen mencoba kembali berpikir lagi untuk ketiga kalinya dan akhirnya menaruh satu kakinya di atas array alam iblis dan dibelakangnya sudah terlihat seorang laki-laki bertubuh besar serta berpakaian hijau panjang, dewa bumi mencoba untuk menghentikan apa yang akan dilakukan Wu Shen sekarang ini. 


"Berhenti, dewa kultivasi! Apa yang akan anda lakukan? Itu terlalu berbahaya! Jangan injakan kaki anda di atas array tersebut!" 


Wu Shen kemudian melihat ke arah dewa bumi dan berkata, "Lalu, apakah saya akan membiarkan salah satu pengikut saya meninggal di alam iblis yang memang bukan tempatnya? Jika anda sangat mengkhawatirkan apa yang akan Xin Dao lakukan pada saya, tenang saja, saya dan Xin Dao dulunya berhubungan baik." 


Dewa bumi berkata, "Jangan! Jangan lakukan itu! Anda tidak bisa melakukannya! Jika itu adalah dulu, pastinya akan berbeda sekarang!" 


Tentunya tidak! Dewa kultivasi adalah seseorang yang setia pada pengikutnya. Ia tidak mungkin meninggalkan pengikutnya yang sedang dalam bahaya begitu saja! Wu Shen segera mengabaikan perkataan dewa bumi dan segera menyalakan array tersebut untuk membawanya masuk ke alam iblis. 


Jelas ia memang sangat setia pada pengikutnya tapi, tidakkah ia bisa mendengar apa yang disarankan padanya? 


Rantai rantai itu, mengikat kedua tangan Guan Wei pada sebuah dinding batu yang besar, dengan keadaan duduk berlutut juga dengan mata yang sengaja ditutup kain hitam. Guan Wei tidak bisa menggerakkan tangannya, karena ikatan rantai yang terlalu kuat menarik tangannya. 

__ADS_1


Udara disini sangat basah dan selalu berbau anyir darah. Memangnya, siapa yang bisa tahan dengan semua ini? Pastinya tidak akan ada yang bisa! 


Langkah kaki yang awalnya membuat Guan Wei merasa tidak sendiri, kini orang itu berdiri di hadapannya. Tidak tahu, apakah orang ini adalah Xiao Xing Chen atau bukan, Guan Wei tidak bisa melihat wajahnya karena kain hitam yang menutupi matanya membuat pandangannya kini menjadi lumpuh. 


Benarkah itu Anda? 


Xiao Xing Chen berjalan mendekat dan kemudian menekukan lutut membisikkannya di telinga Guan Wei, "Shifu, bisakah anda keluar dari sini, sendirian?" 


Kain hitam itu akhirnya terlepas dari matanya dan perlahan menjadi jelas, Xiao Xing Chen memang sedang berada di dekatnya bahkan sangat dekat menaruh kepalanya di atas pundaknya. 


Guan Wei berkata, "Xiao Ying, apa yang anda pikirkan sekarang ini? Bisakah kita kembali ke sekte?" 


Xiao Xing Chen menaruh satu tangannya yang lain di atas pundak Guan Wei. "Kenapa anda bisa berpikir seperti ini? Apakah sejak tadi, anda berpikir akan bisa membawa ku kembali ke sekte anda?" 


Guan Wei berkata, "Kalau begitu, saya akan membawa anda keluar dari alam iblis dan membuat anda bertanggung jawab." 


Xiao Xing Chen marah dan kemudian berdiri menendang pundak Guan Wei dan meletakkan kakinya di atasnya. Guan Wei merasa jika ia akan memuntahkan seteguk darah karena hantaman yang sangat kuat menginjak tubuhnya. Tapi sepertinya tidak akan terjadi dan akhirnya tersumbat di tenggorokannya. 


Xiao Xing Chen membentak, "Berapa kali harus saya katakan, saya tidak akan kembali ke sekte anda apalagi kembali menjadi kaisar cahaya alam surga!" 


Pundaknya ditekan sekeras mungkin, rasanya Xiao Xing Chen tidak akan melepaskannya, meskipun sampai tangannya terlepas. Apa yang akan dilakukannya? Hentikan! Apa kau lupa siapa yang telah menyelamatkanmu dari hukuman berat yang kau alami? Bagaimana dengan hukuman melumuri kolam dengan darah? Siapa yang menjaga anda selama dalam masa pemulihan hingga sampai terjaga selama beberapa hari? 


Guan Wei kemudian berdiri dan membuat rantai yang mengikat kedua tangannya itu terulur, dan kemudian meraih kedua bahu hingga sampai punggung Xiao Xing Chen dan membiarkannya dalam pelukannya untuk sementara waktu. 


Pastinya ini terlalu berat untuk anda. Menjadi seorang keturunan iblis yang kejam itu, membuat anda bingung dan tidak nyaman berada di tempat manapun itu. Baik di alam surga ataupun alam manusia, anda pastinya merasa ada saja seseorang yang tidak menyukai anda bahkan berniat membunuh.


"Xiao Ying, kaisar cahaya! Kembalilah! Semua orang disini berdoa agar kaisar cahaya bisa kembali pada mereka." Guan Wei berkata seperti itu karena sangat peduli pada keadaan pikiran Xiao Xing Chen yang semakin berantakan itu. 


Xiao Xing Chen semakin marah ketika Guan Wei mengatakan apa tidak ingin ia dengarkan sekarang ini. Xiao Xing Chen mendorong tubuh Guan Wei hingga membentur punggungnya pada dinding belakangnya dan membuatnya memuntahkan darah yang menyangkut di tenggorokannya. 


Xiao Xing Chen menggenggam leher Guan Wei hingga membuatnya tidak mampu bernafas dengan baik. Tidak bisa bicara dan hanya merasakan apa yang dirasakannya sekarang ini, Guan Wei mencoba melepaskan genggamannya yang semakin kuat ini. 


Xiao Xing Chen membentak, "Tidak bisakah anda tidak berpikir saya akan kembali menjadi kaisar cahaya lagi? Apa shifu sama sekali tidak melihat apa yang dilakukan oleh para pejabat surgawi itu padaku? Tidakkah anda menunjukan rasa peduli anda pada saya?" 


Guan Wei menjawab, "Saya sangat mengerti anda. Dan apakah saya melihat apa yang dilakukan oleh para pejabat surgawi padamu, saya sangat melihatnya dengan jelas."


Jika ia sudah berkata jujur seperti ini, kenapa masih mencoba memberikannya dorongan untuk kembali ke alam surga? 

__ADS_1


Xiao Xing Chen menggertakan giginya. Dengan ekspresi yang sangat marah ia berkata, "Jika shifu sudah mengetahui, kenapa masih membuat saya kembali ke alam surga dan menjadi kaisar cahaya?" 


Guan Wei menjawab, "Karena, disana adalah tempat yang cukup aman untukmu." 


Xiao Xing Chen menjadi semakin marah dan kemudian mengeluarkan tombak bayangan kembali yang dihunuskan di lehernya. Apa anda benar-benar akan membunuh shifu anda sendiri? 


Tangannya yang memegang tombak, terasa seperti gemetar ketakutan. Ia bingung bagaimana harus melakukan apa. Haruskah saya menjadi marah karena perkataannya atau saya harus mengikutinya? 


Xiao Xing Chen menghilangkan tombaknya kembali kemudian berbalik dari Guan Wei. Bahkan sebelum pergi meninggalkannya, Xiao Xing Chen melemparkan jubahnya, untuk menghangatkan tubuh Guan Wei yang masih akan berada di penjara air ini, mungkin dalam waktu yang lama. Setidaknya, pakai saja itu. Saya sudah membersihkannya tadi. 


Sebelum itu terjadi, Wu Shen berlari di sekitaran istana alam iblis membunuh siapapun yang berani menghalanginya untuk berjalan maju. Sebuah pesona yang lebih besar itu, seketika menghentikan langkah Wu Shen karena Xin Dao yang seketika muncul di hadapannya serta memegang pedang yang tadinya diayunkan olehnya. 


Untuk apa anda kembali kemari setelah mengatakan jika anda sudah berencana untuk membunuh saya? 


Pada aula pintu masuk istana alam iblis, gerakan Wu Shen terhenti karena Xin Dao yang memegang pedangnya dengan sangat kuat dan akan membuatnya patah, terbagi menjadi tujuh bagian. Meskipun tangannya sudah tampak mengeluarkan darah yang begitu banyak, luka tersebut akan bisa pulih dengan cepat karena keistimewaan yang dimiliki oleh Xin Dao sangat tidak bisa diperkirakan. 


Xin Dao melempar pedang yang dipegangnya dari genggaman tangan Wu Shen. 


Xin Dao melekatkan kedua tangan Wu Shen hanya menggunakan satu tangannya saja, dan membanting punggungnya pada sebuah tiang besar, penyangga istana alam iblis. 


Memang bukan menjadi hal yang biasa dilakukannya, apalagi mengangkat kedua tangannya yang sengaja dilekatkan pada genggaman tangan Xin Dao yang sangat keras. 


Tangannya yang semakin diangkat ke atas, membuat Wu Shen merasa tidak bisa melakukan apapun untuk menghindari hal seperti ini. Apa yang dilakukan olehnya? Benar-benar tidak pantas untuk dilihat! 


Xin Dao berkata dengan dingin, "Siapa yang anda cari sekarang ini? Bisa saja, saya tahu dimana orang atau benda yang anda cari. Sebagai tuan rumah, sepertinya saya memang harus menyambut tamu yang telah membunuh banyak pasukan saya, dengan sambutan yang baik."


Wu Shen menjawab, "Xin Dao, apa yang anda lakukan? Lepaskan kedua tangan saya dan saya akan melakukan sesuatu untuk anda." 


Xin Dao menjawab, "Melakukan sesuatu untuk saya? Bukankah seharusnya, saya yang melakukannya untuk anda?" 


Xin Dao masih menggunakan satu tangannya, menutup mulut Wu Shen kemudian melanjutkan, "Tidakkah anda merasa telah memasuki daerah lawan?"


Merasa jika akan ada sesuatu yang dilakukan oleh Xin Dao padanya yang lebih parah dibandingkan dengan yang satu ini, pedang Wu Shen bergerak kemudian berayun mengarah pada Xin Dao yang masih diam di tempat dan kemudian ia melompat melepaskan genggaman tangannya, bergerak menjauh. 


Sepertinya, saya sangat melupakan sesuatu tentang pedang ruh anda ini. 


Wu Shen tidak ingin melawan laki-laki kecilnya dan kemudian menjatuhkan sebuah jimat kertas berisikan mantra teleportasi yang membawanya langsung di hadapan Guan Wei. 

__ADS_1


Tidak! Tidak! Anda tidak mungkin menjadi selemah itu hingga tidak ingin melawan saya!


__ADS_2